Air Mata Tania

Air Mata Tania
Terjadi Lagi


__ADS_3

Seperti biasa Reno menemani Tania di rumah sakit. Reno meminta Bagas dan Ibu Tania untuk pulang dan istirahat. Karena Reno tahu mereka kurang istirahat karena harus bergantian menjaga Tania. Waktu sudah menunjukkan pukul 12 tengah malam. Tania sudah tertidur, Reno masih terjaga. Dia mencari semua informasi mengenai penyakit Tania dan akibat dari tindakan yang di lakukan untuk penyakit Tania. Akibat nya dapat menyebabkan kematian. Reno terkejut melihat artikel tersebut. Dia berkata dalam hati "Ya Allah semoga pengobatan Tania berhasil dan Tania dapat tetap sehat, menjalani kegiatan nya seperti perempuan lainnya". Tanpa sadar setelah berkata seperti itu Reno tertidur di sofa sebelah ranjang Tania.

__ADS_1


Saat tertidur Reno pun bermimpi bahwa ada seseorang yang akan meninggal dan di dalam mimpi itu pun Reno hanya dapat menyendiri dan bersedih. Dalam mimpi pun dia menangis tanpa sadar di bawah alam sadar nya dia pun menangis. Dan sadar ketika perawat datang untuk ambil darah Tania pada pukul 5 pagi. "Ya Allah, aku mimpi apa? siapa yang meninggal?" batin Reno. Dia mengusap wajah nya dan ternyata mata nya sudah basah oleh airmata. Perawat yang sedang ambil darah bertanya pada Reno ada apa sampai ia menangis. Reno hanya berkata tidak hanya mimpi. Perawat hanya tersenyum.

__ADS_1


"Kamu baik-baik saja dek?" tanya Bagas sangat khawatir. Tania hanya menganggukkan kepala nya perlahan. "Tante, Reno minta maaf ya karena Reno tertidur dan tidak tahu kalau Tania pingsan" ucap Reno pada Ibu Tania. "Tidak apa-apa nak. Tante mengerti kok. Memang kondisi Tania suka drop tiba-tiba. Waktu datang ke sini saja Tania baik-baik, ternyata besok nya ia pingsan tanpa ada yang tahu" jawab Ibu Tania pada Reno. Reno merasa sangat bersalah karena teledor menjaga Tania. "Sudah bro. Jangan merasa bersalah gitu. benar kata ibu, Tania suka drop tiba-tiba. Jadi tidak ada yang tahu" ucap Bagas setelah mendengar permintaan maaf dari sahabat nya itu. "Sudah nak, sekarang lebih baik kamu mandi dan sarapan. Biar Tania kami yang jaga. Bagas nanti akan temani kamu cari sarapan di sekitar sini" tambah sang Ibu pada Reno. Keluarga Tania sangat menghargai kehadiran Reno di tengah-tengah mereka. Malah mereka bersyukur kalau Reno mau menerima kondisi Tania dan ikut merawat serta menjaga nya.

__ADS_1


__ADS_2