
Raisya sudah memberikan kepercayaan kembali kepada Nando. Terlihat jelas pada saat ini dia tidak merasa curiga bila Nando meminta izin bahwa dirinya harus keluar kota karna ada tugas kantor. Raisya tetap menjalani kehidupan biasanya. Rutinitas bekerja seperti biasa.Tetapi untuk saat ini apabila Nando tidak pulang, dia lebih memilih menginap di rumah orang tuanya. Mengingat usia kandungannya yang sudah tua yang hanya menunggu waktunya melahirkan.
Nando kini telah kembali seperti dulu di belakang Raisya, karna dia tidak mau ke hilangan Viona. Tetapi untuk saat ini, Nando tetap memberikan perhatiannya kepada Nando. Seperti saat sebelum dia meninggalkan Raisya, dia membelikan terlebih dahulu makanan kesukaan Raisya. Dia juga selalu bersikap manis memberikan perhatiaan terlebih dahulu. Dia masih terus mencintai istrinya meskipun dia masih terus berpaling.
Malam ini Nando sedang bermesraan di kosan Viona. Mereka melepas rindu, yang hanya terjadi 2hr selama 1minggu. Mereka terlihat sangat bahagia sekali. Dan di tempat berbeda Raisya merasakan kantuk yang lebih cepat. Jam menunjukkan pukul 20.00 sudah merasa sangat kantuk. Untuk sekarang dia lebih bersikap cuek apabila Nando pergi, biasanya dia selalu gelisah dan berusaha terus untuk menghubungi Nando lewat panggilan telpon.
" Lagi apa yank ? Dede ga rewel kan di perut ? Besok aku pulang. Pulang kamu kerja kita pulang ya ke rumah. Aku kangen sama kamu. Aku sayang banget sama kamu. " tulis Nando di pesan chat kepada Raisya.
Raisya tidak membalasnya, karna dirinya telah tertidur pulas. Untuk sekarang, meskipun Nando bersama Viona dia tetap meluangkan waktu nya untuk mengirim pesan chat kepada Raisya walaupun hanya sekedar memberikan perhatian dan mengungkapkan rasa sayangnya.
Jam menunjukan pukul 12.00 malam, Raisya merasakan perutnya mulas. Dia mencoba membuka matanya dan berusaha untuk bangkit ke kamar mandi. Raisya pikir dirinya merasakan perut mules karna tadi saat pulang kerja dia habis memakan baso yang sangat pedas. Setelah ke kamar mandi berkali-kali, dirinya hanya merasa perut mulas melilit. Dirinya sampai-sampai terasa sangat lemas, mengeluarkan keringat dingin, dan mual seperti mau muntah.
Akhirnya dia memilih untuk masuk ke dalam kamarnya, dia mencari keberadaan handphone nya dan memberitahukan keadaan dia saat ini. Nando selesai melakukan hubungan intim dengan Viona, dia mencoba bersantai dulu tidak langsung tidur. Dan dia melihat pesan chat dari Raisya yang mengabarkan bahwa dirinya merasakan mules berkali-kali, keringat dingin seperti mau pingsan, dan mual ingin muntah.
Nando merasa panik saat itu, rasanya dia ingin langsung pulang saat itu juga. Tetapi dia mengurungkan niatnya, karna Raisya pasti curiga kalau dia pulang tiba-tiba. Nando langsung membangunkan Viona yang sudah tertidur karna merasa lelah dengan pertempurannya tadi bersama dirinya.
Karna merasa dirinya terganggu, akibat Nando mengguncangkan tubuhnya dan memanggil-manggil dirinya akhirnya Viona berusaha membuka matanya. Melihat Viona yang sudah terbangun dan duduk di tepi kasur. Nando langsung menanyakan tentang tanda-tanda yang di rasakan Raisya. Dia menanyakan apakah Raisya akan segera melahirkan, karna seingatnya masih ada waktu 2 minggu Raisya akan melahirkan.
Viona melihat kepanikan Nando kepada istrinya menjadi merasa kesal. Dan di saat mereka mengobrol, Raisya terus menghubungi dirinya. Tetapi dia tidak mau mengangkat telpon dari Raisya. Pasti kalau dia mengangkatnya dia tidak akan tahan mendengar kesakitan orang yang dia sayang. Dan Viona langsung membuka omongan menjelaskan.
__ADS_1
" Mungkin aja kalau mules nya sering, itu bisa jadi dia benar mau melahirkan. Tapi bilang aja sama dia berusaha untuk tenang, jangan panik ! Biasanya kalau anak pertama mencari jalan keluarnya agak lama. Ya udah aku mau tidur lagi, ganggu aja. " ucap Viona kesal.
Tanpa mempedulikan perasaan Viona, Nando langsung mengirimkan pesan ke Raisya. Mencoba menenangkan istrinya dari jauh. Dia menyampaikan pesan yang di sampaikan oleh Viona nya tadi. Dia menanyakan itu ke Viona, karna Viona pernah pengalaman melahirkan.
" Kamu tenang ya sayang jangan panik ! Besok pagi aku akan izin pulang, shubuh aku pulang dari Bandung. Kita kontrol dede ya ke bidan. Insyaallah kalau udah waktunya lahir, biasanya anak pertama agak lama waktunya. Kamu sabar ya sayang... Aku sayang banget sama kamu. Aku istirahat dulu, kamu juga ya istirahat ! " Tulis Nando memberi semangat pada istrinya.
" Iya aku istirahat. Mulesnya udah agak hilang ko. " Balas Raisya.
Raisya mencoba menenangkan diri untuk todak panik seperti yang di ingatkan Nando tadi. Dia mencoba untuk memejamkan matanya kembali. Memang untuk saat ini mules nya masih muncul kadang-kadang. Kadang terasa mules banget, dan hitungan menit langsung menghilang.
Raisya masih terus terjaga hingga pagi. Dia terus menelpon Nando untuk membangunkan Nando agar tidak kesiangan. Raisya menghubungi Nando berkali-kali. Setelah sekian kali ada panggilan tak terjawab dari Raisya, dan baru panggilan terakhir Nando baru bisa membuka matanya. Dia mencoba melepas pelukan Viona ke dirinya. Dia mengangkat tangan Viona pelan-pelan dan dia berusaha bangkit dari tempat tidur. Kemudian dia membalas pesan dari Raisya.
Saat itu sudah shubuh, satu persatu orang tua nya bangun. Dia memberitahukan kepada orang tua nya apa yang terjadi. Mereka langsung panik, dan menanyakan keberadaan Nando. Setelah selesai sholat, mama nya membantu menyiapkan keperluan Raisya untuk sementara aja. Karna semua perlengkapan bayi, keperluan Raisya lainnya ada di rumah yang mereka tempati. Semua belum di siapkan, karna Raisya belum waktunya untuk melahirkan.
Raisya pun juga bertanya-tanya apakah dirinya akan melahirkan sekarang, mengingat ini belum waktunya untuk dia melahirkan. Dan sampai saat ini belum juga ada tanda-tanda dirinya akan melahirkan, tak ada air ketuban atau pun bercak darah yang keluar. Hanya saja rasa mual, mules yang hebat dan muntah dia juga muntah berkali-kali. Sehingga wajah Raisya terlihat sangat pucat dan tubuhnya sangat lemas.
Dan di tempat berbeda, tepatnya di kosan. Nando dan Viona sedang bertengkar hebat. Viona merasa kalut karna sebentar lagi, Nando akan menjadi ayah. Raisya dan Nando akan merasa bahagia dengan kehadiran anak di pernikahan mereka yang menandakan hubungan mereka menjadi sangat terikat dan tak mungkin berpisah. Nando marah, karna ini bukan waktu nya membicarakan hal seperti ini. Nando meninggalkan Viona yang masih terus mengomel. Nando mengambil kunci motornya dan langsung berpamitan untuk pulang.
Nando mengendarai motornya dengan cepat, dan dia berniat akan menjemput ibu nya terlebih dahulu agar bisa menemani kelahiran Raisya. Raisya tampak gelisah. Dia sudah siap-siap dengan mama nya, tinggal menunggu Nando datang. Mulasnya sudah bertambah, dan kini sudah ada bercak darah yang menandakan dia benar akan melahirkan hari ini. Dia terus mengelus perut besarnya, untuk berbicara pada bayi dalam perutnya dan meminta untuk bersabar menunggu ayahnya datang. Karna dia sangat menginginkan suaminya mendampingi dirinya saat melahirkan.
__ADS_1
Raisya sudah berjalan bolak-balik di dalam rumahnya. Dia merasa sangat cemas, karna dia harus menempuh perjalanan 1,5 jam jika menggunakan mobil untuk sampai ke tempat bidan dekat rumahnya. Dia terus melihat handphonenya yang belum ada kabar lagi dari Nando, dan dia juga terus melihat jam yang ada di handphone nya. Raisya sedang menghitung jarak tempuh Bandung - Bekasi dengan menggunakan bis. Padahal sebenarnya Nando tidak ke Bandung, malam tadi sedang menginap di kosan Viona yang berada di daerah Bintara Bekasi.
Dan akhirnya yang di tunggu datang. Nando datang bersama ibunya. Nando berusaha untuk menenangkan Raisya, tetapi saat itu Raisya sudah tidak bisa berkutik. Hanya rasa mual dan mules yang sangat menyiksa dirinya. Dia pun sampai meneteskan air matanya karna merasakan sakit yang sangat hebat. Saat Nando menawarkan dirinya untuk sarapan, Raisya sudah tidak berucap apa-apa lagi. Dan akhirnya mereka memutuskan untuk berangkat.
Nando terus sabar memberikan perhatian kepada istrinya. Dia terus memberi semangat kepada istrinya. Raisya sudah tidak berbicata, karna dia terus menahan rasa sakitnya yang mules semakin sering. Selama perjalanan Raisya pun terus menahan mualnya agar tidak muntah di dalam mobil.
Akhirnya setelah menempuh perjalanan beberapa jam, mereka telah sampai di bidan tempat bersalin. Raisya langsung di tuntun menuju ruangan bersalin, dan sebelum sampai dia malah muntah mengeluarkan kembali istri perutnya. Raisya merasa tambah gemetar seperti tidak ada tenaga. Sedangkan Nando di suruh oleh perawatnya untuk mengambil perlengkapan bayi. Untung saja jarak bidan dengan rumah yang mereka tempati dekat. Sehingga Nando tidak perlu memekan waktu yang lama untuk sampai ke tempat bersalin lagi.
Bidan berusaha memeriksakan sebelumnya sudah pembukaan berapa Raisya saat ini. Dan ternyata Raisya sudah sampai di pembukaaan 7 dan tandanya sebentar lagi Raisya akan melahirkan. Nando terus mengelus - elus rambut Raisya memberi semangat pada istrinya. Tapi entah apa yang terjadi, justru bayangan perselingkuhan Nando dan Viona muncul di benaknya. Membuat Raisya menjadi lemas tak berdaya. Raisya hanya merasakan dalam hati apa yang dia rasakan, dia tidak mengungkapkan pada siapapun.
Setelah di cek semua pembukaan lengkap, bidan memberikan suntikan pada Raisya untuk memberikan rasa mules kepada Raisya. Raisya merasakan mules yang hanya sebentar - bentar, karna ketuban saat itu belum pecah dan Raisya juga hanya mengeluarkan bercak darah. Suasana tegang terjadi semua. Orang tua Raisya, ibu mertua, Nando , dan adik Raisya semua berkumpul semua. Bidan terus bersabar membantu Raisya, saat Raisya sudah merasa siap bidan memandu untuk mengedan. Dua kali mengedan Raisya gagal belum kuat untuk mengeluarkan bayinya. Nando selalu berada di sampingnya memegang tangannya dan memandang dirinya memberi kekuatan untuk Raisya. Raisya memang sangat pendiam, saat melahirkan pun dia hanya diam untuk menahan sakitnya. Menahan untuk melahirkan dan juga menahan sakit hatinya terhadap perselingkuhan Nando terhadap Viona. Dan pada mengedan yang ketiga akhirnya bayi mungil yang cantik telah lahir ke dunia. Semua yang ada di sana merasa lega. Nando langsung mencium kening Raisya memberikan ucapan terima kasih karna telah memberikan anak yang cantik dan sehat untuk dirinya. Anak itu di beri nama Clarissa Putri, nama yang cantik untuk anak yang cantik untuk mereka. Anak yang hadir untuk memberikan kebahagian untuk mereka, meskipun perjalanannya sangat menyakitkan.
Raisya masih terus terdiam, dia hanya memandang bayi mungilnya di dalam box. Tertidur pulas dengan nyaman. Nando memilih untuk keluar bersama keluarganya. Mereka sedang mengobrol di luar. Tanpa terasa airnya menetes memandang bayinya. Akankah dia mampu untuk berpisah dari suaminya???
Cerita ini akan terus menguras air mata....
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian....
Aku butuh dukungan kalian untuk karya aku... 😘😘🤗☺
__ADS_1