
Keesokan hari nya setelah dokter selesai memeriksa Tania, Tania dinyatakan sudah boleh pulang. Dengan syarat harus mengontrol segala aktifitas nya. Tidak boleh berlebihan dan jangan terlalu lelah. Ayah, Ibu, Bagas dan juga Reno sudah berkumpul di ruangan dan memperhatikan perintah dokter. "Ayah, kapan Tania harus terbang?" tanya Tania pada sang ayah. "Lusa nak kamu harus pergi. Kenapa memang nya nak? ada yang ingin kamu lakukan?" tanya ayah. Tania menganggukkan kepala nya "Iya yah. Tania mau bertemu dengan tante erika" jawaban Tania membuat sang ibu merasa heran dan menahan marah nya. "Kenapa harus secepat ini kamu mau bertemu dengan erika nak? apakah tidak bisa nanti saja ketika kamu kembali setelah pengobatan?" tanya ibu pada Tania. "Maaf bu. Tania rasa ini waktu yang tepat bagi Tania bertemu Tante Erika sebelum pergi" jawab Tania.
__ADS_1
Ibu pun menghela napas dengan berat. Dalam hati nya ibu tidak setuju kalau Tania ingin bertemu dengan Erika. Karena kondisi Tania sedang tidak stabil. "Tenang saja tante. Tania akan Reno temani saat bertemu dengan Tante Erika" sahut Reno. "Baiklah. Dengan satu syarat kamu harus pergi dengan Reno atau kakak mu Bagas. Dan kamu tidak boleh stress ya nak" jawab Ayah kemudian langsung menelepon Erika di depan Tania.
__ADS_1
Reno pun membawa Tania ke kamar dengan sangat perlahan. Karena lama berbaring di ranjang rumah sakit membuat tubuh Tania kurang seimbang ketika berjalan jadi Tania harus di papah agar tidak terjatuh. "Hati-hati jalan nya" ucap Reno perhatian pada Tania. "Iya kak. Kak, terimakasih ya buat semua perhatian yang kamu kasih ke aku" jawab Tania membuat Reno risih dengan perkataan Tania. "Bisa tidak kamu jangan panggil aku Kak? Panggil nama aku aja. Aku risih mendengar kata-kata 'kak' ucap Reno jutek. Tania tertawa mendengar ucapan Reno. Reno dengan lembut mencubit hidung Tania. "Sakit kak" teriak Tania. Bagas yang lewat depan kamar Tania langsung membuka pintu dan melihat kalau adik nya sedang tertawa. "Kenapa dek? di mana yang sakit?" ucap Bagas membuat Reno dan Tania terkejut lalu tertawa kecil. "Ini kak, hidung aku di tarik sama kak reno. sakit.." manja Tania pada kakak nya. Bagas mendekati Tania dan meninju pelan lengan Reno "kan udah gue bilang ade gue jangan di sakitin" ucap Bagas sambil bercanda. "bercanda gue bro" jawab Reno sambil menggaruk kepala nya padahal tidak gatal dan mereka pun tertawa bersama. Melihat keceriaan Tania, Bagas merasa bahagia. "Semoga setelah pengobatan kamu akan baik-baik dan ceria lagi ya dek" batin Bagas.
__ADS_1