
Sampai di Rumah Sakit, Bagas menggendong Tania menuju ruang IGD untuk mendapat penanganan khusus dari dokter. Ketika di cek ternyata tekanan darah Tania cukup rendah, dan saat cek lab pun hasil nya mengecewakan. Hb drop, trombosit pun drop. Dokter menyarankan agar Tania mendapat perawatan intensif. Ayah pun langsung mengiyakan permintaan dokter tersebut. Ayah tidak ingin terjadi sesuatu pada Tania. "Dok, lakukan yang terbaik untuk anak saya. Saya tidak mau terjadi apa-apa padanya" ucap Ayah. "Baik pak. Sekarang bapak tolong lakukan registrasi terlebih dahulu di bagian admin" ucap dokter. Ayah meminta Bagas untuk menemani Tania sementara ia ke bagian administrasi. "Bro, biar ade lo gue aja yang jagain. Udah lo istirahat aja sana" ucap Reno yang sedari tadi ada di sana menemani Bagas dan Tania. "Thanks ya bro. Gue di sini aja. Lo pulang aja, gak tega gue sama lo. Daritadi lo udah nemenin ade gue" ucap Bagas. "Kalau gitu gue balik dulu ya bro. Besok habis dari sekolah gue ke sini buat jagain adek lo. Lo sama si om kan harus istirahat juga" balas Reno dan Bagas menganggukkan kepala menyetujui perkataan Reno.
__ADS_1
Reno pun keluar IGD. Dia pun pamit pada ayah Bagas. Sang ayah sudah selesai mengurus administrasi untuk Tania lalu masuk kembali ke ruang IGD. "Kak, kakak pulang saja. Biar ayah yang jaga di sini" ucap Ayah pada Bagas. "Tidak yah. Ayah saja yang pulang. Ayah kan baru saja sampai Jakarta. Jadi lebih baik ayah istirahat saja. Kebetulan Bagas besok tidak ada kegiatan apa-apa" jawab Bagas. Ayah mengerti Bagas mengkhawatirkan sang adik. "Bagas, ayah mau tanya ke kamu. Kita keluar saja yuk. Jangan di sini" ucap Ayah sambil mengajak Bagas keluar IGD mencari tempat untuk bicara. Selain itu sang ayah menitipkan Tania pada suster di sana. "Sus, saya mau keluar sebentar. Jika anak saya Tania akan di antar ke ruang rawat tolong infokan ke saya" ucap sang ayah. Suster pun tersenyum dan menganggukan kepala mengerti "baik pak".
__ADS_1
Bagas langsung melarang sang ayah "Jangan yah. Bagas mohon. Bagas sayang dengan Tania. Bagas tidak ingin Tania tahu bahwa ibu kandung nya telah menyia-nyiakan dia." Ayah hanya menggelengkan kepala nya, dia tidak mengerti dengan jalan pikiran Bagas. "Nak, bagaimanapun kita harus memberitahu Tania. Karena suatu saat Tania akan menikah, ayah tidak dapat menikahkan nya karena bukan ayah kandung Tania. Adik mu harus tahu siapa ayah dan ibu kandung nya" jawab sang Ayah sambil mengeluarkan ponsel nya yang berdering. "Ya Halo. Owh baik saya akan segera ke sana". jawab ayah pada seseorang di telepon. Ayah mengajak Bagas untuk masuk ke dalam rumah sakit karena Tania akan segera di pindahkan ke ruang rawat.
__ADS_1