
Hari menjelang siang, Tania sudah masuk kamar perawatan. Hasil test darah menunjukkan hasil yang kurang baik. Liver Tania pun sedikit bermasalah. Panas Tania sudah mulai turun dan ia pun sudah mulai sadar. Tania melihat ke samping tempat tidur nya, ternyata ada kakak dan orangtua nya di sana. "Kak, Ibu, Ayah, aku di mana?" tanya Tania dengan suara lemah. Bagas yang melihat Tania sadar langsung bahagia. "Dek, kamu baik-baik saja kan? apa yang kamu rasakan sekarang?" Bagas balik bertanya pada adik nya. "Kepala ku sakit kak. Aku di rumah sakit ya?" ucap Tania. Mata ibu terlihat seperti habis menangis. "Bu, Ibu menangis? Ibu jangan sedih. Aku sedih kalau melihat Ibu seperti ini" ucap Tania memegang tangan Ibu nya. Meskipun bukan ibu kandung, Tania sangat amat menyayangi beliau. Ibu memeluk tubuh Tania yang masih terlihat lemah. "Ibu tidak nangis, dek. Cuma tadi kelilipan saja" jawab Ibu. "Ibu bohong. Bukti nya mata ibu sembab seperti itu" ucap Tania kembali. Bagas dan Ayah menyusul untuk memeluk Tania. "Kami sayang kamu Nak. Kamu harus semangat untuk menjalani pengobatan ini ya nak" ucap Ayah pada Tania. Airmata Tania dan Ibu pun ikut mengalir tanpa aba-aba. "Memang aku kenapa yah? Aku gak sakit parah kan yah? Kenapa Ayah bilang sama aku?" paksa Tania. "Tidak nak. tadi pagi kamu pingsan, kami semua khawatir dengan kondisi kamu. Dokter bilang hari ini kamu mulai melakukan perawatan di rumah sakit. Sebentar lagi perawat akan datang untuk bawa kamu melakukan CT Scan" ucap Ayah sedikit berbohong. Karena Ayah tidak ingin anak kesayangan nya cemas dan khawatir.
Beberapa saat kemudian perawat datang dan membawa Tania ke ruang CT Scan. Ayah dan Bagas menemani Tanianke ruang CT Scan sementara ibu menunggu di kamar. Bagas memberi kabar kembali pada Reno bahwa Tania sudah sadar, sekarang sedang ada di ruang CT Scan. Hasil darah menunjukkan kalau liver Tania sedikit bermasalah. Reno yang membaca pesan dari Bagas langsung lemas. Dia berharap bahwa pengobatan Tania di sana berjalan dengan baik. Reno mencoba menghubungi ponsel Bagas tetapi tidak bisa menyambung. Ternyata Bagas sedang berada di dalam lift bersama dengan Tania yang sudah selesai melakukan CT Scan. Sampai di ruangan Bagas melihat ponsel nya terdapat 5 panggilan tidak terjawab dari Reno. Dia pun menghubungi kembali Reno. "Kenapa Bro? Gue baru sampe di ruangan tadi abis di lift sinyal gue kurang bagus. Lo mau ngomong sama Tania?" tanya Bagas. Reno hanya menganggukkan kepala dan tersenyum. Tanpa berkata lagi ponsel Bagas di berikan ke adik nya. "Hai" ucap Tania. "Hai sayang. Kamu baik-baik saja? Bagaimana kondisi kamu sekarang?" tanya Reno perhatian. "Aku baik-baik aja sayang. Hanya Kepala ku sedikit sakit. Kamu sudah kembali dari sekolah? Bagaimana hari ini?" tanya balik Tania pada Reno. "Aku baru saja sampai rumah. Ya di sekolah seperti biasa nya. Aku tadi hanya menggantikan guru agama yang tidak dapat hadir. Oh ya, tadi Dafa dan Davin bertanya sama aku Bagaimana keadaan kamu? Karena Dafa ada kirim pesan ke kamu tapi tidak kamu jawab" ucap Reno. "Iya aku lagi tidak mood menanggapi pesan Dafa. Terus kamu jawab apa tentang keadaan aku?" tanya balik Tania pada Reno. "Kenapa gitu sayang? tidak apa kamu jawab pesan dari Dafa. Karena kalian sudah bersahabat sejak lama jadi tidak boleh seperti itu. Tadi aku hanya bilang kepada mereka supaya mendoakan kamu agar pengobatan kamu berjalan dengan baik" jawab Reno pada kekasih nya. "Hehehe... Dafa terkadang bawel. Aku males. Aamiin... semoga pengobatan ku berjalan dengan lancar dan baik. Supaya aku bisa cepat kembali ke Jakarta" ucap Tania. "Ya sudah sekarang kamu istirahat ya. ingat jangan terlalu banyak pikiran. kalau ada masalah kamu bisa cerita ke Bagas atau ke aku. Oke" Ucap Reno. Tania hanya menganggukkan kepala dan tersenyum serta melambaikan tangan lalu menutup telepon nya. Tania tidak tahu kalau Reno akan ke sana Jumat nanti. Reno meminta Bagas agar tidak memberitahu Tania kalau dirinya mau ke sana. Karena Reno tidak mau Tania merasa terbebani dengan kedatangan Reno. Reno hanya ingin melihat keadaan Tania. Dia ingin memberi semangat untuk kesayangan nya itu dan Bagas pun setuju dia tidak ada memberitahu Tania bahawa Reno akan datang.