Aku Dan Mantan Kekasih Suamiku

Aku Dan Mantan Kekasih Suamiku
Tak pernah berubah


__ADS_3

" Awas..." Ucap Fikri.


Dari jauh Fikri sudah melihat mobil yang berjalan berlawanan arah dengan Viona dan dirinya. Fikri melihat Viona saat itu hanya diam seperti patung dan juga berteriak ketika mobil yang akan menabrak dirinya semakin mendekat , dirinya langsung menarik dan mendekap tubuh Viona. Viona yang melihat mobil tersebut mendekat bukannya menghindar dirinya justru menjadi panik seperti tidak ada kekuatan untuk berlari.


" Lepaskan aku ! Kenapa kamu tidak membiarkan aku ke tabrak aja ? Biar kamu sama ibu kamu puas. Itu kan yang kamu mau ? Mendoakan cepat mati ? " Ucap Viona dengan tatapan tajam.


Tanpa basa - basi Fikri langsung menarik tangan Viona untuk kembali ke rumah. Dia memilih untuk membicarakan nya di rumah. Awalnya Viona mencoba berusaha untuk melepaskan genggaman tangan Fikri terhadapnya.


Setelah sampai di rumah , Viona langsung mendapat tatapan dan ucapan tajam dari ibu mertuanya. Ibu mertuanya yang sekarang benar - benar telah berubah. Dan hubungan antara orang tua nya dengan orang tua Fikri menjadi tidak baik. Karna kedua orang tua Viona merasa tidak terima dengan sikap temannya kepada anaknya. Viona sering kali mengadu kepada orang tua nya jika mendapat perlakuan tidak baik , hingga akhirnya ibu nya Viona merasa kesal.


" Mau ngapain sih aku di bawa ke sini ? Aku mau pulang dari sini. " Ucap Viona yang memilih untuk tidak masuk ke dalam rumah lagi dan memilih duduk di teras.


" Kamu tuh benar - benar keras kepala ya. Emang tak pernah berubah. Ya udah tunggu dulu aku ambil barang dulu , kita pulang bareng ! " Sahut Fikri.


Fikri berjalan ke dalam rumahnya menuju kamarnya untuk menyiapkan barang - barangnya. Setelah itu dirinya berpamitan pulang dengan kedua orang tua nya.


" Ma maaf aku pamit pulang dulu ya ! " Ucap Fikri sambil mencium tangan mama nya.


" Kamu itu masih aja di belain perempuan kaya gitu. Tak pernah berubah tuh orang. " Sahut mama nya. Fikri.


Fikri memilih untuk tidak memperluas pertengkaran , sehingga dirinya memilih untuk pulang. Karna bagaimana pun Viona adalah istrinya. Dia ingin membicarakan nya baik - baik terhadap istri nya. Jika semakin lama di sana akan semakin memperkeruh suasana.


Viona dan Fikri memilih untuk diam sepanjang perjalanan. Fikri membawa Viona langsung ke apartemen mereka. Fikri sengaja membawa Viona ke sana karna dirinya merasa tidak enak jika ke rumah saudara Viona dalam keadaan tidak baik habis bertengkar.


Setelah menempuh perjalanan selama dua jam akhirnya mereka sudah sampai di apartemen miliknya. Viona hanya diam saat Fikri memilih untuk langsung membawa nya ke apartemen.

__ADS_1


Jujur Viona saat ini hatinya sedang terbakar emosi. Dia merasa tidak terima dengan sikap ibu mertuanya yang menjodohkan anaknya dengan wanita lain. Padahal anaknya sampai saat ini masih memiliki istri.


Fikri langsung memulai pembicaraan saat melihat Viona sudah terlihat cukup tenang.


" Di sini aku tidak akan membela siapapun. Cuma aku mau ngingetin. Yang akan memutuskan semua ini adalah aku. Untuk saat ini aku akan tetap mempertahankan kamu. Tapi tetap aku minta kamu tetap hormat kepada kedua orang tua ku selama kamu masih menjadi istriku. " Ucap Fikri tegas.


Tetapi bukan namanya Viona jika tidak keras kepala. Tetap saja dia tidak terima. Dia juga merasa kecewa dengan sikap Fikri yang tidak membela sedikit pun di depan orang tua nya. Dia merasa Fikri tak pernah


berubah padanya, masih saja bersikap cuek padanya.


Selama ini Viona merasa tertekan hidup dengan Fikri. Hidup penuh dengan penuh serba salah. Selama ini Fikri selalu tidak peduli dengan apa yang dia inginkan , hingga akhirnya Viona selalu melampiaskannya di luar.


Suasana sudah tidak menyenangkan , Viona dan Fikri sepakat memilih untuk pulang ke Jakarta. Setelah menempuh perjalanan 3 jam akhirnya mereka telah sampai di kosan Fikri. Rencananya Viona besok akan pulang ke rumah orang tua nya.


Suasana masih terasa canggung. Setelah membersihkan diri , Viona memilih untuk tidur lebih dulu dari Fikri. Sedangkan Fikri memilih untuk bermain game. Saat bersama Viona tak jarang Fikri melepaskan penatnya dengan bermain game online di handphone. Kadang hal ini juga yang membuat Viona sering merasa kesal. Fikri lebih sibuk dengan dunianya sendiri. Sibuk bekerja dan sibuk bermain game , kadang Viona merasa kurang mendapat perhatian dari Fikri.


*******


Di tempat berbeda...


Tok...Tok...Tok...


Ceklek...


Raisya membuka pintu kamarnya..

__ADS_1


" Bu ada bapak di luar , katanya mau bicara sama Ibu . " Ucap Sari.


Raisya langsung keluar menemui Nando. Meskipun mereka sedang proses perceraian , Raisya masih tetap menjalin hubungan baik dengan Nando. Semua ini Raisya lakukan demi anak - anak nya , selama tidak menggangu privasinya.


" Mau ngomong apa ? " Ucap Raisya sambil duduk di sofa di depan Nando.


" Sa , Aku mohon batalkan perceraian kita. Kita coba jalanin semuanya dari awal. " Ucap Nando memohon.


" Selalu saja tak pernah berubah dari dulu memaksakan kehendak sendiri. Kalau kamu masih bicara seperti itu , lebih baik kamu pergi dari sini karna sampai kapan pun kamu tidak akan lagi bisa merubah keputusan aku ! " Sahut Raisya.


" Aku yakin kamu akan menyesal suatu saat nanti. Aku yakin kamu ga pernah bisa melupakan kenangan kita sampai kapan pun. " Ujar Nando geram merasa tidak terima dengan ucapan Raisya.


" Percaya diri sekali kamu. Kalau sudah tidak ada yang perlu kita omongin lagi , aku permisi. " Ungkap Raisya sambil bangkit dari duduknya dan akan melangkah ke kamar nya kembali.


Nando langsung bangkit dan meraih tangan Raisya.


" Lepasin tangan aku ! Jangan pernah berani lagi sentuh tangan aku ! " Ucap Raisya sambil menghempaskan tangan Nando.


" Tak pernah berubah. " Ucap Raisya dalam hati sambil melangkahkan kaki nya ke kamar kembali.


Nando hanya bisa memandang punggung Raisya yang berlalu meninggalkan dirinya. Dia hanya bisa menghela nafas panjang saat mendengar ucapan Raisya , rasanya sudah tidak ada harapan untuk dirinya kembali meskipun dirinya telah memohon berkali - kali.


" Tak pernah berubah sulit di luluhkan, sama seperti dulu pertama kali kenal. " Ungkap Nando lirih.


Setelah bertemu dengan anaknya sebentar , Nando memutuskan untuk pulang. Raisya sudah mengungkapkannya pada Clarissa anaknya yang besar , bahwa ayah dan bunda nya akan berpisah. Clarissa sudah mengerti , karna Clarissa sudah mengerti kedua orang tuanya sering bertengkar.

__ADS_1


Tunggu episode berikutnya untuk mengetahui penderitaan apa lagi yang akan di rasakan Viona. Biarkan sekarang ini dirinya bernafas lega dulu.😄


Jangan lupa dukungan kalian ya..🙏🙏


__ADS_2