Air Mata Tania

Air Mata Tania
Kejutan Sebelum Tania Berangkat


__ADS_3

Reno meraih tangan Tania dan memeluk nya. Tania menangis di dalam pelukan Reno. Di dalam Cafe Erika pun terduduk dan menangis. "Kenapa aku tidak menjawab pertanyaan anak ku? Aku seharusnya bisa menjelaskan semua nya. Bodoh nya aku. Ibu macam apa aku ini" gumam Erika. Sementara Reno membawa Tania kembali ke rumah. Dalam perjalanan dia berkata "Kita ke taman yuk. Kamu mau tidak? Aku tidak mau nanti tante melihat mata mu yang habis menangis". Tania mengusap airmata nya. Mata nya sembab dan merah. Tania menganggukkan kepala untuk menyetujui permintaan Reno untuk ke taman.

__ADS_1


Reno membeli ice cream kesukaan Tania dan memberikannya. "Makan lah. Ini ice cream kesukaan kamu. Siapa tau hati mu berubah jadi tenang" ucap Reno sambil mengelus rambut panjang Tania. "Terimakasih kak" jawab singkat Tania. "Aku bosan mendengar kata terimakasih dari kamu. Sebagai ganti nya sebelum kamu berangkat, mau gak temenin aku ke suatu tempat?" tanya Reno sambil mengedipkan sebelah matanya. Tania pun tersenyum dan menganggukan kepala. "Memang mau kemana kak? aku berangkat pesawat jam 9 malam kak" tanya balik Tania. "Hhmm.. ke suatu tempat yang sudah lama aku ingin ajak kamu ke sana. Kalau aku kasih tau sekarang bukan kejutan dong" jawab Reno sambil tertawa. "Ih.. kak reno kok gitu sih main rahasia sama aku!" ucap Tania sambil ngambek. Reno memeluk tubuh Tania tapi Tania berusaha melepaskan "Kak, malu. Ini kan di taman, nanti banyak yang lihat" gerutu Tania. "Ya sudah aku lepas tapi jangan tanya lagi ya nanti kemana" jawab Reno. "Cerewet" balas Tania sambil menggelitik pinggang Reno dan tertawa.

__ADS_1


Pukul enam sore Reno menjemput Tania. Reno pamit pada orangtua Tania dan berjanji akan langsung mengantarkan Tania ke bandara. Karena tempat yang mereka tuju kebetulan dekat dengan bandara. Dalam perjalanan Reno meminta Tania untuk istirahat saja. Dan akan ia bangunkan saat sudah sampai. Tania pun menuruti perkataan Reno. Perjalanan pun lancar tidak temui kemacetan dan hanya 20 menit mereka tiba ke tempat itu. Reno membangunkan Tania. Dan ketika Tania membuka mata ia melihat gedung tinggi yang mewah "Kak, ini di mana?" tanya Tania. "Sudah ikut dengan ku saja. kita makan malam dulu ya sebelum kamu berangkat" jawab Reno. Reno pun membuka pintu mobil untuk Tania dan membawa Tania ke lantai paling atas untuk menikmati suasana malam yang indah. Dan kebetulan di atas sana ada Cafe yang sedang hits sekarang ini. Reno mengenal pemilik Cafe itu. Ketika sampai Tania kagum dengan pemandangan nya. "Kak, cantik sekali pemandangan nya" ucap Tania pada Reno. "Iya. Cantik nya seperti kamu" jawab Reno dengan mengecup rambut Tania yang wangi stroberi. "Apaan sih kak? Gombal aja bisa nya" sahut Tania dengan menikmati pemandangan indah itu. Reno menjauhi Tania, dia mengambil bucket bunga mawar putih kesukaan Tania. Dan tiba-tiba Tania di kejutkan dengan bucket mawar itu. "Indah sekali kak mawar nya" ucap Tania melihat Reno yang sikap nya berubah jadi romantis. "Mawar putih ini kesukaan kamu. Dan di atas sini aku mau ungkapin perasaan aku sama kamu. Aku sayang sama kamu Tania. Aku gak mau kehilangan kamu lagi" tegas Reno pada Tania. Mata Tania sudah mulai berkaca-kaca. Tania tersenyum dan menjawab "Aku juga sayang sama Kak Reno. Aku mau kak Reno selalu temani aku" jawab Tania dengan menitikkan airmata dan tersenyum. Tania pun memeluk Reno. Dan Reno mencium bibir Tania dengan lembut. Mereka berdua sangat bahagia. "Jadi ini kejutan yang mau kamu kasih ke aku sebelum aku berangkat?" tambah Tania. Reno tersenyum dan menganggukan kepala. "Kita makan malam dulu, lalu aku antar kamu ke bandara. Dan maaf aku belum bisa temani kamu di sana. Masih banyak pekerjaan aku di sini. Kalau libur pasti aku akan ke sana. oke sayang" ucap Reno membuat pipi Tania merah dengan sebutan sayang. "Iya sayang nya Tania" ucap Tania sambil tersenyum. Mereka pun mulai makan malam nya.

__ADS_1


__ADS_2