Aku Dan Mantan Kekasih Suamiku

Aku Dan Mantan Kekasih Suamiku
Perdebatan


__ADS_3

" Aaaaaaahhhh... Raisya hamil lagi. " ucap Nando saat menikmati kesendiriannya di teras depan rumahnya malam itu.


Saat itu Nando termenung memikirkan Raisya yang saat ini sedang hamil. Dia terus menghirup rokoknya dan juga menyeruput kopi yang dia buat. Tanpa dia sadari sudah setengah bungkus dia habiskan hanya dalam hitungan beberapa jam, dan kopi yang di buat olehnya pun sudah habis dia minum.


Dia tidak mengerti apa yang dia rasakan saat ini, seharusnya dia merasa bahagia karna dirinya akan menjadi seorang ayah. Tetapi saat ini justru hati nya malah merasa bingung. Tentunya sangat wajar Nando merasakan seperti itu, karna Viona masih ada di hidup nya.


Setelah memikirkan yang tidak jelas, akhirnya Nando memutuskan untuk masuk ke dalam rumah kembali. Dia juga belum berani untuk memberi tahukan kehamilan Raisya kepada Viona.


Raisya terbangun dari tidurnya, dan saat itu melihat Nando yang tidak ada di sampingnya. Akhirnya Raisya memutuskan untuk melihat Nando di luar. Saat dia keluar dari kamarnya, dia berpapasan dengan Nando yang sedang membuka pintu rumah dan akan masuk ke dalam rumah.


" Kamu belum tidur ? Dari mana ? " tanya Raisya kepada Nando.


" Belum ngantuk. Ini baru mau tidur. " ucap Nando datar.


Saat itu Raisya tidak mau memperpanjangnya, karna dia masih sangat mengantuk. Setelah dia sudah melihat Nando, akhirnya Raisya memilih untuk tidur kembali. Nando pun mengikuti langkah Raisya untuk masuk ke dalam kamar tidurnya.


Setelah masuk ke dalam kamar, Raisya langsung tidur kembali. Nando belum bisa tertidur, dia memilih untuk memandangi wajah Raisya, dan setelah dirinya merasa puas, matanya turun ke bawah ke arah perut Raisya. Tanpa di sadari, dia mengeluarkan air mata. Tiba-tiba hati nya merasa sedih kala ingat dia masih saja menginginkan wanita lain di hidupnya. Padahal seharusnya dia bisa menjadi suami yang baik untuk Raisya dan ayah yang baik untuk anaknya. Tetapi karna perasaan egois nya, sehingga dirinya masih membutuhkan wanita lain di hidupnya.


Dia pandangi kembali wajah Raisya yang kini terlihat sangat lelah dan pucat. Karna Raisya harus merasakan rasa mual yang cukup parah yang membuat tenaga nya menjadi terkuras. Seharusnya saat seperti ini, dirinya harus terus memberi support untuk Raisya.


Dirinya terlintas untuk menyuruh Raisya berhenti bekerja, agar Raisya bisa lebih fokus dengan kehamilannya saat ini. Selain itu, dia juga memilih agar Raisya lebih banyak tinggal di rumah orang tua nya.


Aneh memang aneh sikap Nando. Bukannya dia menginginkan menemani Raisya selama kehamilan, dan justru dia membuat Raisya jauh dari nya. Karna nanti nya Raisya akan terpisah dari nya. Dia tinggal di rumah yg mereka tempati, dan Raisya tinggal di orang tuanya.

__ADS_1


Nando berpikir sangat licik, dengan seperti ini dirinya bisa menjadi lebih dekat dengan Viona. Bukan merasa bahagia dengan kehamilan istrinya, justru dia memanfaatkan situasi keadaan ini untuk lebih dekat dengan Viona.


Setelah mengatur rencananya, Nando memilih untuk tidur karna matanya sudah mulai mengantuk. Dia memeluk tubuh Raisya. Sepertinya air mata yang keluar membasahi pipinya, menjadi tidak ada artinya mengingat rencana busuk yang akan dia lakukan. Kini Nando sudah tertidur pulas.


*******


Suara alarm di handphone Raisya telah berbunyi, Raisya bergegas langsung turun. Dia langsung mengambil air wudhu dan kemudian sholat shubuh. Setelah itu dia langsung ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.


" Hoek... hoek... hoek... " Raisya merasa mual di perutnya, kemudian dia memuntahkan terus menerus apa yang ada di dalam perutnya.


Mendengar Raisya yang muntah berkali-kali, akhirnya Nando bangun dari tidurnya. Dia melangkah keluar kamar dan menemui Raisya yang sedang terduduk lemas.


" Muntah terus ya...? " tanya Nando.


" Ya udah mending kamu berhenti bekerja aja dulu. " ucap Nando santai.


Raisya membulatkan matanya dan bibir nya menganga mendengar ucapan Nando yang dia tidak percaya. Karna ini bukan solusi yang tepat bagi dirinya. Karna dia sudah merasa senang bekerja di sana, karna lingkungannya enak. Meskipun baru satu tahun dia bekerja di sana, tetapi dirinya sudah merasaa nyaman.


" Ga.. aku ga mau berhenti. Aku betah kerja di situ. " Ucap Raisya marah merasa kecewa dengan ucapan Nando yang seenaknya mengatur dirinya.


Raisya pergi meninggalkan Nando. Dan memilih untuk mandi.


" Dasar wanita keras kepala. " ucap Nando saat Raisya berlalu dari hadapannya.

__ADS_1


Setelah selesai mandi, Nando masih terus mengucapkan keinginannya terhadap Raisya.


" Ini demi kebaikan kamu. Susah banget sih di bilangin. Biar kamu bisa lebih fokus sama kehamilan kamu. Kamu bisa lebih banyak beristirahat. Kan kalo kamu udah ga kerja, kamu bisa lebih sering ke mama untuk mengurus kamu. " jelas Nando.


" Kamu tuh bener-bener ya, seenaknya aja ngomong tanpa mikirin perasaan aku. Owh... aku tau kamu pasti sudah punya rencana untuk lebih banyak ninggalin aku kan ? Nantinya Aku akan lebih sering tinggal di mama dan aku pun ga berdaya karna aku sudah tidak bekerja. " sahut Raisya.


Nando merasa di tampar dengan ucapan Raisya. Karna apa yang Raisya ucapkan adalah benar itu ide dia saat ini.


" Aneh banget ya kamu... Selalu aja bawa-bawa dia di pembicaraan kita. Aku kan udah jelasin ke kamu, kalau aku udah ga ada hubungan apa-apa sama dia. Jangan bikin aku hilang kesabaran ya ! " ucal Nando dengan emosi.


" Yakin...??? Yakin tuh kamu udah ga berhubungan lagi ? Aku ga percaya. Aku yakin kamu masih bohongin aku. " sahut Raisya kesal.


Nando merasa sangat kesal dengan ucapan Raisya, meskipun apa yang Raisya ucapkan itu benar. Dia mencoba menutupi rasa malu nya, karna ternyata Raisya diam-diam sudah mengetahui kedoknya. Raisya selalu memiliki firasat yang sangat kuat. Sehingga dia sangat sulit untuk percaya dengan orang lain, tetapi Nando belum mengerti jelas sifat Raisya. Memang Raisya itu mempunyai sifat pendiam. Dia memilih untuk lebih banyak diam meskipun sudah mengetahui sebenarnya.


Raisya tetap bersikeras masuk ke dalam kamarnya untuk berganti pakaian ke kantor. Setelah selasai dia berdandan, dia memilih untuk keluar dari kamar. Dia melihat Nando yang masih saja menghirup rokoknya dan belum bergegas siap-siap.


Nando masih saja mengoceh dan mengatai Raisya macam-macam. Karna dia tetap ingin menyuruh Raisya berhenti bekerja. Dia sudah berusaha untuk berbicara secara lembut hingga dia kehilangan kesabaran membuat dirinya berkata kasar dengan ucapannya.


Raisya bukannya menerima nya, justru di malah menangis karna sikap Nando terhadapnya. Sebegitu kalapnya Nando hingga tanpa sadar telah menampar wajah Raisya. Wajah seorang ibu yang sedang mengandung anaknya. Raisya sangat kecewa. Karna seharusnya Nando memberi support yang baik, karna dirinya sedang mengandung anaknya. Tak sepantasnya Nando melakukan hal itu. Sama saja seperti halnya, Nando tidak menyukai kehamilan Raisya. Padahal Raisya saat ini sedang mengandung anaknya.


Karna perdebatannya dengan Nando saat ini, dia akhirnya mengirim pesan kepada Hrd di kantornya untuk meminta izin tidak masuk kerja. Nando pun hari ini menjadi tidak bekerja.


Dia tidak mungkin meninggalkan Raisya sendiri dalam keadaaan sedih. Dia merasa menyesali atas perbuatannya tehadap Raisya. Semua dia lakukan karna dirinya telah di tutupi perasaannya terhadap Viona.

__ADS_1


__ADS_2