Air Mata Tania

Air Mata Tania
Merawat TANIA (1)


__ADS_3

Tania akhirnya berhenti menangis. Reno melepaskan pelukan nya. "Sekarang sudah larut malam. Kamu harus istirahat. Besok pagi kamu harus di transfusi" ucap Reno. "Memang aku kenapa kak? kenapa aku harus di transfusi?" tanya Tania. "Sakit apa belum pasti karena sedang di cek. Tapi hb kamu sangat drop makanya kamu harus menerima darah orang lain" jelas Reno. Tania memandang wajah Reno yang tampan sampai membuat Reno salah tingkah. "Kenapa kamu melihat aku kayak gitu? Hati-hati loh nanti kamu jatuh cinta sama aku. Hahaha" ucap Reno sambil meledek Tania. "Kak, terimakasih sudah perhatian sama aku" jawab Tania. Reno tidak menjawab dia hanya tersenyum tipis. "Aku masih menyimpan rasa itu Tania. Aku menganggap mu lebih dari adik sahabat ku. Seandainya kamu tahu..." batin Reno.

__ADS_1


Keesokan pagi nya tepat nya subuh, Reno pamit pada Tania. "Tania, aku pamit dulu ya. Aku harus ke sekolah untuk mengajukan cuti agar aku dapat merawat mu di sini. Sekalian aku akan bawa baju ku ke sini. Kamu kalau perlu apa-apa tekan tombol ini saja ya" ucap Reno. "Kamu ngapain kak bawa baju segala? mau pindah ke sini kamu kak. Hahaha" jawab Tania sambil tertawa. "Sekarang kamu sudah pandai meledek aku ya Tania" Reno mencubit pipi gembul Tania. Mata mereka pun bertatapan, membuat Tania salah tingkah. Reno mendaratkan cium di kening nya. Pipi Tania berubah menjadi semu merah. Reno tertawa melihat pipi Tania yang memerah.

__ADS_1


Reno keluar dari kamar Tania menuju meja perawat "Maaf suster tolong titip pasien Tania ya. Saya mau ambil baju dulu. Terimakasih suster" ucap Reno. "Owh iya Pak, sama-sama. Ya ampun segitu peduli sama pacar nya" jawab Suster itu sambil tersenyum. Reno hanya tersenyum mendengar suster itu berkata. Pada saat di lobby Rumah Sakit, Reno tidak sengaja bertemu dengan sepupu nya Davin keluar dari IGD. "Davin... Ngapain kamu di sini?" tanya Reno. Davin hanya diam saja. Wajah nya pucat, ada sedikit luka pada tubuh nya. Lama Davin terdiam, Reno ingin pergi meninggalkan dia sendiri tiba-tiba Davin berkata "Aku dan Jehan kecelakaan. Sekarang Jehan sedang dalam perawatan intensif karena dia yang paling parah" jawab Davin. Reno terkejut. Dia tidak bisa berkata apa-apa. "Terus kamu tidak apa-apa? Bagaimana bisa terjadi kayak gini sih DAVIN? Kamu balapan liar lagi? Tidak ada kapok nya ya kamu. Saya kira dengan kamu jadi Kapten basket, kamu akan meninggalkan balapan liar itu!" Reno marah serta mengkhawatirkan Davin dan Jehan. Reno melihat jam tangan nya menunjukkan pukul setengah 7 pagi. Reno berpikir sudah terlambat dia ke sekolah. Akhirnya memutuskan untuk menelepon ke pihak sekolah memberitahu bahwa dia dan Davin tidak dapat ke sekolah karena urusan tertentu. Pihak sekolah pun memberikan cuti pada Reno. Reno menelepon Ibu nya Davin yang masih punya hubungan saudara dengan Reno. "Mbak, ini Davin ada di rumah sakit. Dia mengalami kecelakaan. Selain Davin dia bersama dengan kekasih nya namanya Jehan. Jehan harus mendapatkan perawatan intensif. Sedangkan Davin hanya luka-luka. Aku harap Mbak dan Mas bisa datang ke rumah sakit. Nanti aku kirim alamat rumah sakit nya" ucap Reno yang membuat orang tua Davin panik lalu segera berangkat menuju rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2