
Hanya beberapa jam pesawat Tania sudah mendarat di kota besar itu tempat pengobatan nya. Mereka mendarat pada pukul 11 malam. Setelah mengambil barang-barang mereka di jemput oleh teman nya ayah menuju apartemen. Apartemen dekat dengan Rumah Sakit di mana Tania akan menjalani pengobatan. Sesampai nya mereka di apartemen, ayah meminta Tania untuk istirahat karena besok Tania akan ada janji bertemu dokter spesialis yang akan menangani nya. Tania pun menuruti perkataan ayah, ia masuk ke dalam kamar. Tapi Tania masih rindu dengan Reno. Dia pun mencoba untuk mengirimkan pesan pada Reno berharap Reno membaca dan membalas nya "Moo, aku udah sampe apartemen. Apartemen nya nyaman, kata ayah dekat dengan rumah sakit yang nanti akan menjadi apartemen kedua ku di sini hahaha... kamu pasti sudah tidur ya? ya sudah met bobo sayang. aku kangen sama kamu 😘"
__ADS_1
Selesai mengirimkan pesan, ternyata Reno sendiri pun belum bisa tertidur. Ia melihat pesan masuk dan ternyata dari Tania. Dengan sigap Reno melakukan video call. Tania terkejut, dia tidak menyangka Reno belum tidur. Tania langsung menjawab nya "Hai" ucap Tania. "Hai sayang. Kamu kenapa belum tidur? Perjalanan jauh pasti buat kamu lelah" jawab Reno. "Aku kangen sama kamu moo. Seandainya kamu ada di sini. Pasti kamu akan terus jagain aku" kata Tania dengan suara manja. "Masa sih kamu kangen sama aku. Kan kita baru aja ketemu. Baru beberapa jam yang lalu. Hahaha..." ledek Reno sambil tertawa. "Ya udah ah aku mau tidur aja. Yang di kangenin gak peka. Jadi males. Udah ya aku matiin telpon nya" Tania ngambek karena ledekan Reno. "Ih... jangan dong sayang. Kalau ngambek gitu aku jadi pengen cepet-cepet ketemu kamu terus peluk kamu. Aku juga kangen kok sama kamu" jawab Reno menenangkan hati Tania. "Udah sekarang kamu cuci muka, ganti baju, gosok gigi terus bobo ya cantik. Besok kamu kan harus berangkat ke Rumah Sakit untuk melakukan pemeriksaan. Kamu harus tenang ya sayang. Jangan Stress. Ikutin perintah dokter supaya kamu cepet sembuh. Oke" tambah Reno pada kekasihnya Tania. "Siap sayang. Ya udah kamu juga tidur ya. Besok aku kabarin kamu lagi kalau sudah ketemu dokter. Met bobo sayang. Miss you.. bye.." jawab Tania sambil tersenyum pada Reno lalu menutup panggilan nya.
__ADS_1
Bagas yang daritadi mendengarkan adik nya sedang menelepon tersenyum bahagia. Karena Tania sudah bisa berdamai dengan Reno. "Semoga Reno membawa kebaikan untuk kamu dek" batin Bagas. "Tok..tok..tok" pintu kamar Tania di buka Bagas. "Ya ampun kamu belum tidur dek? Wajah nya ceria banget. Ehm.. tau deh yang lagi jatuh cinta mah" ledek Bagas. "Apaan sih kak, kayak lo gak pernah jatuh cinta aja" jawab Tania sambil berjalan ke toilet untuk mencuci wajah nya. "Dek, lo istirahat ya besok lo harus melakukan serangkaian pemeriksaan. Jangan Stress ya dek. Di bawa santai aja, oke!" ucap Bagas mengingatkan adik nya. "Bawel ih lo, kak. sama aja perkataan lo kayak Reno" jawab Tania selesai cuci muka. "Ya karena kami sayang sama lo dek. Jadi gue sama Reno pasti khawatir sama keadaan lo. Lo harus semangat" ucap Bagas sambil mengacak rambut adik nya itu. "Iya kakak ku sayang. Perkataan kakak dan reno sudah terekam di otak ku. Jadi sekarang tugas kalian hanya mendoakan gue aja, supaya gue bisa menjalani pengobatan ini dengan baik" jawab Tania sambil mendorong Bagas keluar dari kamar nya karena ia mau mengganti baju nya lalu tidur. Setelah mengusir Bagas, Tania tersenyum dan berkata dalam hati "Terimakasih ya Kak, karena berkat lo gue ketemu lagi sama Reno. Dan lo, Reno, ayah, dan ibu adalah orang yang ter The best dan paling gue sayang. Thanks to Allah sudah menghadirkan mereka di hidupku." Tania berbaring di tempat tidur nya, mematikan lampu, menatap langit-langit kamar lalu tertidur.
__ADS_1