Air Mata Tania

Air Mata Tania
Mengantar Ke Bandara


__ADS_3

Selesai makan, seperti janji Reno ia akan mengantarkan Tania ke Bandara. Di dalam mobil Reno terus memegang tangan Tania. "Di sana kamu harus menuruti perkataan dokter, Bagas, ayah dan ibu. Harus selalu semangat minum obat dan vitamin nya agar cepat pulih kembali" kata Reno memberikan semangat pada sang kekasih. Tania pun tersenyum lalu memeluk lengan Reno. "Seandainya dulu kamu gak pergi dari aku. Pasti aku bisa lewati hari-hari ku penat dengan semangat. Tapi sekarang kamu hadir di sisi ku, aku bahagia. ma.." belum selesai Tania bicara Reno mencium kening nya. "Sudah sampai di terminal keberangkatan. Kamu turun dulu saja, aku mau cari parkiran dulu. Aku akan nyusul kamu" ucap Reno membuka pintu untuk Tania dan menurunkan kursi roda milik Tania. "Aku tidak mau pakai kursi roda ini. Aku bisa jalan" jawab Tania ngambek karena Reno menganggap Tania selemah itu. "Tapi tante dan om bilang kamu harus pakai kursi roda ini saat di bandara karena jarak lobby terminal keberangkatan dengan pintu masuk pesawat lumayan jauh. Mereka dan juga aku tidak mau kamu terlalu lelah untuk berjalam" ucap Reno dengan penuh kesabaran dan kelembutan. Akhirnya Tania menuruti perkataan Reno menggunakan kursi roda, lalu Reno pergi mencari parkir mobil.

__ADS_1


Tak beberapa lama Reno kembali dan melihat Tania sedang mengobrol dengan Bagas. Ternyata saat Reno pergi, Tania menghubungi Bagas kakak nya untuk menemui nya di lobby keberangkatan. "Bro, kelihatan nya bahagia banget nih. Pilihan mawar lo cantik banget" sindir Bagas pada Reno. Reno pun tertawa mendengar nya dan berkata "Mawar putih cantik kesukaan ade lo, sama cantik nya dengan ade lo". Bagas dan Tania yang mendengar nya pun tertawa "Tuh kan kak, temen kakak ini bisa aja gombal nya" ucap Tania. "Tapi kamu suka kan" ledek Reno sambil mengelus rambut Tania. "Udah dong jangan buat gue iri. Tambah miris nih gue liat nya" kata Bagas yang kala itu sedang patah hati karena putus dengan pacar nya. "Kakak kenapa sih sampe putus segala? emang kakak selingkuh?" tanya Tania. "Anak kecil gak boleh tahu" jawab Bagas memencet hidung adik nya. "Yuk masuk. Kalian harus serah kan barang-barang untuk taruh di bagasi kan. Lagian om sama tante pasti sudah nunggu kalian. Pesawat nya satu jam lagi" ucap Reno.

__ADS_1


Mereka bertiga pun pergi ke dalam untuk cek paspor, tiket dan barang-barang. Reno berpisah dengan Tania di pintu masuk. Tania sedih "Kamu harus sering-sering video call aku ya. Selalu kasih kabar ke aku" ucap Tania. "Iya sayang. Nanti aku pasti sering video call kamu dan kasih kabar. Tapi kalau kamu sedang pengobatan aku tidak bisa. Paling aku akan tanyakan kabar kamu ke Bagas" jawab Reno. "Kamu hati-hati ya di sana. Ingat pesan aku. Oke sayang" tambah Reno dan Tania menganggukkan kepala. "Ya ampun bro, lo bawel banget sih sama ade gue. Tenang aja gue, Bokap sama nyokap selalu ada di samping Tania" ucap Bagas pada Reno sambil merangkul pundak Reno. Sebelum nya Reno mengecup kening Tania sebagai tanda perpisahan mereka, karena mereka akan menjalani hubungan jarak jauh. Reno berjanji bila ada libur akan mengunjungi Tania di negeri sebrang sana. Tania dan Bagas masuk, sedangkan Reno menunggu mereka di lobby. Reno mengeluarkan ponsel dan melihat ada panggilan tidak terjawab. Saat dia menelepon kembali ternyata itu dari Erika. Tante Erika menanyakan kondisi Tania, karena dia menelepon ayah Tania dan ponsel Tania sedang tidak aktif. Reno memberikan alasan bahwa mereka sedang berlibur untuk memberikan waktu untuk Tania setelah di rawat tapi Reno tidak memberitahu di mana keadaan mereka. Erika pun mengerti akan alasan yang di berikan Reno. Tidak lama ada pesan dari Tania "Moo, aku berangkat ya. Kamu hati-hati di Jakarta. 🥰😘" isi pesan itu dengan tanda emot cium. Membuat Reno tertawa sendiri melihat pesan itu.

__ADS_1


__ADS_2