
Ayah Tania dan Reno selesai mengobrol mereka kembali ke ruangan Tania di rawat. Ternyata di ruang rawat sudah ada Bagas kakak tersayang Tania. "Gas, kamu sudah datang?" tanya sang ayah. "Iya yah. Tadi selesai kerja Bagas langsung ke sini" jawab Bagas. "Ren, lo kok ada di sini? emang lo gak kerja?" tanya Bagas pada Reno. "Gue kan guru pembimbing kerja nya bisa kapan aja. Hahahaha" jawab Reno bercanda. "Bohong kak. Dia selalu berangkat kerja dari sini dan pulang selalu langsung ke sini" celetuk Tania. "Wah... lo bener-bener sayang sama adek gue ya? segitu perhatian lo sama adek gue?" ledek Bagas membuat wajah Reno dan Tania merah.
__ADS_1
"Sudah-sudah Bagas. Memang kenapa kalau Reno sayang sama adik mu?" tanya sang ayah. "Yang penting reno tidak berbuat hal yang menyakitkan pada adik mu. tidak seperti adik tiri ayah" tambah nya lagi. Bagas sudah mulai tahu ke arah mana percakapan sang ayah. Reno hanya diam, Tania yang bingung mendengar nya. "Memang kenapa dengan adik tiri ayah? Memang ayah punya adik tiri?" tanya Tania. "Cerita nya panjang nak. Memang kamu mau mendengar nya?" jawab Ayah. Tania menganggukkan kepala, sedangkan ayah memberi isyarat ke Reno untuk membawa Bagas keluar dari ruangan. "Bro, temenin gue ke apotik yuk. Gue lupa ada obat yang harus di tebus buat Tania" ajak Reno sambil memukul pundak Bagas. Bagas menatap ke ayah dan ayah hanya sedikit menganggukkan kepala. Dan akhirnya Bagas pun ikut dengan Reno.
__ADS_1
Diluar ruangan Bagas bertanya pada Reno "Maksudnya apa bokap gue mau ceritain tentang adik tiri nya?". "Gini bro, tadi bokap lo cerita gak tega liat Tania yang jauh dari ibu kandung nya. sudah waktunya adek lo tau siapa ibu kandung nya, tapi bokap lo mau cerita dari adik tiri nya dulu nanti baru merambat ke ibu kandung nya. Tega gak tega memang adek lo harus tahu kenyataan nya dari orang tua lo, bukan dari orang lain bro" jelas Reno. "Tapi bro, kalau tiba-tiba adek gue drop lagi gimana?" cemas Bagas. "Santai bro, Bokap lo pasti tahu cara nya mengendalikan adik lo dan kata-kata saat bercerita tentang semuanya" ujar Reno. "Udah sekarang mending temenin gue nebus obat abis itu kita cari makanan buat adek lo sama bokap lo" tambah Reno membuat Bagas memukul lengan teman nya itu.
__ADS_1
Sang ayah tak tahan lagi menahan airmata nya, sambil memeluk Tania erat ayah mengatakan dengan lembut "Maafkan ayah nak. Ayah harus mengatakan ini karena sudah waktu nya ayah jujur sama Tania. Tania memang bukan anak ayah dan ibu. Tapi ayah, ibu dan kak Bagas selalu sayang pada kamu nak seperti anak kandung sendiri. Ayah sangat khawatir dan sangat sayang pada mu nak" ucap Ayah lirih membuat seseorang yang berdiri di pintu masuk ruangan rawat berlinang airmata. Ya, ibu datang untuk memenuhi permintaan suaminya.
__ADS_1
Ibu berjalan perlahan menghampiri Tania dan suaminya lalu berkata "Sejujurnya ibu tidak pernah membenci Tania. Ibu hanya tidak ingin berpisah dari Tania, karena pasti suatu saat Tania akan mengetahui kebenarannya. Dan hari ini kebenarannya terungkap. Maafin perlakuan buruk ibu selama ini ke kamu ya nak" dengan kalimat yang terbata-bata sambil berlinang airmata ibu pun akhirnya memberanikan diri untuk memeluk Tania.
__ADS_1