
Keesokan pagi nya seperti biasa Tania bangun selalu terlambat. Kali ini Dafa sudah berangkat terlebih dulu ke sekolah karena dia harus melakukan tugas piket kelas. "Tania, lo gak mau bangun? udah hampir setengah 7 ini" ucap Bagas sambil membuka selimut Tania. Bagas akhirnya yang membangunkan Tania dengan ancaman "Lo mau gue yang ke sekolah lo atau ibu yang ke sekolah lo?" Tania langsung bangun dan bergegas ke kamar mandi "iya.. iya gue mandi kak. lo tega banget sih kak. Sebentar 10 menit. Oke!" ucap Tania buru-buru. "10 menit lo mandi apa kaga? Dasar jorok!" jawab Bagas sambil berjalan menuju meja belajar Tania. Dari dalam kamar mandi Tania teriak "mandi lah kak. emang gue kayak lo, mau pergi pacaran aja gak mandi cuma semprot parfum doang. hahahaha" Bagas tidak menjawab, karena Bagas melihat foto kecil adik nya bersama dengan teman nya. "Ini bukan nya Reno? Sejak kapan Tania dekat dengan Reno? Kok gue gak sadar" gumam Bagas. Reno teman bermain Bagas, dia selalu saja menjadi orang yang pendiam setiap kali bermain dengan teman lainnya. Maka dari itu Bagas yang selalu mengajak Reno bermain lebih dulu. Sampai akhir nya Reno pindah ke Jambi, Bagas baru tahu dari tetangga nya Reno kalau ibunya Reno meninggal dan ingin di makamkan di kampung halaman nya. Sampai sekarang pun Bagas tidak pernah mendengar kabar Reno sama sekali.
Tania selesai mandi, dia melihat kakak nya ada di meja belajar nya dan memegang foto "ngapain lo kak? gue kira lo udah keluar kamar gue" tanya Tania sambil mengambil baju seragam nya dan masuk kembali ke kamar mandi mengganti pakaian nya. "Dek, ini yang foto sama lo temen lama gue si Reno kan? Sejak kapan lo berteman sama dia?" tanya balik Bagas ke Tania. Tania keluar dari kamar mandi lalu mendekat ke arah kakak nya "iya itu Reno temen lo kak. Dulu dia selalu ngehibur gue pas gue di omelin ibu atau di ejek sama temen-temen gue karena gue gak punya temen. Tapi gue gak tau kak, apa kabar temen lo itu!". Bagas mengira kalau Tania tahu di mana, tapi ternyata dia juga tidak tahu. "Ayo kak berangkat, tinggal 10 menit lagi kelas gue di mulai" ajak Tania pada Bagas. Bagas pun bergegas menyalakan mesin motor nya dan mereka berangkat ke sekolah Tania. "Kak, lo langsung naik aja ke lantai 3 aja ya. Gue mau taruh tas dulu ke kelas. Nanti gue susul di ruang bimbingan" ucap Tania pada Bagas sambil berjalan ke kelas dan Bagas menuju lantai 3. Sampai depan ruang bimbingan Bagas mengetuk pintu dan membuka nya "permisi... selamat pagi pak" ucap Bagas. Reno yang sedang menulis langsung mengangkat kepala nya dan menjawab "Ya selamat pagi silahkan masuk.." Reno mengenali Bagas, Bagas kakak Tania. Dan Bagas pun mengenali Reno karena wajah Reno tidak banyak berubah. "Maaf... lo Reno kan? Reno Oktavian? Gue Bagas. Bagas Setiawan, temen lo waktu SD. Inget gak lo?" ucap Bagas sambil menutup pintu ruang bimbingan. "Muka lo banyak berubah ya Bagas. Lo ngapain di sini?" tanya Reno. "Lah, lo yang manggil gue ke sini. Eh maksud nya Tania, adik gue kan lo hukum. Katanya suruh panggil orang tua" jawab Bagas sambil tertawa. Tania yang baru saja sampai di lantai 3 bingung "kenapa kak bagas tertawa seperti di ruang bimbingan?" gumam Tania di luar pintu ruang bimbingan. "Tok.. Tok... permisi" Tania membuka pintu. "Nah.. ini loh Tania adik gue. Masa lo lupa Ren? Foto lo berdua Tania aja waktu kecil masih di simpen sama Tania" ucap Bagas membuat Tania malu. "Tunggu kak. Maksud kakak dia itu kak Reno temen lama kakak itu?" tanya Tania membuat Bagas menganggukkan kepala nya. Tania tidak menyangka bisa bertemu dengan Reno lagi. Tapi kali ini Reno malah jadi guru pembimbing dia dan kemarin baru saja menghukum Tania dan sekaligus menyelamatkan Tania. Tania malu dia segera keluar ruangan itu "Maaf saya permisi. Ada kelas. Kak, lo masih di sini kan? Gue balik ke kelas lagi!" ucap Tania buru-buru dan panik. Membuat Bagas dan Reno pun bingung.