Akhir Sebuah Kisah

Akhir Sebuah Kisah
S1 | Rahasia Besar


__ADS_3

Ashila dan Bu Halimah pun menceritakan perlahan, hingga akhirnya Aisyah tak kuasa menahan tangisnya. Begitu pun Bagaskara yang shock mendengar kabar itu.


"Semoga ini hanya perpisahan sementara.. Bukan selamanya.." lirih Aisyah.


"Siapa yang pisah?" tanya Nabila yang tiba-tiba saja mengejutkan mereka.


"Si Mak Haji lah! Kan ditinggal konperensi pers itu loh!" jawab Ashila asal, Nabila sendiri mengerenyitkan dahinya.


"Ckck! Iyalah sementara, gak mungkin selamanya dokter Andra di konferensi itu! Tapi.. Lama amat satu bulan! Biasanya juga paling lama seminggu!"


Mereka gelagapan, bahkan sulit untuk sekedar menelan ludah. Nabila sendiri terheran menatap mereka semua, namun tak terbersit dalam benaknya hal-hal negatif.


"Sekalian penelitian apa gitu ya! Ibu lupa.. Maklum.. Dah tua.."


"Bener tuh! Mak Haji kebanyakan mikirin anak-anak, jadi agak pikun gitu!" celoteh Ashila dan mendapatkan cubitan di pinggangnya.


"Awwww..! Sakit Mak Haji!" keluh Ashila.


"Lagian ngomong suka sekate-kate! Mana ada ya Ibu pikun! Lupa dikit mah wajar kaliiiiii.."


Keadaan sedikit melunak, Nabila pun meneruskan kegiatannya dengan hati yang berbunga. Karena kabar yang Riki berikan. Berbeda dengan Aisyah dan Bagaskara yan lebih banyak diam dan saling menggenggam tangan.


"Mas.. Ais bingung.. Gak ngerti harus gimana.." lirih Aisyah setengah berbisik.


"Sabar sayang.. Mas juga bingung.. Mas mengkhawatirkan kondisi Riki disana! Tapi.. Kalo Bibil tau, beda lagi ceritanya.."


* * *


Pasukan Khusus yang dikirim pun telah sampai. Defri memimpin para prajurit dengan baik, mereka berhasil mensterilkan wilayah itu sementara. Begitu pun para penyusup yang tertangkap sudah mulai mendapatkan proses hukum.


"Siap! Ijin Komandan! Para relawan kemanusiaan sudah sampai, kini semua berkumpul di Barak Utara!"


"Baiklah saya segera kesana!" tegas Defri.


Sampai saat ini, Defri belum bisa melihat kondisi Riki. Karen Riki mendapatkan perawatan di Posko kesehatan yang berada di area Barat. Sedangkan seluruh kegiatan Defri ada di Barak Utara dan Timur.


Dokter Andra dan para relawan lainnya pun tiba di Barak Utara, dimana masih banyak pasukan prajurit yang terluka ringan dirawat disana. Sedangkan yang terluka berat segera mereka kirim ke Posko kesehatan.


"Jadi.. Dimana Lettu Riki mendapatkan perawatan?" tanya dokter Andra pada salah satu prajurit yang menyambut kedatangan mereka.


"Siap! Di Posko kesehatan, berada di area Barat!" jawabnya dengan tegas.


"Apa jaraknya cukup jauh?" Dokter Andra harus memastikan dengan baik.


"Siap! Sekitar 30 menit jika menggunakan mobil!"


"What?! 30 menit?" Dokter Andra tak habis pikir, jarak Utara ke Barat saja 30 menit.


Tak lama datanglah Defri beserta rombongannya, awalnya Defri bersikap biasa saja. Namun saat melihat dokter Andra berada disana, ia nyaris tak percaya. Bahkan beberapa kali dia mencubit lengannya sendiri.


"Napa? Kaya baru aja liat orang ganteng!" Fix dari narsisnya sih dokter Andra.


"Shombong amat! Ini beneran dokter Andra?" tanya Defri yang masih tak percaya.

__ADS_1


"Bukan! Saya titisan nya!" ketus dokter Andra. "Kejam amat.. Sama calon mertua aja kaga ngenalin! Mau di kutuk jadi Kapten?!" omelnya membuat Defri tertawa.


"Alhamdulillah.. Terimakasih dok sudah datang sejauh ini!"


Tiba-tiba saja mata Defri berkaca-kaca, begitu pun dokter Andra. Tak ada sebuah kebetulan, karena semua telah diatur oleh.. author.


"Komandan!!!" pekik salah satu prajurit sambil berlari kencang.


"Ada apa? Kenapa?" tanya Defri yang terperanjat kaget.


"Lettu Riki.. Mengalami henti jantung lagi.."


"APA?!" dokter Andra dan Defri berteriak bersamaan.


Keduanya bergegas menuju mobil untuk segera sampai di Posko kesehatan yang jaraknya selama 30 menit. Hati keduanya sudah berdegup kencang tak karuan.


"Bisa bawa mobil dengan cepat?!" omel dokter Andra pada salah satu prajurit.


"Siap! Kami harus waspada, takut masih ada penyusup yang akan menghadang!"


"TURUN!!" teriak dokter Andra. "SAYA YANG AKAN BAWA MOBIL!!"


Mau tidak mau, prajurit itu turun atas persetujuan Defri sang Komandan dan digantikan oleh dokter Andra. Baru saja mobil melaju dengan kencang, beberapa suara tembakan terdengar.


DORRRR!!


DORRRRR!!!


DOORRRRRRR!!!


Diluar prediksi BMKG, dokter Andra melajukan mobilnya secepat kilat. Hingga jarak yang biasa ditempuh selama 30 menit menjadi.. 20 menit. Defrii.. Jantung aman?


"Alhamdulillah.." lirih dokter Andra begitu mereka sampai.


Huekkk.. Hueeekkk.. Hueeeeekkk...


Para penumpang lain muntah-muntah, termasuk.. Defri. Rasanya nano-nano, seperti naik roller coaster tapi versi menuju kehidupan alam baka. Karena jika saja dokter Andra bukan seorang ahli, maka kini mereka tinggal nama. Karena jalan disana sangat licin oleh pasir.


"Gitu aja mabokkk perjalanan!" ledek dokter Andra dan kemudian bergegas menuju ruang ICU.


Hatinya sungguh pilu mendapati Riki masih dalam kondisi tak baik-baik saja, karena dokter yang lain masih melakukan RJP.


"Sudah berapa lama?" tanya dokter Andra membuat mereka terperanjat.


"10 menit RJP namun denyut belum kembali normal!" jawab sang dokter dengan nafas yang terengah-engah.


"Siapkan defibrillator sekarang!!!" titah dokter Andra.


Defibrillator adalah perangkat yang memberikan kejutan listrik ke jantung, untuk mengatasi irama jantung abnormal yang berpotensi fatal (aritmia). Alat ini juga umum digunakan pada pengidap henti jantung atau ventrikel agar detak jantung kembali ke ritme normal. 


Salah satu perawat pun menyiapkannya dengan segera, sang dokter yang tengah melakukan RJP pun kembali memeriksa denyut nadi dan menggelengkan kepalanya.


"Sudah siap dok!"

__ADS_1


"Oke..! Bismillah.. 200 joule!! Shoot!!" titah dokter Andra.


"Kedua! Bismillah.. Bangunlah Riki! Anakku menantimu! 200 joule! Shoot!!!"


Satu.. Dua.. Tiga..


Tit.. Tit.. Tit..


Suara monitor kembali berbunyi dan.. "Detak jantung kembali, dok!"


"Siapkan ruang operasi segera! Saya akan segera kesana, kita kenalan dalam ruang operasi saja!" canda dokter Andra agar suasana tak begitu mencekam.


* * *


Seminggu berlalu.. Tak ada kabar lagi dari sang calon suami. Tapi Nabila masih rajin mengirimkan pesan pada Riki walaupun tak pernah dibaca. Dia tau calon suaminya itu mungkin masih sibuk. Nabila selalu menghirup udara di rooftop saat merindukan Riki. Berharap angin akan menyampaikan salam rindunya.


"Malah ngelamuunnn!" Aisyah membuyarkan lamunan Nabila.


"Ckck! Ngagetin aja deh! Lagian dah kawin masihhhh aja disini. Kasian Mas Bagas loh!" tegur Nabila.


"Insya Allah Mas Bagas mah aman! Lagian dia sendiri kok yang minta aku buat disini dulu, soalnya Mas Bagas lagi ada tugas ke luar Kota. Baru setelah itu kita bisa nyari rumah deh!"


"Tetep ya.. Kita ngumpulnya di Alunara lagi..!" sambar Ashila yang baru datang sambil terkekeh. "Mas Defri.. Bang Riki.. Mas Bagas.. Mereka Abdi Negara dan mereka pilihan kita. Jadi.. Terima konsekuensi!"


"Alunara kost solusinya!" Bu Halimah pun ikut bergabung. "Kang Andra juga memgabdikan dirinya loh untuk Negara! Insya Allah.. Kita kuat ya!"


"Hah? Buat Negara? Emang dokter Andra masuk militer Bu?" tanya Nabila sambil terkekeh. Sedangkan Bu Halimah sudah di pelototi oleh Ashila dan Aisyah.


'Astagfirullah.. Hampir aku keceplosan!' batin Bu Halimah.


"Iyalah! Kan dia mengharumkan nama Negara kita juga! Dia di konferensi itu mewakili Endonesa juga!"


"Indonesia Ibuuuuu..." omel ketiganya serempak.


"Ambil cemilan gih! Masa nongki begini gak sambil ngemil.. Mumpung bocil-bocil Mak Haji dah terlelap tidoooorrr...!"


Aisyah dan Nabila pun bergegas menuju dapur, karena memang mereka berniat untuk membuat sesuatu. Sedangkan Bu Halimah dan Ashila saling menguatkan hati setelah mendapatkan kabar dari dokter Andra dua hari yang lalu.


"Semoga kita bisa menyembunyikan semua ini dengan baik.." lirih Bu Halimah. "Ibu paling gak bisa nutupin semua ini! Barusan juga hampiiiirrr aja keceplosan!"


"Iya Mak Haji.. Ini.. Rahasia besar.. Bahkan terlalu besar.." lirih Ashila.


"Gimana kalo Bibil tau? Ibu gak tau deh harus gimana!"


"Kita harus tetep sembunyiin rahasia besar ini, Mak Haji! Insya Allah.. Everything will be fine.."


* * * * *


Semoga suka dengan ceritanya...


Jangan lupa loh buat Like, Komen, Vote dan Favorite 🥰🙏🥰


Dukung Author terus ya!

__ADS_1


Salam Rindu, Author ❤


__ADS_2