Air Mata Tania

Air Mata Tania
Sudah Waktunya


__ADS_3

Setelah selesai rapat, Ayah langsung pergi ke rumah sakit. Di parkiran pun ayah tetap berpikir dan meyakinkan hati nya untuk memberitahu semua pada Tania. "Aku akan melihat kondisi Tania. Bila kondisi nya sudah bisa untuk ku beritahu, akan ku beritahu dia tentang semua nya. Aku tidak mau menutupi masa lalu yang terus menerus menjadi beban buatku" batin Ayah. Ayah keluar dari mobil yang telah terparkir, dia langsung menuju lift dan menekan tombol lantai di mana Tania di rawat.

__ADS_1


Ayah menuju kamar Tania. Di dalam kamar terlihat Tania yang sudah bisa berdiri dan berjalan. Tania sedang berdiri dekat jendela, menatap matahari yang sebentar lagi akan terbenam. "Tania" panggil ayah. Melihat sang ayah datang Tania pun tersenyum "Ayah. Aku kangen sama ayah" jawab Tania. Ayah nya pun berjalan mendekati putri nya dan memeluk nya. "Bagaimana kondisi kamu nak? Sudah lebih baik kah?" tanya Ayah pada Tania. Tania hanya menganggukkan kepalanya seraya tersenyum. "Bagus dong kalau gitu. Jadi Tania sudah boleh pulang?" tanya ayah lagi. Tiba-tiba Reno keluar dari kamar mandi dan menjawab "Belum tahu om. Karena tadi dokter bilang harus cek ulang lagi dari lab dan CT Scan. Kalau memang baik semua baru Tania boleh pulang". "Oh ada Reno di sini. Om kira Tania hanya sendirian di kamar" ucap sang ayah. "Reno selalu di sini yah. Dia kata nya mau temenin Tania sampai boleh pulang" sahut Tania. Reno hanya bisa tersenyum dan memerah wajah nya. "Reno, bisa saya ngobrol dengan kamu sebentar?" tanya sang Ayah pada Reno. "Boleh om. Bagaimana kalo kita ke Cafe rumah sakit?" jawab Reno. Tania segera menggerutu "Kenapa tidak di sini saja? aku kan juga mau dengar yah". Ayah dan reno pun tertawa mendengar Tania. "Ini pembicaraan sesama laki-laki nak. Jadi kamu istirahat saja ya di kamar. Ayah hanya sebentar kok dengan Reno" ucap sang Ayah sambil mengelus rambut anak nya. Dan akhirnya Ayah dan Reno pergi ke Cafe rumah sakit.

__ADS_1


"Om, mau minum kopi?" tanya Reno. "Boleh deh kopi hitam saja ya, gula nya sedikit" ucap Ayah. Reno memesan kopi hitam dan kopi latte serta makanan. Dalam hati Reno pun bertanya apa yang akan di bicarakan oleh sang calon ayah mertua ini. Reno membawa pesanan ke meja mereka. "Ini om kopi nya dan makanannya" ucap Reno. "Terimakasih nak" jawab Ayah Tania. "Om, bingung harus mulai darimana Ren. Ini masalah Tania" ucap sang Ayah. "Kenapa ya om dengan Tania?" tanya Reno. "Jadi gini om berpikir sekarang sudah waktunya memberitahu Tania tentang siapa dirinya. Yang seperti kamu tahu bahwa Tania bukan anak kandung om. Dia hanyalah anak yang di berikan oleh Erika pada om. Karena hasil hubungan gelap Erika dan Adik tiri om. Om takut ketika Tania tahu semua nya, kondisi nya semakin memburuk dan menghambat proses penyembuhan nya" ucap Ayah Tania. Reno pun hanya diam, dia tidak tahu harus berkata apa. Yang di ucapkan oleh ayah Tania benar. Jika tiba-tiba Tania di beritahu kenyataan nya takut memperburuk keadaan. "Apa sebaiknya om perlahan memberitahu Tania nya? misalkan om cerita tentang adik tiri om itu ke Tania. Jadi jangan langsung om" jawab Reno. "Bagus juga ide kamu Ren. Nanti om akan coba bicara pada Tania" ucap Ayah Tania. "Omong-omong kamu dan Tania apakah berpacaran?" tanya sang Ayah. Reno memperlihatkan wajah malu dan menjawab "saya sayang Tania om sudah sejak lama. Dulu saya salah telah menghilang dari hidup Tania karena masalah. Tapi sekarang saya serius om sama Tania. Kalau om dan tante menyetujui saya akan melamar Tania setelah Tania lulus sekolah. Sekarang biarkan Tania fokus pada sekolahnya dulu. Tanggung tinggal 1 tahun lagi" ucap Reno jujur pada Ayah Tania. Sang ayah hanya menganggukkan kepala dan senyum pada Reno.

__ADS_1


__ADS_2