Air Mata Tania

Air Mata Tania
Meminta Bantuan Dafa


__ADS_3

Dafa berangkat sekolah sendiri. Sebelum nya dia mengirimkan pesan pada Tania bahwa setelah maghrib dia menunggu Tania di Cafe. Tania belum menjawab pesan dari Dafa. Seperti biasa Dafa berangkat melewati rumah Tania, dan melihat pemandangan Tania di jemput oleh Davin. Rasa sakit itu muncul kembali, tapi Dafa hanya dapat memendam perasaan nya. Dafa berjalan dengan cepat agar seolah tidak melihat Tania dan Davin. Dafa sampai di sekolah, dia melihat ponsel nya ada pesan masuk. Ya pesan dari Tania yang bertuliskan "oke. gue udah izin sama pacar gue kalau kita mau ke Cafe". "Gila ya ke Cafe aja harus izin sama pacar nya. Ya ampun gue udah berteman dulu kali sama dia sebelum lu berdua pacaran" gerutu Dafa.

__ADS_1


Bel masuk sekolah pun berbunyi, Dafa segera berlari untuk masuk kelas. Sebelum masuk Dafa di hentikan oleh Reno, guru pembimbing mereka. "Bisa saya bicara dengan kamu Dafa?" tanya Reno pada Dafa. "Tapi pak.. kelas saya sudah mau di mulai. Hari ini ada ujian harian" jawab Dafa. "Oke... istirahat temui saya di lantai 3" ucap Reno kembali. Dafa hanya menganggukkan kepala nya lalu masuk ke dalam kelas. Seperti biasa Dafa menjadi panutan teman-teman sekelas nya ketika sedang ada ujian. Teman-teman nya selalu mengandalkan jawaban dari Dafa. Dafa termasuk siswa yang pandai di sekolah dan di kelas nya. Ujian pun di mulai, seperti biasa Dafa selalu cepat mengerjakan soal-soal ujian nya. Teman sebangku nya melihat jawaban dafa dan memberitahu kepada 1 kelas. Selesai ujian Dafa pergi ke lantai 3 untuk menemui Reno guru pembimbing. Dafa tidak mengerti kenapa gurunya memanggil. Dafa mengetuk pintu ruangan Reno "Permisi pak". Dari dalam Reno mempersilakan Dafa untuk masuk. "Ada apa Bapak memanggil saya?" tanya Dafa. "Duduk" ucap Reno. Dafa mengikuti perintah Reno untuk duduk. "Kamu dekat dengan Tania kan?" tanya Reno. "Iya pak. Ada apa ya?" jawab Dafa. "Jadi gini... saya bermaksud untuk bertanya nomor ponsel Tania. Karena ada sesuatu yang harus saya sampaikan sama dia. Saya sudah bertanya pada Bagas tapi Bagas tidak ingin memberi tahu nomor ponsel Tania pada saya. Apa boleh kamu bantu saya?" ucap Reno pada Dafa.

__ADS_1


Dafa terkejut mendengar permintaan Reno, "tapi maaf pak, memang ada hal apa yang mau bapak sampaikan? dan memang ada hubungan apa bapak dengan Tania?" selidik Dafa. "Cerita nya cukup panjang. Tapi saya ingin memberitahu intinya saja. Jadi dulu saya dan Tania sempat dekat saat masih kecil karena saya dan Bagas berteman lama. Tapi saya mengingkari janji saya untuk terus bersama Tania. Saya harus pergi keluar kota dan tidak pernah menghubungi Bagas maupun Tania. Saat saya kembali ke Jakarta dan bekerja di sekolah ini saya bahagia karena melihat Tania tapi saya merasa bersalah oleh karena kenangan dulu. Maka dari itu saya ingin menebus rasa bersalah saya yang dulu pada Tania. Boleh saya minta nomor ponsel nya ke kamu? tanya Reno. Dafa berpikir panjang, dia takut melakukan kesalahan. Dafa pun takut Tania marah padanya kalau memberikan nomor ponsel pada Reno. "Hhmm... maaf pak seperti saya tidak bisa memberikan nomor ponsel Tania. Saya takut Tania akan marah pada saya kalau memberikan nomor ponsel nya pada Bapak" jawab Dafa. "Saya mohon Dafa. saya minta bantuan dari kamu. Saya tidak tahu lagi harus bagaimana agar bisa tahu nomor ponsel Tania" ucap Reno dengan wajah memelas pada Dafa. Akhirnya Dafa memberikan nomor ponsel Tania pada Reno tapi Dafa pun memohon dengan sangat agar Reno tidak memberi tahu pada Tania kalau dirinya lah yang memberikan nomor ponsel Tania. Reno pun menyetujui nya dan mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan Dafa pada nya. Dafa pun turun kembali ke kelas nya. Saat turun dia melihat Tania sedang melamun di depan ruang kelas dengan tatapan menuju lapangan basket. Dafa mendekati Tania dan menegurnya "Hei... bengong aja lo Tan". Tania kaget mendengar sapaan dari Dafa. "Eh kaget gue. Lo darimana Daf?" tanya Tania. "Gue dari kantin. lo ngapain bengong sendirian di sini sambil ngeliat lapangan basket? cowo lo mana?" ucap Dafa pada Tania. Tania dengan raut wajah kesal menunjuk cowo yang sedang bermain basket di sana "tuh. lagi main basket. sambil di sorakin sama cewek-cewek genit" Dafa mendengar nada bicara Tania seperti malah tertawa "Hahahaha... lo cemburu Tan? Ya elah... baru kali ini gue liat temen gue cemburu" ledek Dafa. "Sial lu Dafa. Ngeledekin gue aja. Udah sana balik lagi ke kelas. udah bel masuk tuh" jawab Tania kesal. "Iya... iya sorry deh. Ya udah gue masuk kelas dulu ya. Jangan lupa nanti malem gue tunggu di ropang" ucap Dafa sambil meninggalkan Tania.

__ADS_1


__ADS_2