
Jalanan Kota Bandung cukup padat, Ashila sedikit menggerutu pasalnya pagi ini dia kembali terlambat bangun. Semalam pikirannya melayang entah kemana, hingga akhirnya dia bisa tertidur jam 3 pagi.
"Sial banget sih! Lagian mau pada kemana sihh, macet banget!" dia menggerutu hingga membuat sekitarnya tertawa, pasalnya kini dia tengah berada di lampu merah.
"Lah, Neng sendiri mau kemana pake ikut-ikutan macet-macetan?" goda salah satu pengendara membuat Ashila mencebik kesal.
"Saya mau cari sebongkah berlian, Kang! Maklum belum ada nafkahin!" jawab Ashila asal.
"Kalo gitu, Akang nafkahin mau gak Neng?" lagi-lagi laki-laki itu menggodanya.
Untungnya rambu lalu lintas kini berubah menjadi hijau, hingga Ashila tidak perlu lagi menanggapi ocehan orang itu. Namun, sepanjang jalan dia menggerutu kembali. Ibaratkan pribahasa, sudah jatuh tertimpa tangga pula.
"Udah kena macet, mana ketemu buaya laut! Hari yang menyebalkaaaaannnn...!!"gerutu Ashila.
Sepertinya kekesalan Ashila tidak berhenti disitu, karena dia bisa melihat jika antrian untuk pembukaan rekening cukup panjang. Ashila yang bertugas di bagian Customer Service sepertinya harus bekerja keras hari ini. Belum lagi sang atasan yang mengomel tiada henti karena keterlambatannya. Bisa dipastikan hari ini akan menjadi hari yang paling melelahkan bagi Ashila.
'Bismillah, Yaa Allah.. Semoga hari ini pekerjaanku berjalan dengan lancar, kalo bisa ketemu jodoh sekalian!' batin Ashila yang rupanya cukup kesal.
Benar saja dugaannya, hingga menuju jam makan siang antrian tak henti-henti. Ashila melayani setiap nasabah yang datang dengan sabar. Namun laki-laki berseragam loreng ini membuatnya sedikit mengingat masalalu. Mengingat dia yang telah pergi kembali pada pangkuan Illahi. Hatinya berdenyut nyeri, hanya saja Ashila harus bersikap sangat profesional.
"Selamat siang, Bapak. Ada yang bisa dibantu?" tanya Ashila dengan ramah.
"Selamat siang, Mbak! Saya mau daftar jadi calon suami," jawab laki-laki itu, membuat Ashila melongo.
"Maksud saya, mau buka rekening baru, Mbak!"
Ashila hanya bisa menahan untuk tidak mencibir, kembali lagi sikapnya sebagai seorang Customer Service harus bersikap ramah.
"Baik, Bapak!" ucapan Ashila terpotong karena sang laki-laki memprotes.
"Saya belum nikah, Mbak! Jangan panggil Bapak, panggil Mas atau Abang, atau sayang juga boleh!"
Ashila tak bisa menahan untuk tak memutar bola matanya malas. Andaikan tak banyak nasabah lain yang menunggu dan andaikan laki-laki ini tidak berseragam akan dipastikan jika Ashila akan mengamuk. Ditambah perutnya yang masih kosong sejak pagi, membuat Ashila sulit untuk menahan amarahnya.
"Kita lanjutkan ya, Mas! Boleh saya pinjam KTP nya sebentar, untuk mengisi data diri, Mas!" pinta Ashila.
"Boleh, Mbak! Jangankan KTP, hidup saya pun bakalan saya kasih buat Mbak!" rayu nya.
Tak ingin pusing memikirkan rayuan laki-laki berseragam loreng didepannya ini, Ashila fokus pada pekerjaannya. Sesekali dia melirik laki-laki itu, menurutnya cukup tampan hanya minus akhlak saja.
__ADS_1
"Baik Mas, saya ulangi ya! Pembukaan rekening atas nama Muhammad Defri Rizky, sudah selesai. Ini saya kembalikan KTP nya, untuk mengaktifkan ATM nya silahkan nanti di bantu oleh bapak security di depan." Ashila memberikan buku tabungan beserta ATM nya pada laki-laki itu.
Ya, betul sekali! Laki-laki itu adalah Defri, sahabat baik Arya dan juga Riki. Dia membuat rekening baru karena sudah berniat mengumpulkan uang untuk menikah. Walaupun hilal jodohnya belum terlihat sama sekali. Namun pertemuannya dengan Ashila, membuatnya merasa mendapatkan angin segar.
"Baik, terimakasih Mbak! Untuk saat ini, cukup nama saya ada di buku rekening ini. Tapi semoga kedepannya, namaku dan namamu bersanding di buku nikah!" ucapnya dengan nada serius, membuat Ashila sedikit geram.
"Sama-sama, Mas! Selamat siang dan terimakasih!"
Karena jam makan siang sudah tiba, Ashila melaksanakan sholat dzuhur sebelum makan siang. Dia masih sangat merasa kesal, karena tidak ingin berlama-lama, akhirnya Ashila memilih untuk makan disalah satu Pujasera yang tak jauh dari Bank tempatnya bekerja. Namun sayangnya, meja disana sudah terisi penuh. Hanya satu meja yang kosong dan itu dia harus berbagi dengan orang lain.
"Permisi, boleh saya duduk disini?" tanya Ashila membuat laki-laki berjaket kulit itu menoleh.
"Masya Allah, Mbak! Kalo jodoh emang gak akan lari kemana!" ucap laki-laki itu dengan senyum sumringah.
'Sial banget gue hari ini! Kenapa harus ketemu ni buaya rawaaaaa?!! Tadi buaya laut, sekarang buaya rawa! Astagaaaaa! Mamaaaaaa!' batin Ashila nelangsa.
"Jangan ngelamun, Mbak! Silahkan duduk!" ucap Defri menawarkan.
Kini dia memakai jaket kulit, hingga Ashila tak mengira jika laki-laki itu berseragam loreng. Karena perutnya sudah berdemo ria, maka dengan sangat terpaksa Ashila duduk disampingnya. Mohon ditekankan ya, readers! Dengan sangat terpaksa! (Kata Ashila wkwk)
"Mau makan apa, Mbak?" tanya Defri basa-basi, saat melihat Ashila hanya fokus dengan ponselnya.
"Banyak menu, kok makan angin sih, Mbak! Oh ya, kita belum kenalan secara resmi! Nama saya Defri, nama Mbak siapa?"
"Nama saya hamba Allah!" jawab Ashila asal.
"Hamba Allah yang ditakdirkan untuk saya ya, Mbak?" goda Defri membuat Ashila melongo. "Umurnya berapa, Mbak?" tanya Defri lagi, dia masih terus berusaha untuk mendapatkan perhatian Ashila.
"Umur ga ada yang tau, Mas! Saya makan dulu, bisa-bisa saya berakhir hari ini karena keselek! Jadi jangan banyak tanya kaya wartawan ya!" omel Ashila membuat Defri tertawa riang.
"Kalo gitu, makan yang banyak ya, Mbak! Oh ya, mungkin kali ini kita duduk berdampingan di Pujasera. Semoga di pertemuan berikutnya kita bisa duduk berdampingan di pelaminan! Saya duluan ya, Mbak! Negara menanti saya untuk kembali bertugas!" usai mengatakan hal itu Defri pergi begitu saja dengan tawa riang.
Sedangkan Ashila...
"Dasar buaya rawa! komodo laut! ular berbisaaaaaa!" maki Ashila membuat sekitarnya menahan tawa.
Karena dikejar waktu, Ashila makan dengan terburu-buru. Namun saat akan membayar, sang penjual menolaknya.
"Tadi sudah dibayarkan oleh calon suaminya, Neng! Yang sebelah Neng tadi!" ucap sang penjual membuat Ashila terdiam.
__ADS_1
"Yaudah ini saya kasih aja buat Bapak! Semoga laris manis ya, Pak!"
Ashila tak mau berhutang budi apalagi pada orang yang tidak dikenalnya. Sang penjual pun dengan senang hati menerima.
"Masya Allah... Semoga berjodoh hingga maut memisahkan ya, Neng! Bapak do'ain kalian selalu!"
Mendengar ucapan itu, Ashila merasa kikuk karena tak enak. Hingga akhirnya dia mengucapkan kata 'AAMIIIN'. (Gitulah Ashila, benci tapi di aaminkan wkwk)
Hingga malam hari, mood Ashila benar-benar berantakan. Dia kembali ke kost dengan wajah kusut. Saat menceritakan semuanya pada Bu Halimah dan juga kedua sahabatnya, mereka hanya tertawa terbahak-bahak.
"Makanya, Cil! Besok-besok jangan kebanyakan begadang! Kata Rhoma Irama juga begadang boleh saja, asal ada perlunya!" ucap Aisyah membuat Ashila memberengut kesal.
"Eh tapi ada hikmahnya lho, Ais!" celetuk Nabila, membuat Aisyah dan Bu Halimah menahan tawanya.
"Apa hikmahnya, Bil?" Aisyah senang sekali mengerjai Ashila.
"Hikmahnya yaa hilal jodoh dia sudah terlihat!" ucap Nabila membuat Ashila membulatkan matanya.
"Nah nah nah! Kalo itu Ibu juga setuju, mana udah di aaminkan, kan? Semoga do'a Bapak itu terkabul!" Bu Halimah mengangkat tangannya dan diikuti Aisyah dan Nabila.
"AAAMIIINNNN" ucap ketiganya serempak.
"AMIT-AMIT YA ALLAH! SEMOGA JODOHKUU BUKAN BUAYA RAWAAAA.....! TIDAAAAKKKKK....!"
Ashila berlari menuju kamarnya, karena ia lelah di goda oleh Bu Halimah dan juga dua sahabat baiknya. Usai membersihkan diri, dia merebahkan tubuhnya diatas kasur kesayangannya. Namun ingatannya kembali pada sosok Defri yang hampir mirip dengan almarhumah kekasihnya yang gugur di medan perang.
"Yaa Allah.. Jika aku boleh meminta, jangan jodohkan aku dengan pria yang mengabdikan diri untuk negara ini. Karena aku.. belum siap.. jika harus merasa kehilangan lagi.."
Pada akhirnya Ashila tertidur seraya melantunkan do'a. Entah mana do'a yang akan dikabulkan, karena hanya.. Author Rindu yang tau... 😂🙈✌
* * * * *
Semoga suka dengan ceritanya...
Jangan lupa loh buat Like, Komen, Vote dan Favorite 🥰🙏🥰
Dukung Author terus ya!
Salam Rindu, Author ❤
__ADS_1