
" Kamu sama aja seperti wanita lain Sa...Aku pikir kamu beda sama cewek lain. Ternyata sama aja berkhianat. " ucap Tyar di panggilan telpon.
" Kamu lagi nomong apa sih? " tanya Raisya. Karna dia merasa kaget malam-malam Tyar menelponnya dan berbicara seperti itu.
" Aku udah tahu semua, tadi saat aku kuliah kamu bermesraan sama Rano kan di kamar kos nya. Gila kamu... giliran sama aku pacar kamu, kamu justru sok jual mahal. Eh... sama orang baru kenal malah gampang banget. " ucap Tyar menjelaskan semuanya.
Raisya akhirnya tersadar arah yang di ucapkan Tyar kepadanya. Raisya menangis mendengar ucapan Tyar kepadanya.
" Kamu salah paham yar... Ini semua tidak seperti yang kamu kira. Rano tadi menjebak aku dan aku berusaha untuk kabur tetapi dia mengunci kamarnya. Dan Alhamdulillahnya Winda dan teman kamu mengetok-ngetok kamar Rano terus dengan kencang. Rano belum sempat menjamah aku, dengan kesal dia langsung membuka pintu kamarnya dan aku langsung lari ke luar. " jelas Raisya.
" Sudahlah... mungkin udah jalannya kaya gini. Padahal aku serius loch sama kamu. Aku lagi sayang-sayangnya sama kamu Sa. Kamu malah mengkhianati aku. " Sahut Tyar sambil menghela nafas.
Air mata Raisya terus mengalir deras, meskipun hanya mendengar lewat telpon dia sangat merasakan betapa kecewa nya Tyar dengan dirinya.
Tyar mendengar dari temannya saat tadi pulang kuliah dan mereka futsal yang biasa dia lakukan rutin setiap minggu nya, dia mendengar Raisya tadi siang mengobrol mesra dengan teman yang selalu bersaing dengannya saat dia meninggalkan Raisya sedang ada mata kuliah. Dia meninggalkan Raisya di kosan temannya.
Awalnya memang dia ragu meninggalkan Raisya di sana karna ada teman yang dia tidak suka, tapi Raisya tidak mau ikut ke kampus dan lebih memilih menunggu di sana.
Hari itu Tyar ultah. Raisya memberikan kejutan di hari ultahnya dengan membawa kue ulang tahun. Dia bersama Winda datang ke sana dengan alasan mau main ke sana karna sudah lama ga pernah ke sana. Raisya masih sibuk dengan persiapan skripsi nya yang sedang menunggu sidang skripsi. Dia menyempatkan waktu demi orang yang sangat dia sayang.
__ADS_1
Tyar yang memiliki sifat posesif mendengar omongan tentang itu, hati nya langsung merasa panas tanpa mendengar dari sudut Raisya. Dia langsung memutuskan hubungannya dengan Raisya.
Dia sangat benci dengan pengkhianatan. Apalagi dia sudah menaruh banyak harapan dengan hubungannya bersama Raisya. Mungkin kalau bukan orang yang memang saingannya dia ga akan semarah itu.
Ternyata sejak satu tahun yang lalu Tyar dengan Rano sudah bermusuhan, mereka masih dekat hanya karna masih menghargai teman-teman yang lain saat berkumpul.
Rano mengambil kesempatan saat dia mengetahui Tyar sedang ke kampus. Rano dari awal melihat Raisya sudah menaruh hati dan ketika mengetahui Raisya adalah pacar Tyar keinginan dia semakin besar untuk mendapatkannya.
Teman-teman mereka tidak curiga pada Rano. Karna Rano tidak mengungkapkan kepada siapapun dia hanya mencuri pandang saat Raisya datang ke sana. Dia berusaha untuk mencari celah untuk mendapatkannya dengan cara licik.
Rano mencoba bersikap ramah kepada Raisya, dia mengajak Raisya dan Winda untuk main ke kamar kos nya. Raisya di suguhi banyak cemilan. Dia berusaha untuk dekat dengan Raisya. Dia mencari tau kehidupan Raisya. Mulai dari kuliah di mana, tinggal di mana, dan juga tentang udah berapa lama menjalin hubungan dengan Tyar.
Mereka terus mengobrol panjang lebar. Rano menutup pintu kamar nya saat Winda sedang keluar ke toilet. Awalnya Raisya merasa keberatan karna takut yang lain salah paham. Tapi karna alasan Ac kamar jadi ga dingin dan nanti Winda juga akan kembali. Raisya menyetujuinya.
Rano menyuruh Raisya duduk di atas kasur nya tidak mengizinkan duduk di bawah dengan alasan takut dingin. Entah pengaruh permen yang di berikan Rano atau apa Raisya mengikuti apa yang di perintah Rano.
Raisya seperti orang bodoh yang mengikuti perintah Rano padahal hati nya menolak. Rano melangkah mengunci pintu kamarnya sebelum Winda datang. Raisya hanya diam terpaku bukan mencoba pergi.
Rano mencoba mendekati Raisya. Dia ingin mencium Raisya bahkan ingin memperkosa Raisya saat itu. Raisya mencoba menghindar dan berusaha kabur. Rano memegang tubuh dia dengan kencang. Dia terus menciumi tubuh Raisya, meskipun Raisya terus berusaha menolak.
__ADS_1
Untungnya Winda mengetok-ngetok kencang begitu juga teman yang lain. Mendengar hal itu Rano langsung menghentikan niatnya. Raisya menangis dan berusaha membuka pintu kamar itu.
Teman-teman Tyar menanyakan hal itu ke Rano. Rano tertawa puas bisa membuat perasaan Tyar hancur dengan melakukan hal itu ke pacarnya.
Semua teman Tyar marah karna Rano melakukan hal yang gila. Setelah itu mereka menemui Raisya. Mereka menanyakan hal yang sama ke Raisya. Tetapi ucapan Raisya dengan ucapan Rano berbeda.
Rano bilang Raisya menyukai dirinya juga. Mereka tadi berciuman dan Raisya sangat menikmatinya. Raisya mencoba menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi ke Windan dan teman-teman Tyar yang ada di sana. Dia juga meminta untuk merahasiakannya ke Tyar. Tapi entah siapa yang khianat akhirnya berita itu sampai juga ke telinga Tyar dan parahnya yang dia ceritakan itu ucapan dari Rano.
Sudah tidak ampun lagi bagi Raisya. Dia mengutuki dirinya sendiri terus menerus. Setelah kejadian itu, akhirnya dia berusaha untuk tenang. Dia mengirim pesan chat kepada Tyar menanyakan pulang jam berapa , tapi tidak ada respon dari Tyar. Akhirnya dia memutuskan pulang duluan karna merasa tidak enak dengan Winda yang sudah ngajak dia pulang dari tadi.
Raisya mengabari Tyar bahwa dirinya pulang duluan. Padahal sebelum berangkat ke kampus Tyar sudah memperingatkan kepada Raisya untuk berhati-hati dan memintanya untuk menunggu dia selesai kuliah.
Bodoh memang yang di lakukan Raisya saat itu. Dia tidak mendengarkan ucapan Tyar. Dia malah pulang duluan dan mengunjungi kamar Rano. Penyesalan hanyalah penyesalan. Karna tindakan yang salah, membuat hancur hubungannya dengan Tyar.
Raisya di penuhi perasaan bersalah. Andai dia tidak melakukan hal bodoh tadi, pasti dia masih menjalin kasih dengan Tyar. Raisya sangat menyesalinya. Dia telah membuat Tyar luka kembali akan percintaan. Meskipun dia tidak melakukan seperti yang di pikir yang lainnya.
Tyar masih menerima Raisya sebagai temannya. Meskipun dia telah memaafkan Raisya tapi semua itu tidak bisa merubah pendiriannya untuk kembali menjalin hubungan kembali. Raisya menikmati kebersamaannya dengan Tyar meskipun hanya sebagai teman.
Tyar masih menunjukkan rasa sayangnya ke Raisya. Di cerita berbeda Rano masih saja mengejar Raisya untuk jadi pacarnya. Rano sangat senang mendengar akhirnya Raisya dan Tyar putus. Rano meminta nomor telpon Raisya dari Rino. Anehnya teman-teman mereka tidak ada yang pernah curiga pada Rano. Mereka memang mengetahui kalau Rano menyukai Raisya, tetapi mereka suka memperingati sebenarnya untuk tidak mengganggu hubungan Raisya dan Tyar, tapi Rano tetap ga berubah pikiran.
__ADS_1
Dulu ucapan Tyar pernah menyakiti perasaan Rano. Dia menghina Rano. Memang Tyar lebih kaya dari Rano. Rano sangat sakit dengan Tyar sehingga ini saat yang tepat baginya untuk membalas dendam pada Tyar yaitu dengan cara memiliki orang yang Tyar sayang.