
Beberapa saat Tania mulai sadar. Bagas memanggil dokter dan segera dokter memeriksa nya. "Keadaan Tania sudah membaik. Oksigen akan saya lepas ya pak. Tolong di jaga baik-baik, untuk sementara jangan di beritahukan kabar yang membuat dia terkejut atau stress" ucap dokter. "Baik dok. Dok, bagaimana kalau Tania saya bawa untuk berobat ke Malaysia? kebetulan ada saudara juga dokter di sana" tanya ayah. "Silahkan saja pak. kalau memang menurut keluarga bapak itu terbaik" jawab dokter Tania. "Kira-kira kapan bisa Tania untuk keluar rumah sakit dok?" tanya ayah kembali. "Kita lihat 2 hari kedepan ya pak. Kalau kondisi Tania semakin membaik, Tania boleh pulang" jawab dokter dengan keyakinan. "Terimakasih dokter untuk penjelasan nya dan perawatan untuk Tania" ayah berjabat tangan dengan dokter. Dokter pun membalas jabatan tangan ayah "Sama-sama pak. Memang sudah menjadi tugas saya memberikan pelayanan terbaik untuk setiap pasien" jawab nya.
__ADS_1
Setelah dokter keluar, ayah langsung menelepon dokter yang ada di Malaysia. Pihak mereka memberikan semua syarat agar Tania dapat di berobat ke sana dan dokter di sana meminta riwayat Tania di kirimkan melalui email agar mereka bisa mempelajari lebih lanjut. Ayah dan Ibu Tania sangat sibuk menyiapkan semuanya. Mereka meminta Bagas dan Reno untuk menjaga Tania secara bergantian. "Lo pulang aja bro. Biar Tania gue yang jaga. Lagian lo kan harus istirahat dan temenin Tania saat berobat di luar sana. Gue titip Tania ya bro. Sering-sering video call gue biar gue tau keadaan Tania bagaimana di sana" ucap Reno. Malam ini terakhir Reno menjaga Tania, karena besok Tania sudah harus keluar dari rumah sakit dan lusa Tania akan berangkat keluar untuk berobat.
__ADS_1
"Santai aja bro. Gue kan kakak nya udah pasti gue selalu jaga ade gue lah. Nanti gue akan selalu hubungi lo deh untuk kasih tahu keadaan Tania. Ngomong-ngomong segitu sayang nya lo sama adek gue? Lo yakin bisa terima dia?" jawab Bagas. Pertanyaan yang di keluarkan Bagas membuat hati Reno merasa sedih. "Kenapa sampai Bagas gak percaya kalau gue bisa terima Tania apa adanya dan gue tulus sayang sama dia" batin Reno. "Woi.. jawab kali pertanyaan gue. Bengong lagi aja lo" sindir Bagas. "Gue tulus sayang sama adik lo dan gue yakin dengan ketulusan sayang gue, gue bisa terima adik lo" jawab Reno dengan tegas. Mendengar jawaban Reno, Bagas hanya tersenyum.
__ADS_1
Setelah pembicaraan itu Bagas pun pulang ke rumah dan mempercayai Reno untuk menjaga Tania. Reno kembali masuk kedalam ruangan Tania. Dia melihat Tania sudah sehat kembali dan ceria lagi. Membuat hati nya merasa sedikit tenang dengan kondisi Tania. "Tania, ada yang mau aku omongin. Boleh kan aku ngomong sama kamu?" tanya Reno. "Apa sih kak? Dari kamu jaga aku pertama kali sampai sekarang memang aku pernah larang kamu ngomong?" jawab Tania sambil tertawa kecil dan Reno pun ikut tertawa. "Tania, aku tulus sayang sama kamu. Dan aku akan menunggu kamu sampai pengobatan mu selesai dan kamu kembali ke sini lagi" ucap Reno serius membuat wajah Tania memerah dan terpancar raut wajah sedih. "Kamu ngomong apa sih kak? Lebih baik kita berteman saja kak. Aku gak mau nanti kamu kecewa dengan keadaan aku yang seperti ini. Yang mungkin aku pun tidak tahu dapat bertahan hidup atau tidak" jawab Tania dengan mata berkaca-kaca. Reno memeluk dan mencium bibir lembut Tania. "Jangan berkata seperti itu Tania. Kamu harus yakin kalau kamu pasti akan sembuh. Kita semua sama-sama berdoa supaya pengobatan kamu berjalan lancar di sana. Aku benar-benar sayang sama kamu Tania" ucap Reno kembali dengan memandang mata Tania. Tania tersenyum dengan air mata menetes di pipi nya.
__ADS_1