Aku Dan Mantan Kekasih Suamiku

Aku Dan Mantan Kekasih Suamiku
Reuni SMA


__ADS_3

Sekolah SMA tempat Raisya sekolah akan mengadakan Reuni setelah 10 tahun tidak bertemu. Raihan sebagai ketua pelaksana. Meskipun dirinya sibuk sebagai pengusaha, dia berusaha untuk menyempatkan waktu sebagai ketua pelaksana. Rencananya reuni itu akan di adakan 1,5 bulan lagi. Tim sukses sudah mulai mengadakan rapat untuk persiapan acara reuni.


Raisya mendapat informasi di grup sekolahnya di Facebook. Memang setelah sudah sibuk bekerja, dia sudah tidak pernah ikut kumpul acara-acara. Selain sibuk, dia juga selalu berusaha untuk menghindar dari Raihan.


Raisya sengaja tidak memberi respon di grup karna dia masih merasa bimbang untuk mengikuti acara reuni. Di dalam lubuk hatinya dia ingin sekali hadir untuk melepas temu kangen dengan teman-teman nya setelah 10 tahun tidak bertemu, tapi di sisi lain dia juga malas untuk bertemu dengan Raihan. Apalagi Raihan adalah ketua pelaksana.


Meskipun dulu dia sudah membuat kesepakatan antara Raihan dan dirinya setelah kejadian di Surabaya, dia merasa terbawa suasana lagi jika bertemu. Apalagi saat ini perasaan Raisya masih tidak menentu. Sudah hampir tiga bulan dia pisah ranjang dengan suaminya.


Raisya terpaksa lebih memilih seperti ini dari pada bercerai. Karna dia memang tidak pernah berpikiran untuk berselingkuh dari Nando, meskipun dulu dia pernah melakukan hal bodoh dengan Raihan. Cukup baginya saat itu saja dirinya jatuh ke pelukan laki-laki lain. Meskipun dirinya akan berpisah dengan Nando, Raisya tidka berencana untuk menikah lagi. Dia merasa trauma takut merasa kecewa lagi akan percintaan. Dia lebih memilih untuk fokus pada anak-anaknya.


Raisya berjanji tidak akan pernah mau mengulangi lagi dengan laki-laki lain. Meskipun Raisya masih mencintai Tyar tapi dia tidak mau berharap lebih. Apalagi Raisya sudah mengetahui kalau Tyar sekarang sudah menikah, dia tidak mau mengganggu rumah tangganya.


Sampai saat ini Raisya masih sangat menyayangi Tyar, dia menyesali seumur hidup telah melakukan kebodohan. Mungkin kalau dia tidak bodoh saat dulu, saat ini pasti dia sangat bahagia dengan Tyar. Dia sangat yakin kalau Tyar pasti tidak akan selingkuh.


Raisya benar-benar sangat kecewa dengan Nando. Dulu Nando yang selalu mengejar-ngejar dirinya, sekarang Nando malah menyakitinya dengan berselingkuh. Tapi dia berusaha untuk bersyukur. Karna dia kini dia memiliki anak-anak yang pintar dan ganteng cantik.


Nando selalu berusaha agar Raisya bisa memaafkan dirinya, tapi untuk saat ini sangat percuma hati Raisya masih tertutup untuk nya.


Rani sahabatnya mengajak dirinya untuk menghadiri acara reuni. Karna baru kali ini di adakan dan entah kapan lagi akan di adakan. Makanya ini adalah kesempatan yang sangat langka.


Akhirnya Raisya memutuskan untuk hadir di acara reuni itu. Rencananya Raisya akan mengajak anaknya yang besar untuk menemaninya. Raisya tidak memberi tahu hal ini kepada Nando. Karna setelah kejadian itu komunikasi mereka tidak lancar dan bahkan hampir tiga bulan mereka tidak pernah lagi berhubungan suami istri. Meskipun Nando memaksanya, Raisya tetap menolaknya. Jika Nando memaksanya terus menerus dia sudah mengancam Nando akan menggugat cerai dirinya. Akhirnya dia menerima keputusan itu. Dan bila Nando menginginkan nya dia memilih untuk menuntaskan sendiri atau bertemu dengan Viona untuk melepaskannya.

__ADS_1


******


Raisya hari ini sudah siap akan menghadiri acara reuni SMA dengan menaiki taksi online. Dia akan bertemu Rani di sana. Rani akan datang bersama suaminya. Rani belum memiliki anak dari pernikahannya.


Raisya sudah berdandan sangat cantik. Malam ini dia memakai dress selutut warna peace dan rambutnya di biarkan di gerai. Meskipun sudah memiliki anak dua, postur tubuh Raisya tetap bagus. Raihan sudah datang lebih awal di acara itu. Dia hadir bersama kedua anaknya dan Maura istrinya. Karna Maura memaksa untuk ikut menemani Raihan, dia tidak akan membiarkan Raihan bersama dengan Raisya melepas rindu.


Raihan mencuri-curi pandang melihat semua temannya yang datang. Namun orang yang di tunggu belum juga datang. Akhirnya dia mendekati Rani untuk menanyakan kehadiran Raisya. Setelah mendapat informasi Raisya akan datang, Raihan bisa bernafas lega. Orang yang sangat dia rindukan akan hadir.


Acara sudah mulai di buka, tiba saatnya untuk Raihan memberikan sambutan sebagai ketua pelaksana. Dengan gagah Raihan menaiki panggung, semua menyambut dengan tepukan yang sangat meriah. Dari dulu hingga sekarang kharisma Raihan memang tidak pernah pudar, Maura sangat bangga melihat suaminya yang sedang berbicara. Meskipun usia bertambah, Raihan tetap tampil keren meskipun tidak memakai jas. Hari ini Raihan menggunakan kaos yang sama dengan tim sukses lainnya. Raihan sebagai donatur terbesar dalam acara tersebut. Dia memesan baju yang bertuliskan reuni sekolah nya untuk semua yang datang sebagai kenang-kenangan.


Raisya baru saja sampai bersama Clarissa, dia langsung mencari keberadaan Rani. Rani memang sudah menyediakan tempat duduk dua orang untuk Raisya dan anaknya. Raisya datang saat Raihan masih memberi sambutan. Raihan melihat Raisya yang sudah datang dan berjalan ke arah Rani duduk, sedangkan Raisya baru menyadari Raihan yang yang sedang berbicara setelah dirinya duduk.


Setelah memberi sambutan, Raihan langsung kembali ke tempat duduk nya yang bersama Maura dan anak-anaknya. Saat nya sekarang adalah acara bebas, semua yang hadir menikmati makanan yang telah di hidangkan. Semua antri di prasmanan. Dari awal masuk gedung pertemuan hati Raisya merasa deg-degan jika dirinya harus bertemu dengan Raihan. Apalagi dia sangat yakin, Raihan pasti akan mengajak Maura.


Deg...deg...deg saat dia menengok, wanita yang dia tunggu dari tadi saat ini sedang mengantri di meja prasmanan. Raisya lebih terlihat biasa saja, sedang asyik bercanda dan mengobrol dengan teman laki-lakinya dulu dan juga Rani sambil mengantri. Melihat hal seperti itu, entah mengapa membuat hati Raihan merasa panas. Meskipun Raisya bukan miliknya, hatinya merasa cemburu dekat dengan laki-laki lain meskipun mereka hanya sekedar bertemu kangen dan mengobrol.


Raihan tapi tidak berniat untuk menemui Raisya, karna di sampingnya ada Maura. Dia sangat yakin Maura akan memperburuk suasana. Raihan berpamitan dengan Maura untuk gabung dengan teman-temannya. Tapi bukan namanya Maura jika harus memberikan kebebasan pada Raihan, dia menyuruh Raihan untuk membawa anaknya yang kecil. Tapi bagi Raihan tidak masalah, justru dia ada alasan jika dekat dengan Raisya dan teman lainnya yang juga membawa anaknya.


Tidak menunggu lama lagi, Raihan langsung menghampiri tempat duduk Rani dan Raisya. Raihan menyapa Raisya dan Rani. Rani langsung asyik mengobrol seru dengan Raihan, Rani juga sambil mengajak main anaknya Raihan yang bernama Vano. Meskipun masih kecil, Vano sudah sangat ganteng dan dia juga cukup menggemaskan. Raisya hanya bersikap datar, sekali-kali dia hanya menyubit pipi tembem Vano. Raihan yang melihat Raisya langsung dekat dengan anaknya merasa bahagia sekali. Karna Vano biasanya hanya mau dekat dengan orang yang dia kenal, bahkan dengan ibunya sendiri kadang selalu berulah yang sering membuat Maura kesal. Tapi saat dengan Raisya anaknya malah terlihat akrab. Justru Raisya malah asyik bermain dengan Vano.


" Sa, suami kamu ga ikut ? " Tanya Raihan sambil menatap ke arah Raisya.

__ADS_1


" Ga mau ikut dia. " Ucap Raisya singkat.


Mengingat Raihan dulu sangat dekat dengan Raisya, dia sangat tau jika Raisya sedang ada masalah. Raihan sangat tahu sifat Raisya. Meskipun Raisya menutupinya, Raihan pasti mengetahui dari ekspresi atau jawaban Raisya. Tapi Raihan tidak mau menanyakan hal lebih. Cuma hatinya merasa sakit aja, karna melihat wajah Raisya yang tidak ceria. Memang Raisya itu dari dulu tidak pernah bisa menutupi perasaannya. Jika sedang ada masalah atau sedih, pasti akan terlihat. Ingin rasanya dia memeluk Raisya. Andai dulu dia bersama Raisya, pasti dia tidak akan pernah menyakitinya. Kenangan masa lalu nya terlintas lagi, saat dirinya mengkhianati bersama Maura.


Maura mencoba mencari Raihan yang sudah cukup lama meninggalkannya. Dan akhirnya dirinya menemui Raihan yang sedang asyik bertemu kangen dengan Raisya dan Rani. Meskipun posisi duduk nya Raihan di sebelah Rani, tetap aja membuat Maura cemburu. Karna anaknya kini sedang asyik mengobrol bersama Raisya.


" Owh jadi lagi ada yang melepas kangen ceritanya. Ada juga yang lagi sok-sokan ngambil hati lewat anak kecil. " Semua menengok ke arah Maura. Maura langsung mengambil paksa anaknya dari Raisya.


" Kamu bicara apa sih ? Kamu lihat kan aku ngobrol bukan ngobrol berduaan. Kalau kamu bosen udah kamu pulang duluan aja tunggu di rumah Mami nanti kalau aku udah selesai acara aku pulang. Kamu bawa aja mobil ku, nanti aku bisa nebeng sama teman ku. " Ucap Raihan.


" Aku ga mau, Aku mau nunggu kamu sampai selesai. Aku ga akan pernah ngizinin kamu untuk dekat dengan wanita ini. " Sahut Maura sambil menunjuk ke arah Raisya.


" Raihan terhormat lebih baik Lo pergi dari sini, atau Lo milih gw yang pergi ? " Tanya Raisya sambil mengambil tasnya.


Akhirnya Raihan lebih memilih untuk mengajak Maura untuk pergi dari situ dan menarik paksa Maura ke tempat duduk sebelumnya. Andai saja bukan di acara penting. Raihan pasti akan langsung mengamuk memarahi Maura. Tetapi kali ini dia lebih memilih untuk diam menghormati acara ini. Dia tidak mau membuat masalah. Dan bagaimana pun Maura istrinya, wajar jika dirinya cemburu meskipun dirinya tidak melakukan hal macam-macam.


Setelah sesi foto bersama teman-teman kelasnya dan melepas kangen dengan teman-teman nya yang lain, dia memilih untuk berpamitan pulang. Karna Clarissa sudah merasa tidak betah. Raisya maju ke tempat depan juga, memberi salam kepada semua guru yang hadir. Raihan hanya terus memandangi Raisya dari jauh. Meskipun dirinya sudah menyayangi Maura, tetapi nama Raisya masih terukir di hati nya.


******


Andai semua itu tidak terjadi, Raisya pasti sudah bahagia bersama Raihan...😩😫☹️

__ADS_1


Jangan lupa berikan like,vote,comment,dan hadiah untuk memberi semangat untukku....


__ADS_2