
"Bagas... Bagas... lo baik-baik aja kan? kondisi Tania baik-baik aja kan? Lo jawab gue dong Bagas. Jangan lo diem aja" ucap Reno panik tetapi Bagas tidak menjawab Reno lalu mematikan ponsel nya. Reno panik. Dia takut akan kehilangan Tania. Ada apa ini sebenarnya. Kenapa Bagas tidak menjawab ponsel nya? Reno sangat panik dengan semua nya. Dia hubungi Bagas kembali tapi ponsel nya tidak aktif. Reno menghubungi ayah Tania tetapi tidak ada jawaban. Reno mulai gelisah. Perasaan nya tidak karuan. Semakin terpikir semakin tidak tenang.
__ADS_1
Reno memutuskan untuk kembali ke rumah Tania. Mbak yang menjaga rumah Tania kebetulan sedang mengunci pintu pagar. "Mbak... mbak... tunggu dulu" ucap Reno. Si mbak kemudian membuka kembali pagar rumah nya. "Iya den. Ada apa? Apa ada yang tertinggal?" sahut si mbak. Reno mengatur napas nya dengan tenang. "Mbak... si mbak ada dengar kabar tentang Tania?" tanya Reno dengan penasaran. "Belum Den. Baru tadi saja den Reno yang memberitahu mbak" jawab si mbak. "Yakin mbak?" tanya Reno kembali. "Yakin den. Memang nya ada apa den? Seperti nya den Reno khawatir sekali?" si mbak menanyai Reno kembali. "Jadi tadi Bagas menelepon saya mbak. Saya angkat tapi tidak ada suara. Yang ada hanya suara tangisan dari Ibu nya Tania. Saya khawatir mbak. Makanya saya datang ke sini. Kirain si mbak dapat kabar" jawab Reno.
__ADS_1
Di dalam kamar Tania, Reno mencium aroma tubuh Tania. Seperti Tania ada di kamar ini. Reno mencoba melihat kembali foto Tania. "Gimana kabar kamu sayang? Apakah operasi kamu berhasil? Aku hubungi Bagas tapi tidak ada jawaban. Hubungi ayah kamu juga tidak ada jawaban. Aku harus bagaimana untuk tahu kabar kamu sayang? Aku sangat-sangat khawatir memikirkan kamu" ucap Reno pada foto Tania dan tidak lama ternyata dia tertidur di bantal kesayangan Tania. Di dalam tidur nya Reno bermimpi bertemu dengan Tania. Tania sangat cantik berbalut busana putih bercahaya. "Sayang... kamu baik-baik saja? Aku sangat khawatir sama kamu. Loh... sayang kamu mau kemana? Tunggu aku sayang.. Tania... Tania... Tania..." ucap Reno dalam mimpi nya dan seketika dia terbangun. Seketika Reno menjadi takut. Takut akan kehilangan Tania. Dia mengambil ponsel nya kembali mencoba menghubungi Bagas. Tetapi tidak berhasil juga. Dia mencoba menghubungi ayah Tania. Tersambung... "Ayo dong om, angkat telepon nya. Aku mau tahu bagaimana keadaan Tania" ucap Reno. Tetapi itu pun gagal. Reno benar-benar putus asa. "Aku harus bagaimana ya Allah? apa aku harus ke sana sekarang? Tapi uang tabungan ku sudah habis buat kemarin biaya pulang pergi selama di sana. Bagaimana ini? Bagas tidak angkat panggilan lagi" batin Reno.
__ADS_1