
Kebahagiaan Raisya dan Tyar
Semua perlengkapan untuk buah cinta mereka sudah di persiapkan. Bahkan Tyar memilih semua perlengkapan bayi nya di beli baru. Bahkan dirinya membantu dalam pemilihannya. Tyar dengan setia menemani Raisya dan tak lupa dirinya juga selalu melibatkan kedua anak Raisya. Mereka sangat antusias sekali menanti kelahiran adiknya.
" Aaaawwww.." Ucap Raisya meringis sambil memegangi perutnya.
Tyar terbangun dari tidurnya mendengar suara Raisya yang sedikit teriak. Jam kini menunjukkan pukul 22.00.
" Kenapa sayang ? Sakit ? Ayo kita ke bidan. " Ujar Tyar sambil memegangi tangan Raisya.
Tanpa berpikir panjang, Tyar langsung bergegas untuk berganti pakaian dan membantu Raisya menyiapkan pakaian ganti. Dengan sigap Tyar dengan cepat meraih kunci mobil dan menghidupkan mesinnya. Tyar juga langsung mengambil tas perlengkapan Raisya dan baby nya.
Setelah semua siap. Tyar membantu Raisya berjalan untuk masuk ke dalam mobil.
Tok...Tok ..
Ceklek...
" Mba...tolong jaga anak - anak ya...! Bapa mau ke Bidan, Ibu mau melahirkan. " Ucap Tyar singkat lalu bergegas ke mobil.
Seperti biasanya Raisya lebih memilih melahirkan di bidan meskipun mampu untuk melahirkan di rumah sakit.
Tyar melakukan mobilnya. Untungnya bidan yang di tuju letakkan tidak jauh dari rumah mereka.
" Sabar ya sayang...Aku sayang sama kamu. " Ungkap Tyar sambil menggenggam tangan Raisya.
Hal ini adalah hal pertama bagi Tyar. Namun dirinya selalu berusaha menjadi siaga.
Setelah sampai, Tyar langsung membantu Raisya untuk turun. Kini Raisya telah di ruang pemeriksaan dan benar saja saat ini sudah pembukaan tiga. Sehingga mulasnya belum sempurna.
Dengan sabar Tyar menemani Raisya hingga akhirnya telah sampai di pembukaan lengkap. Kini Raisya sudah di ruangan bersalin.
__ADS_1
Tyar dengan setiap terus menggenggam tangan Raisya. Memberi semangat dan kekuatan untuk istrinya yang akan melahirkan buah cinta mereka.
Untungnya proses kelahiran sangat di permudah, hanya dengan dia kali mengedan bayi laki - laki itu akhirnya keluar.
Tak terasa air mata bahagia Tyar menetes. Kini dia sudah memiliki anak dari darah daging nya sendiri.
" Terima kasih sayang karna telah melahirkan anak untukku. " Ucap Tyar sambil mengecup kening Raisya.
Kebahagiaan Raisya dan Tyar lengkaplah sudah. Bayi laki - laki mereka terlahir selamat dan sehat. Bayi lucu yang tampan yang memiliki pipi gembil dan berat 4 kg.
Kini Raisya sudah di pindahkan ke ruang perawatan. Terlihat sekali wajah lelah Raisya. Tak lupa mereka selalu mengucapkan kata syukur karna telah di berikan anugerah dan kebahagian yang tak ternilai.
Sungguh bahagia kini yang di rasakan Raisya. Berbeda halnya saat dirinya dulu melahirkan dari suami pertama nya. Bagaimana Nando lebih memilih meninggalkan nya untuk duduk di luar dan bahkan saat kelahiran anak pertama, ketika baru melahirkan dia mengetahui perselingkuhan Nando.
Kadang Allah itu punya rencana sendiri untuk umatnya dan sebagai manusia harus selalu berusaha dan bersabar dalam meraih kebahagian.
Mereka berdua terus menampilkan wajah bahagianya. Dan mereka juga sudah memposting anak mereka ke sosial media milik mereka berdua agar semua orang bisa tahu kebahagiaan mereka berdua. Raisya juga sudah memberi kabar kepada anaknya Clarissa dan keluarganya.
Namun Raisya benar - benar wanita hebat dan kuat. Dirinya seperti memiliki kekuatan super dengan sangat mudah melahirkan.
Mereka sudah sepakat akan memberi nama anak mereka Shakeel Abhiya Malik panggilannya dede abhi.
" Kamu mau makan apa sayang ? Biar aku beli keluar mumpung belum terlalu malam. " Tanya Tyar.
" Apa ya...? Aku minta susu ultra aja sama roti mas..." Sahut Raisya.
" Ya udah aku keluar dulu ya ! Papa keluar dulu ya de...jangan bikin Mama repot ya..." Ucap Tyar sambil mengelus pipi lembut bayi gembul nya.
Raisya merasa beruntung memiliki Tyar. Dia merasa sangat bahagia. Andai dulu Rano tak memisahkan mereka, mungkin dirinya tidak pernah merasakan kesedihan. Tapi itulah takdir. Meskipun terlihat lucu. Karna tanpa kita sadari jodoh kita mendekat kembali.
Karna merasa lelah, akhirnya Raisya tertidur. Tak butuh waktu lama, kini Tyar sudah kembali melihat Raisya yang tertidur.
__ADS_1
Perlahan Tyar mengusap kepala Raisya dan juga mencium kening Raisya penuh cinta. Sungguh dirinya bahagia bisa memiliki Raisya yang sangat lembut dan mencintai dirinya. Dia akan terus memberikan kasih sayang kepada Raisya sebagai balasan karna dulu dia membuat Raisya pernah merasakan penderitaan.
Nando dan Raihan yang belum tertidur. Langsung melihat notifikasi sosmed nya di handphone. Hati mereka terasa teriris melihat kebahagiaan Raisya sekarang. Dan justru sekarang mereka harus menjalani kehidupan mereka sendiri.
Setelah bercerai, Raihan sementara waktu enggan untuk menikah lagi. Trauma perselingkuhan masih menari di ingatannya. Berbeda dengan Nando. Meskipun dirinya menginginkan menikah, namun tak ada wanita yang mau menikah dengan laki - laki cacat dan susah. Nando harus merasakan hari - hari itu seumur hidupnya.
Manusia tak boleh sombong, karna jika Allah sudah berkehendak. Bersiaplah Allah akan menarik semua nikmat yang ada.
Manusia harus selalu bersyukur atas anugerah yang di miliki. Menghargai atas apa yang di miliki sebelum menyesal. Memang semua penyesalan selalu datang belakangan jadi jangan pernah sia - siakan kesempatan itu. Kita akan merasa kehilangan jika orang itu sudah tidak ada terlebih jika orang itu sudah di bahagiakan oleh orang lain pasti perasaan itu tambah nyesek.
Melihat Raisya dan anaknya tertidur, Tyar pun ikut tertidur. Untungnya ada tempat yang kosong. Saat ini hanya Raisya saja pasiennya. Jadi bebas tanpa gangguan.
Raisya kini terbangun dari tidurnya dan melihat Tyar yang tertidur pulas di ranjang pasien. Dirinya mencoba untuk bangkit untuk meraih bungkusan cemilan yang ada di meja. Mendengar suara kantong kresek membuat Tyar terjaga dari tidurnya.
" Sayang...laper ya.." Melihat Raisya yang menganggukkan kepala Tyar langsung berjalan ke arah Raisya.
Dengan telaten Tyar membukakan bungkus makanan dan memberikan susu dan roti itu ke Raisya. Tyar menemani Raisya yang mengemil.
" Kamu makan juga donk ! " Ucap Raisya manja
" Iya deh aku ikutan demi cintaku..." Sahut Tyar sambil mengelus rambut Raisya.
Tyar selalu memperlakukan istimewa meskipun hanya sekedar hal yang sederhana. Namun perhatian dan kasih sayang Tyar selalu membuat Raisya bahagia.
Tak perlu harta yang melimpah. Raisya sudah bersyukur dengan apa yang dia miliki dan Tyar miliki. Sebagai wanita dia justru membutuhkan kasih sayang , cinta , dan ketulusan atas kesetiaan terhadap dirinya. Harta bisa di raih bersama bila saling setia. Namun tak ada artinya harta melimpah jika tidak ada kesetiaan dan kasih sayang di dalamnya. Sewaktu saat semuanya akan hilang semua.
Bonus untuk menemani hari libur...ππ
Terima kasih atas dukungan kalian ya ..ππππ€
Mampir juga di karya terbaru ku My Kids My Heroππ
__ADS_1