Air Mata Tania

Air Mata Tania
Cafe Nia


__ADS_3

Maghrib pun tiba. Tania meminta izin kakak nya untuk keluar sebentar. "Kak, gue keluar sebentar ya mau ketemu Dafa" ucap Tania pada Bagas. Bagas di dalam kamar tidak mendengar ucapan adik nya karena sedang memakai earphone. Tania pamit pada pengurus rumah "mbak saya keluar sebentar ketemu Dafa ya" ucap nya. Sang pembantu pun hanya menganggukkan kepalanya. Tania keluar rumah dengan celana pendek, kaos oblong, sweater dan rambut di gerai. Sesampai nya di ropang dia mencari sosok Dafa tapi belum terlihat. Dafa sengaja datang sedikit terlambat agar sang pemilik Cafe bisa bertemu dengan Tania.

__ADS_1


Tania mengeluarkan ponsel nya. Dia mencoba menghubungi Dafa. Dafa lama mengangkat nya. Tiba-tiba sang pemilik keluar menghampiri Tania. "Selamat malam. ada yang bisa yang bantu?" ucap nya. Tania tanpa mengangkat kepala hanya menyebut nama pesanan nya "saya mau es jeruk dan indomie rebus kornet pake cabai rawit 3". Sang pemilik berucap "baik. pesanan akan di siapkan."

__ADS_1


Tak lama Tania memesan Dafa akhirnya datang. "Sory tan, gue telat. abis nganterin nyokap ke minimarket. lu udah pesen makan?" tanya Dafa. Tania dengan wajah yang cemberut berkata "lama banget sih lu. gue udah pesen duluan indomie kornet sama es jeruk. nanti lu yang bayar ya! hahahahaha..."

__ADS_1


Tania memberanikan diri memegang tangan pemilik Cafe itu. "Maaf tante, bisa duduk sebentar?" pinta Tania. Erika pun kaget mendengar ucapan Tania. "Maaf, saya tidak bisa. karena banyak pesanan yang belum di kerjakan, karyawan ada 1 yang tidak masuk. Maaf ya nak, nak Dafa" ucap Erika langsung melepaskan tangan Tania sambil tersenyum. Jantung erika berdegup sangat kencang. Baru kali ini dia di pegang oleh anak nya sendiri. Anak yang selama ini hanya dia lihat dari jauh. Anak yang tidak dapat dia temui. "Maaf nak. Maafkan ibu" langkah kaki erika lemas seketika, air mata nya pun tidak dapat di tahan lagi. Di dapur erika menangis, lalu ada seorang pegawai masih muda yang mendekati nya "Bu, ibu kenapa menangis?" ucap nya. Erika menyeka air mata nya "Tidak nak, tidak ada apa-apa. Mari kita lanjut membuat pesanan untuk pelanggan yang lain. Mereka pasti sudah menunggu" jawab Erika berusaha untuk tegar. Sementara itu Tania masih dalam keadaan melamun. Dafa yang melihat itu langsung mengagetkan nya "Tania... tania... kok lo bengong aja sih. Kenapa Tan? Lo udah percaya sekarang sama kata-kata gue?" tanya Dafa. Tania hanya menganggukkan kepala nya. Dia pun tidak dapat berkata apa-apa. Dafa membiarkan Tania, dia lanjut dengan makanan nya. Tiba-tiba Tania bicara "Dafa, lo mau gak temenin gue di sini sampai sepi? terus kita ngomong sama pemilik Cafe ini?". Giliran Dafa yang di buat kaget oleh Tania. "Gila lo ya. ini Cafe tutup jam 12 Tan. Nanti di sangka gue nyulik lo lagi. Gak ah. Lagian nih ya besok kita kan sekolah. Atau besok aja kita ke sini lagi. Gue temenin deh kan besok nya lagi libur. Tapi izin dulu sama pacar lo. Yang ada dia ngamuk lagi sama gue kalau tau cewe nya pergi sama cowo lain. Hahahaha..." jawab Dafa. Tania tidak berpikir ke arah kekasih nya yang di pikiran nya hanya pemilik Cafe itu. "Bener ya Daf besok lo temenin gue?" tanya Tania lagi dan Dafa hanya menjawab dengan anggukan dan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2