
" Sa, lo di panggil pak Tomi tuh ! Tadi dia pesen kalau lo datang di suruh langsung ke ruangannya. " Ucap Novi teman satu divisi nya.
" Ada apa ya Pak Tomi manggil gw, perasaan gw ga punya salah apa-apa ya ? " Ungkap Raisya sambil berpikir keras.
Akhirnya Raisya berniat langsung menemui Pak Tomi dari pada dirinya harus berspekulasi memikirkan apa tujuan Pak Tomi memanggil dirinya. Raisya mengetok pintu ruangan Pak Tomi, dan Pak Tomi langsung mempersilahkan Raisya masuk ke dalam ruangannya, dan duduk di bangku di depan meja Pak Tomi.
" Permisi Pak... Bapak memanggil saya ? " Tanya Raisya dengan wajah penuh tanda tanya.
" Owh iya Sa... Benar saya tadi pesan ke Novi apabila kamu sudah sampai, kamu suruh ke ruangan saya langsung. Jadi gini Sa... bapak langsung bicara saja ya...Bapak minta kamu melakukan perjalanan dinas untuk membantu staf acccounting yang ada di cabang Surabaya untuk merapikan data-data, nanti di sana kamu juga akan bertemu orang audit sama konsultan pajaknya yang menangani perusahaan kita. Paling ga 1 minggu kamu di sana, sampai selesai dulu. Saya percaya kamu orang yang handal untuk menangani permasalahan ini ! " Jelas Pak Tomi secara detail.
Sebenarnya Raisya berat meninggalkan Baby Cla mengingat masih sangat kecil untuk dia tinggal, tapi karna ini tuntutan kerja dia terpaksa harus menyetujuinya. Dia berencana akan menitipkan Clarissa kepada Mama nya selama dirinya ke Surabaya.
" Baik Pak. Kapan saya harus berangkat Pak ? " Tanya Raisya.
" Dua hari lagi. Pihak kantor mau mengurus tiket keberangkatan dan hotel untuk kamu ke sana. Kamu selesaikan dulu saja urusan di sini ! " Jelas Pak Tomi.
Setelah selesai berbincang, akhirnya Raisya kembali ke ruangannya untuk memulai pekerjaannya. Dia sengaja tidak memberitahukan hal ini kepada suaminya lewat handphone, dia memilih untuk berbicara langsung dengan suaminya di rumah. Sedangkan untuk masalah menitipkan Clarissa di orang tuanya, dirinya langsung menghubungi Mama nya pada jam istirahat. Dan Mama nya setuju tidak merasa keberatan Clarissa dan Sari menginap.
Jam kerja telah selesai, Raisya memilih langsung pulang. Karna dia harus segera menyiapkan keperluan dirinya untuk ke Surabaya dan barang-barang yang di bawa anaknya selama menginap di rumah orang tuanya.
Setelah menempuh perjalanan 1,5 jam akhirnya Raisya sampai di rumahnya. Dirinya langsung di sambut Clarissa yang sekarang usianya sudah dua tahun. Clarissa sekarang sudah pandai bicara yang membuat Raisya semakin gemas kepada anaknya. Raisya selalu menyempatkan waktunya untuk bermain dengan anaknya di kala waktu senggang. Namun terkadang saat dia pulang anaknya sudah tertidur lebih dulu, apabila Clarissa tidak tidur siang. Bertambahnya usia, Clarissa sekarang agak sulit jika di suruh tidur siang dia lebih senang main.
__ADS_1
Raisya memberitahukan kepada Sari tentang rencana kepergiannya ke Surabaya selama kurang lebih 1 minggu. Dan dia juga menyuruh Sari untuk menyiapkan keperluan Sari selama menginap di orang tuanya. Sedangkan untuk urusan anaknya, Raisya selalu menyempatkan untuk menyiapkan sendiri segala keperluan anaknya. Dia mengecek susu, cemilan, kosmetik untuk Clarissa. Dirinya juga mulai menyiapkan baju-baju dan kosmetik Clarissa. Dan saat bersamaan Nando telah sampai di rumah.
" Assallammualaikum. Kamu ngapain nyiapin baju-baju Clarissa ke tas ? " Tanya Nando penuh tanda tanya sambil mata nya terus ke arah Raisya yang sedang sibuk memasukkan keperluan Clarissa.
" Walaikumsallam. Udah kamu mandi dulu sana, nanti kita bicarakan kalau kamu sudah mandi dan makan. " Ucap Raisya.
Akhirnya Nando mengikuti saran istrinya untuk langsung mandi. Perasaannya jadi deg... deg... degan, merasa takut di tinggalkan istri dan anaknya.
Ya begitulah kalau kita merasa punya salah dengan orang, pasti merasa ketakutan dan tidak tenang. Namun jika kita tidak memiliki masalah, pasti kita merasa biasa saja dan tidak menaruh rasa curiga yang berlebihan.
Setelah mandi dan makan, Raisya dan Nando mengobrol di teras. Sedangkan Clarissa sudah duluan tidur begitu juga Sari yang memilih masuk ke dalam kamar untuk beristirahat. Raisya membuka omongan lebih dulu.
" Aku lusa mau ke Surabaya yank... Tadi Pak Tomi ngomong sama aku, aku di suruh rapiin data di kantor cabang Surabaya. " Ucap Raisya.
" Seminggu. " Jawab Raisya singkat.
" Apa seminggu ? Lama banget sih. " Ucap Nando frustasi.
Raisya menjelaskan semuanya secara detail kepada suaminya. Agar suaminya bisa mengerti. Dirinya terpaksa meninggalkan suami dan anaknya, demi tugas kantor.
" Ya udah kasih aku amunisi dulu. " Ucap Nando sambil menarik tangan Raisya ke dalam kamar.
__ADS_1
Malam ini Nando mengajak Raisya bercinta dulu, sebelum Raisya meninggalkan dirinya. Sudah hampir dua tahun Nando tidak pernah berkomunikasi lagi sama Viona. Dia sudah fokus pada Raisya. Setelah selesai, mereka berdua memilih untuk tidur.
Keesokan hari nya, seperti biasa setiap jam 5 pagi Raisya sudah mulai beraktifitas. Rencananya sore ini Clarissa di jemput orang tuanya untuk menginap di rumahnya. Sedangkan Raisya baru berangkat lusa nya. Semua barang bawaan sudah di siapkan.
Seperti biasa Nando baru bangun jam setengah enam pagi dan langsung siap-siap untuk berangkat kerja. Setelah selesai menyiapkan makanan, Raisya langsung bersiap-siap untuk berangkat kerja juga. Seperti biasa dia ikut Nando sampai pool angkutan ke tempat dirinya kerja. Dan Nando langsung melanjutkan ke kantornya.
Hari ini Raisya akan menyelesaikan pekerjaannya, karna selama satu minggu dirinya akan pergi. Pak Tomi sudah memberikan tiket pesawat untuk Raisya besok berangkat ke Surabaya. Raisya besok naik pesawat jam 6 pagi. Semua akomodasi Raisya sudah di urus oleh kantor.
Ini hal pertama kali untuk Raisya harus meninggalkan anak dan suaminya berhari-hari. Berat sebenarnya sangat berat untuk Raisya. Apalagi berpisah dengan anaknya. Baru satu hari terpisah sudah merasa kangen banget. Tapi semua dia lakukan terpaksa, demi tugas pekerjaannya. Sekalian dia ingin memberi pelajaran kepada Nando, gimana rasanya bila di tinggal dirinya. Apakah merasa kehilangan atau justru malah berhubungan lagi dengan Viona.
Sedangkan di kantor Nando, dirinya sebenarnya merasa keberatan di tinggal Raisya. Karna entah mengapa dirinya merasa takut sekali kehilangan dirinya.
Setelah selesai semua kerjaannya dan ada beberapa kerja yang Raisya titipkan kepada Novi selama dirinya ga ada, Raisya memilih untuk cepat pulang karna ingin cepat beristirahat. Mamanya sudah mengabarkan dirinya bahwa Clarissa sudah di jemput. Awalnya dirinya merasa kangen ingin menemui Clarissa, tetapi tidak jadi. Raisya mengurunkan niatnya, karna takut Clarissa nanti malah sulit di tinggal yang membuat akhirnya dirinya berat untuk pergi meninggalkan Clarissa. Oleh karena itu Clarissa memilih untuk langsung pulang ke rumah.
Raisya sudah sampai, dia memilih langsung mandi. Dan setelah itu dia mengecek kembali barang-barang yang akan dia bawa. Setelah semua selesai, Raisya memilih untuk tidur tidak menunggu Nando karna badannya hari ini sangat lelah.
Saat Nando pulang, dia melihat keadaan rumah yang sangat sepi. Dia mencoba mencari Raisya dan akhirnya dirinya menemukan Raisya yang sedang tertidur pulas di kamar. Baru sehari saja tidak ada anaknya, rumah terasa sepi sekali. Di tambah lagi besok istri nya akan pergi juga.
Setelah mandi, Nando langsung masuk ke dalam kamar. Dia langsung naik ke atas tempat tidur menyusul istrinya. Nando memeluk Raisya dari belakang dengan erat. Padahal Raisya hanya mau pergi beberapa hari, tetapi dirinya merasa seperti dirinya akan kehilangan istrinya selama-lamanya.
Merasa tidurnya terusik, Raisya mencoba membuka matanya perlahan-lahan. Dirinya melepaskan pelukan suaminya dan berbalik arah ke hadapan suaminya. Kini mereka saling berhadapan dan saling memandang dengan pikiran masing-masing. Nando langsung memeluk lagi istrinya, tetapi tidak cukup lama memeluknya. Karna Raisya mencoba untuk melepaskannya. Dan tanpa aba-aba Nando langsung me***** bibir Raisya dan melakukan hal lebih, hingga akhirnya malam ini mereka melakukan kembali.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya... 😊☺