Akhir Sebuah Kisah

Akhir Sebuah Kisah
S1 | Orang Baru


__ADS_3

Seperti kata pepatah, bagi kedua insan yang tengah jatuh cinta, dunia bagaikan milik berdua. Yang lain mah ngontrak! Itulah yang dirasakan oleh Defri dan Ashila. Keduanya saling berbincang dengan penuh keharmonisan dihadapan dua perempuan yang tengah mengalami kegalauan akut.


"Dasar sahabat gak ada akhlak! Bisa-bisanya nyuruh gue menyaksikan kebucinan mereka," Aisyah mendengus kesal.


"Au tu anak! Pake alasan biar kaga ada fitnah lagi! Panas kaliii..." kesal Nabila. "Udah capek bantuin masak, sekarang suruh liatin orang bucin! Dikasih hati minta mati emang tu anak!"


Ashila mendelik, karena ucapan kedua sahabatnya itu terdengar di telinga mereka. "Jangan ngedumel ye! Mbok yang ikhlas gitu loh! Gue juga kan suka temenin kalian bucinan dulu!" tegur Ashila membuat Defri terkekeh.


"Yaudah.. Kasian sahabat-sahabat kamu! Mas pulang ya? Mas bekel nih makanan nya buat nanti sama yanh lain," ucap Defri sambil mengelus punggung tangan Ashila.


"Hissshh.. Yaudah deh.. Hati-hati ya, Mas! Aku anter ke depan ya!" Defri menganggukkan kepalanya. Tak lupa dia pun berpamitan pada Aisyah dan juga Nabila.


Sepanjang jalan, hati Defri begitu bahagia. Dia menatap kotak-kotak makan itu dengan binar bahagia. Namun juga sesekali tertawa karena mengingat ucapan sang kekasih.


'Tupperware nya jangan sampe ilang ya, Mas! Bu Halimah bisa ceramah tiga hari tiga malem! Bahaya!'


Sesampainya dirumah dinas, dia membuka kotak makan itu. Riki yang baru saja mandi, tertegun saat melihat makanan favorite nya. Tempe bacem beserta ayam kecap, hanya Nabila yang tau makanan kesukaannya.


"Kamu beli dimana ini?" tanya Riki pada Defri.


"Astagfirullah, kaget saya Bang!" Defri tersentak kaget, dia tak melihat Riki karena sibuk memotret hasil makanan kekasihnya. "Tadi saya dari Alunara, ini masakan buatan Cila sama sahabat-sahabatnya."


Deg!


"Ilaa? Dia yang buat ini?" tanya Riki memastikan.


Defri mengedikkan bahunya, "Mungkin.. Gak tau lah, Bang! Wong tadi saya numpang tidur, pas bangun ternyata bau masakan. Dan Cila yang masak.."


Tanpa meminta persetujuang Defri, Riki membawa kotak tupperware berisi bacem tempe dan ayam kecap itu kedalam kamarnya.


"Bang! Mau dibawa kemana makananku? Duhhh.. Bang!" Defri mengikuti Riki untuk mengambil kotak makan itu.


"Ini buat saya saja! Kamu sudah banyak makanan! Udah sana!" usir Riki, Defri hanya bisa menggerutu kesal.


Arya baru saja tiba di rumah dinasnya, dia langsung menuju dapur dan meneguk segelas air putih hingga tandas. Dia keheranan saat melihat Defri mendumel sendiri.


"Kenapa kamu, Def? Kok ngedumel gitu?" tanya Arya yang kembali mengagetkan Defri.


"Astagfirullah! Mbok ya assalamualaikum dulu gitu pot! Udah kayak dedemit aja kalian dirumah ini," kesal Defri namun membuat Arya menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Saya kan non muslim, Def! Masa iya harus bilang assalamualaikum!" ucap Arya membuat Defri menepuk jidatnya sendiri.


"Iya juga ya! Ah semua gara-gara Bang Riki! Aku tadi dari kosan Cila, dimasakin makanan. Ehhh.. Dia bawa tempe bacem sama ayam kecapku.." kesal Defri.

__ADS_1


Arya hanya manggut-manggut saja, lalu dia melihat kotak tupperware berisi udang asam manis dan juga oseng brokoli jagung. Itu adalah makanan favorite Arya, bukan hal yang aneh tapi mata Arya berkaca-kaca. Arya mengulurkan tangan untuk mengambil kotak makan itu, namun ditepis oleh Defri.


"Kalo kamu mau, ya izin dulu toh! Nanti juga saya bagi, Arya!" Defri segera mengambil piring dan mengisinya dengan nasi. Lalu memberikan udang asam manis juga oseng brokoli jagung diatasnya. "Nih makan!"


Arya menerimanya dengan mata berkaca-kaca, "Ternyata kamu masih selalu mengingat semua tentangku, Aisyah." lirih Arya sambil memasukan sesuap demi sesuap nasi kedalam mulutnya. "Jangan pernah lupakan kisah indah kita, Aisyah.. Walaupun aku tak lagi disisimu.."


* * *


Keeseokan harinya saat jam makan siang, Arya meminta izin pada Komandannya untuk pergi keluar. Sebab adiknya ikut ke Bandung untuk liburan dan saat ini tinggal bersama kerabatnya yang tinggal di Bandung.


"Kak! Kok jauh-jauh kesini sih? Kenapa gak di tempat makan yang deket rumah Tante aja sih?" tanya Audry.


"Disini tempat yang berarti bagi Kakak.. Jadi Kakak mau kamu tau, kalo ditempat ini untul pertama kalinya Kakak bertemu dengan dia yang Kakak cintai," jawab Arya sambil menggandeng lengan sang adik.


Tanpa dia sadari, Aisyah pun berada disana bersama Ashila dan juga Nabila. Mereka hendak menikmati waktu berharga mereka sebagai pengacara, alias pengangguran banyak acara.


"Stoooooppp!" pekik Ashila membuat Aisyah dan Nabila terhenyak.


"Ada apa sih, Acil?! Lu bikin gue jantungan tau gak!" kesal Nabila.


"Itu bukannya si Mas Arya?" tunjuk Ashila pada Arya dan Audry. "Busetdah! Cepet amat move on nya dah tu orang! Gue benyek-benyek juga ya!"


Aisyah menahan lengan Ashila, "Udah biarjn aja, Cil.. Gue gak apa-apa kok!"


"Kita ikutin aja dulu, bisa jadi yang kita lihat bukan yang sebenarnya!" Nabila menarik lengan kedua sahabatnya itu.


Arya dan Audry memutuskan untuk makan di salah satu Resto yang menyediakan steak, dan ketiga perempuan itu duduk tepat dibelakang Arya dan Audry. Namun sama sekali Arya tidak menyadari kehadiran mereka.


"Kak.. Jadi Kakak udah gak sama pacar Kakak itu kan?" tanya Audry dan Arya hanya menganggukkan kepalanya.


"Bagus! Kakak tau gak? Kak Debby? Anaknya Tante Caterine, dia dokter lagi koas loh sekarang.. Kenapa Kakak gak coba aja deketin dia? Dia cantik loh.. Baik.. Taat juga sama Tuhan.. Dia suka ikut pelayanan juga di Gereja kita, Kak.." ucap Audry membuat Arya terdiam.


"Audry yakin deh.. Kak Debby itu cocok banget buat Kakak, apalagi kemarin kalian sempet foto bareng kan," antusias Audry.


Deg!


Hati Aisyah mencelos, rupanya secepat itu Arya bisa membuka hati untuk yang lain, pikir Aisyah. Melihat perubahan pada raut wajah sang sahabat, Ashila tak bisa lagi menahan amarahnya.


Braaaaaakkk!!


Ashila menggebrak meja, hal itu membuat Audry dan juga Arya menoleh. "Aisyaahh..."


"Gila ya lu, Mas Arya! Temen gue mati-matian ngelupain elu dan elu dengan mudahnya ya nemuin pengganti dia secepat itu! Dimana hati nurani lu Mas Arya!" geram Ashila.

__ADS_1


"Ini gak seperti yang kamu pikirkan, Ais.." lirih Arya.


"Dia siapa, Kak?! Jangan bilang dia perempuan yang Kakak maksud!" tunjuk Audry pada Ashila. Otomatis Ashila menepis tangan adik Arya itu.


"Kakak yakin mau sama dia?! Kak Debby jauh lebih baik segalanya, Kak! Dan yang paling penting, Kak Debby seiman dengan kita!" tegas Audry membuat hati Aisyah semakin remuk.


Mendengar semua tentang Debby membuat Aisyah insecure, dia tidak bisa lagi menahan air matanya. Aisyah keluar dari Resto itu dan berlari sekencang-kencangnya menuju pintu keluar. Arya pun tak tinggal diam, dia mengejar Aisyah.


"Aisyah! Tunggu! Mas bisa jelaskan.." Arya berhasil mencekal pergelangan tangan Aisyah.


"Gak perlu ada yang dijelaskan, Mas.. Aku sadar diri, aku siapa dan kamu siapa.. Selamat! Kamu sudah menemukan orang baru dalam hidupmu, Mas.. Berbahagialah.. Aku ikhlas dan aku akan melupakan semua tentang kita," Aisyah melepaskan diri dari Arya.


"Jangan pernah, Aisyah! Jangan pernah lupakan semua kenangan indah yang pernah kita ukir bersama.. Kamu boleh melepaskan Mas, tapi jangan pernah melupakan semua kenangan indah dan cinta tulus Mas padamu.."


"Mas mungkin pernah bersalah padamu, Mas mohon maaf.. Tapi sampai saat ini dan sampai kapanpun, tidak akan pernah ada yang bisa menggantikanmu dalam hidupku, Aisyah.. Kamu cinta pertama dan yang terakhir bagiku.."


Audry, Nabila dan juga Ashila hanya terdiam melihat dua insan manusia itu. Aisyah tidak bisa lagi menahan perasaannya. Dia memeluk Arya dengan erat.


"Terimakasih, Mas Arya.. Tapi aku mohon berbahagialah.. Buka hatimu untuk siapapun.. Aku ikhlas.. Mari kita buka lembaran baru dalam hidup kita.. Aku pamit!"


Aisyah melepaskan pelukan itu, dia berjalan dengan cepat kearah jalan raya. Namun tanpa dia sadari, ada truk barang dibelakangnya yang melaju cukup kencang dam Arya menyadari itu.


"Awas Aisyahhh...!" teriak Arya. Dia berlari menuju Aisyah dan membuat Aisyah berbalik.


BRAAAAAKKKKKKKKKKK


"Kak Arya!!" pekik Audry.


"Aissss...!!!" teriak Ashila dan Nabila.


Mereka berhamburan menuju tempat kejadian, Aisyah merasa kepalanya berputar dan terasa gelap. Begitupun dengan Arya yang merasa semuanya terasa gelap.


'Aisyahh... '


'Mas Arya.. '


* * * * *


Semoga suka dengan ceritanya...


Jangan lupa loh buat Like, Komen, Vote dan Favorite 🥰🙏🥰


Dukung Author terus ya!

__ADS_1


Salam Rindu, Author ❤


__ADS_2