
Pukul 5 sore Tania berangkat ke taman. Dafa melihat Tania keluar dari rumah dengan sweeter warna merah muda, lalu memanggil nya "Tan.. Tania lo mau ke mana? tumben gue gak di ajak". Tania pun menoleh pada suara itu "eh... ada Dafa. gue mau pergi dulu sebentar ketemu teman lama Daf. Gue duluan ya" ucap Tania. Dafa iseng dia mengikuti Tania pergi. Tania sampai taman ternyata Reno sudah ada di sana. Dafa pun melihat Tania dari jauh "Pak Reno? Teman lama? maksud nya gimana ini? Ada hubungan apa antara Pak Reno dan Tania?" gumam Dafa. Dafa memerhatikan Tania dan Reno. Tania memberikan kotak kalung yang di berikan reno pada nya. "Maaf, mungkin ini tertinggal saat bapak main ke tempat saya. Terima kasih sudah membantu saya waktu itu saat mobil hampir menabrak saya. Saya pamit" ucap Tania pada Reno. Tapi dengan cepat Reno menjawab "Tunggu pan-pan". Mendengar nama "pan-pan" Tania langsung menghentikan langkah nya. "pan-pan" nama panggilan Tania dari Reno.
__ADS_1
Tania menelan ludah nya "Jangan nengok Tania, udah jalan saja" batin Tania melanjutkan langkah nya. Dengan langkah cepat Reno menghadang langkah Tania "Tunggu. Aku bilang tunggu apa kamu tidak bisa tunggu?". "Owh maaf tadi bapak memanggil saya? saya kira bapak memanggil orang lain jadi saya jalan saja" jawab Tania sambil menunduk. "Boleh ke tempat duduk di sana? Ada yang aku bicarakan sama kamu!" ucap Reno menunjuk tempat duduk di dekat ayunan yang dulu Tania sering gunakan. Tania bimbang, dia takut untuk bertemu Reno kembali. Tapi Reno sudah menarik lengan Tania dan membawa Tania ke tempat duduk yang di maksud.
__ADS_1
Sementara di taman Reno dan Tania hanya diam. Tania mulai bosan dengan ini dia pun langsung menuju ayunan dan Reno mengikuti Tania dengan duduk di ayunan sebelah nya. "Bapak mau bicara apa sama saya?" tanya Tania lebih dulu. Reno melihat wajah Tania dan berkata "Bisa tidak jangan panggil aku bapak? Ini bukan di sekolah. Jangan terlalu formal dengan ku". "Owh baik lah. Jadi saya harus panggil apa? Mas? Kak? atau ?" ucap Tania. "Moo. Aku mau kamu panggil nama itu lagi" jawab Reno membuat Tania tertawa. "Saya panggil anda dengan "Moo". itu panggilan yang sudah lama saya lupakan. Jadi mungkin akan lebih sulit buat saya. Oh ya mungkin dengan panggilan Kak saja, karena anda teman dari kakak saya Bagas" jawab Tania dengan sinis. Reno melihat kekesalan di wajah Tania membuat Reno menghela napas. Tania kesal dengan Reno tapi dia juga sebenarnya rindu dengan nya. Tania tidak bisa berdiam lagi, dia menghentikan ayunan nya lalu "Maaf saya harus pulang kak" ucap nya. "Tania, maafkan aku" ucap Reno membuat Tania lari dari hadapan Reno. Dia sudah tidak sanggup lagi mendengar suara Reno, karena akan membuat Tania mengingat semua kenangan masa kecil nya bersama Reno. Sampai rumah Tania masuk ke dalam kamar, mengunci nya lalu menangis. Menangis karena dia rindu dengan Reno tapi dia tidak bisa. Semua nya sekarang sudah berubah. Tania sudah tumbuh dewasa, begitu pun Reno.
__ADS_1