Air Mata Tania

Air Mata Tania
Di antar Davin


__ADS_3

Tania duduk di pinggir lapangan. Dia salah tingkah saat di berikan minum oleh Davin. Salah tingkah nya kali ini bukan karena rasa suka Tania tapi karena Davin adalah sepupu Reno. Tania memerhatikan Davin terus tanpa sadar ada pria di samping nya. "Pan-pan" panggil pria itu. Tania menoleh dengan saat seseorang memanggil nya seperti itu. Reno. Tania segera menjauh dari Reno. Tapi lengan Tania di tahan oleh Reno. "Aku mohon jangan menghindar" ucap Reno pada Tania dan membuat Tania duduk kembali. Dia tidak mau kalau Reno sampai salah sangka pada dirinya, Tania mencoba menerima Reno duduk di samping nya. "Kamu lagi perhatiin siapa? Daritadi aku lihat wajah kamu merah" tanya Reno. "Davin. Kenapa?" ucap Tania singkat. "Oh.. Davin. Dia sepupu aku loh. Kamu suka sama dia?" tanya Reno kembali. "Oh ya dia sepupu sama pak Reno. Iya aku suka sama dia pak. Udah putih, tinggi, tampan, kapten basket lagi" jawab Tania sengaja. Tania berpura-pura tidak tahu kalau Davin sepupu Reno. "Tania, bisa tidak kalau di luar seperti ini panggil aku tanpa sebutan Pak? saya masih belum punya anak jadi belum menjadi bapak-bapak." tanya Reno karena risih dengan sebutan Pak dari Tania sambil tersenyum.

__ADS_1


Tania bingung kenapa Reno tersenyum, dengan dia tersenyum hati Tania seakan meleleh. "Oke. saya panggil kak saja, sama seperti saya panggil kak bagas" ucap Tania membuat Reno hampir putus asa. Reno berharap di panggil dengan sebutan "moo" oleh Tania, tapi seperti nya Tania sudah tidak menginginkan. "Tania, aku ingin minta maaf" ucap Reno pada Tania. "Minta maaf kenapa kak? Seperti nya kakak tidak punya salah sama saya!" jawab Tania sedikit jutek. "Aku minta maaf karena sudah menghilang dan tidak pernah memberi kabar kepada kamu. Dan datang di saat kamu sudah dewasa, bertemu kamu pun di sekolah" ucap Reno memegang tangan Tania. Tania melepaskan pegangan Reno "Sudah berlalu. Kalau kak reno menjelaskan juga sudah terjadi semua nya. Jadi lebih baik tidak perlu di jelaskan" jawab Tania sambil berdiri dan berjalan menuju ke Bagas. "Kak, gue mau balik ya. Gue ngantuk" ucap Tania pada Bagas menganggukkan kepala. "Gue anterin ya Tan" sahut Davin saat mendengar Tania ingin pulang. Reno yang melihat Tania di antar oleh Davin hanya dapat menelan ludah.

__ADS_1


Dalam perjalanan pulang ke rumah Tania, Davin bertanya "Tania, maaf kalau kamu ada waktu boleh gak aku ajak keluar?" Tania bingung maksud Davin bagaimana, apa Davin mengajak nya kencan. "Maksud nya gimana Dav? Kalau kamu ajak aku keluar nanti yang ada fans kamu marah sama aku. Hahahaha" jawab Tania sambil tertawa meledek Davin. "Ah kamu bisa saja Tania. Gimana? Kamu bisa gak?" tanya Davin kembali. "Hhmm... boleh. Emang mau kemana Dav?" Tania menanyakan tujuan nya. "Kita nonton yuk. abis itu kita makan atau mau main game?" Davin mengungkapkan keinginan nya. "Boleh. Kapan Dav?" tanya Tania lagi. "Boleh aku minta nomor ponsel mu? Biar nanti kita enak buat janji nya" ucap Davin sambil memberikan ponsel nya pada Tania. Tania memasukkan nomor ponsel nya. "Kalau aku kirim pesan gak ada yang marah kan Tan?" tanya Davin sambil tersenyum pada Tania. "Hahaha.. Tidak Davin. Aku masih sendiri" Tania tertawa mendengar pertanyaan Davin. Tak terasa sudah sampai depan rumah Tania. "Davin, terimakasih ya sudah di temani. Kamu hati-hati ya di jalan. Kamu berani kan pulang sendiri? Hehehe" ucap Tania pada Davin sambil meledek Davin. Rumah Davin dan Tania hanya berbeda beberapa blok saja. Jadi mereka pulang bisa bersama. "Ya ampun Tania. Bisa lah aku pulang sendiri. Emang aku anak kecil yang takut pulang sendiri. Hahaha.. Ya sudah kamu masuk dulu nanti aku baru jalan pulang" jawab Davin pada Tania. "Baiklah. Selamat Malam Davin"ucap Tania pada Davin sambil tersenyum dan Davin pun membalas senyuman Tania. Tania pun masuk ke dalam rumah dan Davin baru berjalan pulang ke rumah nya.

__ADS_1


__ADS_2