
Ayah dan Bagas mengikuti suster yang membawa Tania ke kamar rawat. Di sana Tania terlihat pucat sekali. "Pak, dokter sebentar lagi akan visit. Mohon Bapak tunggu dokter sebentar ya. Karena dokter akan memberikan penjelasan mengenai sakit nona Tania" ucap perawat dengan sopan. "Baik suster. saya akan tunggu" jawab Ayah pada perawat itu. Perawat pun keluar menuju meja perawat. Tak lama dokter menghampiri perawat itu "Pasien Tania sudah di kamar nya? Apakah ada orang tuanya suster?". "Pasien atas nama nona Tania sudah ada di dalam kamar perawatan dok. Ayah nya sedang menunggu dok. Tadi sudah saya sampaikan bahwa dokter ingin membicarakan sesuatu" jawab perawat tadi. Dokter melihat resume Tania dan berjalan menuju kamar rawat Tania bersama dengan suster. "Selamat malam Pak!" ucap dokter itu. "Malam dok. Silahkan dok" jawab Bagas. Ayah yang sedang duduk di samping Tania pun berdiri mempersilahkan dokter memeriksa kembali keadaan Tania. "Suster tolong di berikan cairan untuk penurunan demam nya, setelah itu tolong di berikan cairan vitamin. Untuk obatnya nanti saya jelaskan" ucap dokter pada suster itu. Suster pun dengan cepat menulis nya di dalam buku resume. "Maaf pak. Tania hb nya sangat drop ada di angka 4 sedangkan normal nya untuk wanita di angka 12. Kita akan melakukan transfusi untuk Tania setelah obat demam nya habis. Dan kebetulan stok darah kita untuk golongan Tania kosong, Apakah Bapak bersedia mendonorkan darah?" ucap sang dokter. Ayah dan Bagas yang mendengar pernyataan dokter langsung terkejut dan bertanya "Apa penyebab hb anak saya drop dok? Dan apa golongan darah anak saya?". "Kita ingin meminta izin kepada bapak untuk melakukan skrining pada darah Tania. Karena kita takutkan ada kelainan pada darah putri bapak. Untuk golongan darah Tania yaitu A+. Bila bapak bersedia mendonorkan darah mari ikut saya, nanti kita akan jelaskan untuk prosedur nya" jelas Dokter itu. "Sebentar dok saya menyusul. Saya akan tanya keluarga saya apakah ada yang berdarah A+. Karena saya dan putra saya bergolongan darah O+" ucap ayah sambil mengeluarkan ponsel nya. Dokter hanya menganggukkan kepala nya, lalu menuju keluar bersama dengan suster.
__ADS_1
"Ayah, coba Bagas tanya ke teman-teman ya. Siapa tau mereka ada yang golongan darah nya sama dengan Tania" ucap Bagas. "Iya nak, ayah juga mau tanya ke ibu dan teman-teman ayah. Siapa tau mereka mau membantu ayah?" jawab sang ayah. Akhirnya Bagas dan Ayah mencoba menghubungi teman-teman nya. Reno mendapatkan kabar ini dia langsung menjawab permintaan Bagas dan membalas chat nya Bagas "Bro, gue darah A+. Gue siap buat donorin ke Tania. Kapan gue harus ke sana?". Bagas mendapatkan juga respon dari teman-teman nya yang lain. Teman-teman nya banyak yang bergolongan darah O+, hanya beberapa orang yang mempunyai darah sama dengan Tania. Dan pacar nya Bagas pun ternyata A+. Akhirnya Bagas meminta bantuan kekasih nya untuk mendonorkan darah nya untuk Tania. Dan kekasihnya pun bersedia. Sementara itu Bagas juga merespon balasan pesan Reno "Beneran lo bro? kalau memang lo ikhlas mau bantuin gue, tolong dateng sekarang ya bro. Tania hanya punya hb di angka 4. sedangkan normal nya 12. Gue makasih banyak sama lo bro." Reno yang mendapat balasan seperti itu langsung bergegas ke rumah sakit lagi, padahal dia sendiri baru saja selesai mandi. "Demi Tania gue akan lakukan apapun" batin Reno.
__ADS_1
Sang ayah yang mencoba bertanya pada istri nya tidak mendapat respon apa-apa. Ayah juga mendapatkan bantuan darah dari beberapa sahabat nya. Ayah meminta mereka untuk datang sekarang ke rumah sakit dan teman-teman ayah bersedia. Tak lama suster pun masuk ke dalam kamar perawatan Tania dengan membawa surat pernyataan untuk transfusi dan surat pernyataan untuk membawa contoh darah Tania ke pusat penelitian darah. Ayah pun memberikan tanda tangan dan menyetujui nya. Suster memberikan infus obat penurun demam pada Tania. Da menyiapkan infus vitamin di samping nya. "Baik kalau bapak sudah menyetujui nya nanti kami akan mengurusnya. Dan siapa yang akan mendonorkan darah nya?" tanya suster pada Ayah Tania. "bisa tunggu sebentar sus? karena yang ingin mendonorkan darah sedang jalan menuju rumah sakit. bila sudah ada pendonor nya akan saya kabari ke suster" jawab Ayah. "Baik pak. nanti bapak tinggal ke meja perawat saja ya, nanti akan saya beritahukan langkah selanjutnya untuk pendonor" ucap Suster pada Ayah Tania.
__ADS_1