Air Mata Tania

Air Mata Tania
Aku Mau Donat


__ADS_3

Tania sedang melakukan transfusi darah kembali. Dan pengobatan untuk liver nya. Ia di temani oleh Reno dan Bagas. Dua laki-laki kesayangan nya selain Ayah. "Kamu mau makan sesuatu gak?" tanya Reno. "Aku lagi mau makan donat. Boleh gak?" jawab Tania dengan nada manja. Bagas yang mendengar ucapan Tania segera berdiri mendekati Tania dan berkata "Kakak tanya perawat dulu ya apa kamu boleh atau tidak makan donat. Bila boleh akan kakak belikan. Kamu mau rasa apa?". "Aku mau matcha dan chocolate hangat kak. Kamu mau apa sayang? Titip kak Bagas saja" ucap Tania bertanya pada Reno. "Gas, sudah lo aja jaga Tania biar gue yang tanya dan beli ke bawah pesanan Tania. Sekalian gue mau beli sesuatu buat teman-teman Tania di sekolah" jawab Reno. "Oh, oke kalau gitu gue mau latte sama donat stroberi. Thanks ya" ucap Bagas. "Kamu mau belikan teman-teman ku apa? Memang mereka tahu aku di sini?" tanya Tania kembali pada Reno. "Dafa dan Davin sempat bertanya sama aku tentang keadaan kamu. Aku bilang ke mereka untuk mendoakan kamu agar pengobatan kamu berjalan dengan baik. Jadi sebagai oleh-oleh buat mereka aku mau kasih sesuatu" ucap Reno dan Tania pun hanya membulatkan bibir nya.

__ADS_1


Reno pun berjalan ke tempat perawat dan menanyakan perihal makanan yang boleh di makan oleh Tania. Perawat berkata Tania boleh makan donat tapi tidak lebih dari 1 atau 2. Setelah bertanya Reno pun pergi untuk membeli donat dan membeli oleh-oleh untuk anak murid nya. Dia keluar dari rumah sakit mengikuti GPS berjalan kaki ke tempat pembelian souvenir. Dia membeli kan sesuatu khas tempat di sana. Tidak hanya membelikan untuk anak murid nya, dia juga membelikan untuk teman-teman guru nya. Beli souvenir sudah, dia mencari toko donat yang enak di sana. Dia berjalan kembali mengikuti GPS tersebut dan sampai ke toko yang di maksud. Di sana menjual berbagai rasa donat. Bukan hanya donat tetapi kue juga. Dia melihat kue mungil yang mungkin akan di sukai oleh Tania. Dia bermaksud memberi kalung tersebut bersamaan dengan kue mungil itu. Akhirnya Reno membeli kue mungil tersebut serta pesanan donat Tania juga Bagas. Selesai membeli semua nya, Reno kembali ke Rumah Sakit.

__ADS_1


Reno pun segera ke ruang perawatan, tapi ketika Reno sampai pintu kamar perawatan Tania sudah terbuka lebar. Perawat keluar masuk ke kamar tersebut. Reno dengan cepat melangkahkan kaki nya untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya. Ketika sampai kamar, Tania ternyata sudah tak sadarkan diri. Dia di rujuk untuk masuk ke dalam ruang ICU. Bagas melihat Reno yang syok dengan keadaan ini lalu menepuk pundak sahabat nya itu. "Bantuin gue bawa barang-barang Tania ke kamar ICU" ucap Bagas. Tanpa terasa airmata Reno menetes. Dia hanya bisa membawa beberapa barang-barang Tania menuju ruang tunggu ICU. Reno berpikir kenapa ini terjadi saat dia keluar untuk beli pesanan Tania dan Bagas. Dia hanya bisa berharap semoga keadaan Tania baik-baik saja. Jangan sampai terjadi hal yang tidak di inginkan. Ayah dan Ibu Tania sudah di hubungi dan mereka sedang dalam perjalanan ke rumah sakit. Sampai di ruang tunggu ICU Reno dan Bagas hanya bisa membisu. Mereka seperti syok melihat keadaan Tania. Tania dapat di lihat melalui kaca. Dan boleh di lihat ketika keadaan sudah stabil. "Bagas, kenapa bisa terjadi?" tanya Reno. "Saat lo pergi Tania masih baik-baik saja. Tapi ternyata darah yang masuk ke dalam tubuh Tania menimbulkan reaksi yang membuat dia drop" jawab Bagas dengan patah semangat. "Sabar Gas. Kita hanya bisa berdoa supaya Tania baik-baik saja dan bisa melewati ini semua" ucap Reno sedikit memberi ketenangan pada sahabat nya. Tak lama kemudian ayah dan ibu datang ke rumah sakit. Ibu tak henti-hentinya menangis. "Sudah bu. Kita berdoa agar Tania dapat melewati ini semua" ucap Ayah. Tapi hati seorang Ibu tidak bisa melihat anak yang dia sayang seperti ini meskipun Tania bukan anak nya. Dari ruang ICU seakan Tania memiliki ikatan batin pada Ibu, dia pun meneteskan airmata nya.

__ADS_1


__ADS_2