Air Mata Tania

Air Mata Tania
Selamat Jalan Tania, Istirahat lah Dengan Tenang


__ADS_3

Reno menginap di rumah duka. Dia berada terus di samping Tania sambil membacakan yasin. Dia pun di temani oleh Bagas, teman-teman Bagas dan keluarga yang lain. Ibu dan Ayah Bagas beristirahat sejenak, dan Tante Erika pun menginap di kamar tamu. Tante Erika tidak dapat pulang karena dia sudah terlalu lelah, wajah nya sudah pucat. Jadi Ayah menyarankan agar ia menginap saja daripada terjadi sesuatu pada dirinya.


Reno tertidur di sofa. Bagas yang melihat sahabat nya itu begitu perhatian pada almarhumah adik nya merasa khawatir. Dia pun membangunkan Reno "Ren, pindah ke kamar gue gih. udah biar di depan gue sama temen-temen gue yang jaga. Istirahat dulu lo sana" ucap Bagas. "Sori Gas, gue ketiduran. Sori ya, gue pinjem kamar lo dulu buat rebahan sebentar" jawab Reno yang tak bisa menahan kantuk nya. Bagas pun menganggukkan kepala tanda menyetujui Reno untuk tidur dahulu.

__ADS_1


Waktu subuh telah datang, Reno sudah terbangun dan mulai untuk sholat. Saat dia keluar kamar Bagas, dia melihat Bagas pun tertidur di samping jenazah Tania. Reno pun membangunkan Bagas "Gas, sholat subuh dulu" ajak Reno. Bagas terkejut, dia tidak menyangka tertidur lelap di samping jenazah adiknya. "Oke, gue mandi dulu baru kita sholat subuh ya bro" jawab Bagas. Reno pun menunggu Bagas. Dia mulai membacakan yasin kembali untuk Tania. Di sana juga ada Ibu, Ayah Bagas dan juga Tante Erika. Mereka sudah daritadi ada di sana. Ibu sedikit demi sedikit berusaha untuk ikhlas akan kepergian Tania, begitupun Tante Erika. Ia pun sudah terlihat ikhlas menerima semuanya.


Jam sudah menunjukkan pukul 07.00. Jenazah Tania akan di mandikan dan pukul 09.00 jenazah akan di sholatkan lalu di makamkan. Ibu, Tante Erika ikut serta memandikan jenazah. "Nak, ibu kangen sekali sama canda tawa kamu. Semoga kamu tenang di sana ya" batin Ibu Tania. "Nak, mama hanya bisa mendoakan kamu tenang di sana, kamu sudah tidak merasakan sakit lagi. Kamu sudah ketemu papa ya nak" batin Tante Erika.

__ADS_1


Sampai di tempat pemakaman, sang ayah, Bagas dan Reno turun ke Liang Lahat untuk proses pemakaman. Sang ayah mengadzani Tania. Dan sebelum tertutup papan Reno bicara "Selamat Jalan Tania, Sayang. Istirahatlah dengan tenang", lalu papan terakhir pun di tutup. Mereka naik untuk pembacaan doa. Ibu pingsan karena tidak kuat menahan kesedihan nya. Ibu di bawa ketempat dengan oksigen yang cukup oleh Dafa dan Davin.


Tanah pun mulai menutupi tubuh Tania. Lantunan ayat-ayat Quran dan doa terus di panjatkan untuk Tania. Ayah, Bagas dan Reno menangis ketika tanah mulai menutupi tubuh Tania. Mereka masih tak percaya dengan situasi ini. Bagas dan Reno sebagai sahabat mereka saling menguatkan. Mereka mencoba tegar tapi tetap tak kuasa menahan airmata nya. Ibu yang pingsan sudah menyadarkan diri dan sudah mendekat ke makam Tania. Ibu, Ayah, Bagas, Reno dan yang lain nya bergantian memberikan bunga dan doa di makam Tania. Ketika yang lain sudah pulang, ayah, ibu, Bagas dan reno masih tetap di makam Tania. Sampai ayah berkata "Mari kita kembali. Tania sudah tenang di sana. Kita sebagai orangtua, kakak, dan sahabat harus ikhlas melepas kan Tania. Tania sudah tidak merasakan sakit lagi, dia sudah sembuh". Bagas merangkul tubuh ibu nya yang lemas dan membawa nya berjalan untuk pulang. Reno pun pamit untuk pulang dan akan datang kembali ke rumah untuk Tahlilan Tania. Mereka pun akhirnya beranjak dari makam Tania dan kembali ke rumah.

__ADS_1


__ADS_2