
Setelah membeli makanan , Fikri langsung kembali ke kosan. Setelah sampai dirinya langsung memeriksa handphone. Karna dirinya memang sedang menunggu kabar dari Risna. Fikri bersikap biasa saja , dia tidak bicara pada Viona mengenai dirinya akan menjemput. Rencananya dirinya nanti akan pamit secara dadakan.
Setelah menempuh perjalanan 2,5 jam kini dirinya sudah sampai di tol barat. Berarti dirinya kurang lebih 30 menit lagi akan sampai di terminal kampung rambutan. Risna sudah memberi kabar pada Fikri dan Fikri langsung bersiap - siap akan pergi.
" Mau kemana kamu udah rapih ? " Tanya Viona.
" Mau jemput Risna. " Jawab Fikri santai.
Fikri bersikap santai seperti tidak ada perasaan bersalah. Viona merasa kecewa karna Fikri tidak mengajak dirinya untuk menjemput Risna. Fikri berpamitan pergi pada Viona.
Fikri telah sampai lebih dulu. Saat ini dia membawa kendaraan mobil. Risna mengalami kemacetan dari tol Cikarang hingga tol Halim. Sehingga dirinya sampai belakangan. Setelah menunggu beberapa menit , akhirnya Risna telah sampai .
Ada perasaan canggung di antara mereka. Entah perasaan apa sebenarnya yang mereka rasa. Fikri mencoba mencairkan suasana dengan memulai pembicaraan lebih dulu.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit akhirnya mereka telah sampai di kosan Fikri. Awalnya Risna merasa tidak enak untuk meminta bantuan pada Fikri mengingat Fikri telah memiliki istri.
Ada perasaan gugup yang di rasakan Risna saat bertemu dengan Viona. Mengingat dulu kemarahan Viona saat dirinya berkunjung ke tempat ibunya Fikri karna mama nya Fikri yang membanding - bandingkan dirinya dengan Viona , hal itu yang membuat Viona kesal.
Viona langsung menatap tajam ke arah Risna saat melihat Risna yang sudah ada di depan pintu bersama suaminya. Tapi karna mendapat kode dari suaminya , akhirnya mau tidak mau Viona mempersilakan masuk ke dalam dan bertanya sekedar basa basi. Viona selalu di bikin tidak berkutik dengan keinginan Fikri.
__ADS_1
Fikri meninggalkan mereka berdua sebentar untuk memastikan kamar kos yang akan di tempati Risna untuk sementara. Viona merasa cemburu dengan sikap Fikri yang perhatian terhadap Risna. Padahal apa yang di lakukan Fikri hanya sekedar seperti seorang kakak dengan seorang adik. Fikri hanya menghargai orang tua Risna yang merupakan teman dari ibu nya. Fikri tipe laki - laki yang sulit untuk jatuh cinta , dulu dengan Viona karna dirinya di jodohkan. Fikri tipe laki - laki setia , meskipun dulu dirinya belum memiliki rasa seiringnya waktu akhirnya dia menyayangi Viona.
Namun bukan namanya Viona yang memiliki tipe cemburu. Dia selalu kesal jika orang yang dekat dengannya dekat dengan orang lain. Hal itu yang dia lakukan dulu saat Nando menikah dan mencintai Raisya dan kini perasaan cemburu itu tumbuh juga melihat perhatian Fikri kepada Risna. Viona selalu berusaha menjaga segala kemungkinan yang terjadi. Dia selalu merasa takut jika suatu saat nanti Fikri membalas perbuatan yang dia lakukan dulu pada Nando. Terlebih Fikri memiliki wajah dan tubuh yang cukup menarik dan selain itu Fikri memiliki karier yang bagus , pasti banyak wanita yang ingin dekat dengan Fikri.
Seharusnya hari ini Viona kembali ke rumah orang tua nya di Bekasi , karna besok Fikri akan kerja seperti biasa. Tetapi karena Viona merasa cemburu , akhirnya dirinya memutuskan untuk tidak pulang ke rumah orang tua nya. Dia tidak mau membiarkan Fikri berduaan dengan Risna. Viona merasa takut jika Fikri akhirnya selingkuh dengan Risna.
Fikri hanya menghela nafas panjang saat mendengar perkataan Viona yang tidak akan pulang ninggalin dirinya selama Risna masih satu kos dengan suaminya.
Setelah Fikri mengurus kamar untuk Risna , Fikri mengantarkan Risna sampai depan pintu kamar Risna dan setelah itu Fikri kembali ke kamar kosnya.
Sebelum berpisah , Fikri sudah berjanjian dengan Risna bahwa besok jam 06.00 pagi mereka akan berangkat bersama. Mendapat amanah dari ibu nya Risna , akhirnya mau tidak mau Fikri meminta izin ke kantornya karna besok tidak bisa masuk kerja. Dia terpaksa harus mengantarkan Risna sampai selesai. Dan kemungkinan akan langsung mencari tempat untuk Risna kos.
*****
Jam sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi , saat itu mentari sudah terlihat terbit dan cuaca hari ini terlihat sangat cerah. Fikri dan Risna sudah siap untuk berangkat bersama. Seperti biasa yang di lakukan Fikri untuk menghindari kemacetan dirinya selalu memilih untuk naik motor jika kerja. Terlebih lagi kawasan Sudirman melewati jalur macet.
Viona melihat Risna dan Fikri berangkat dengan naik motor bersama merasa cemburu. Dirinya terus aja mengoceh meluapkan kekesalannya selama mereka pergi.
" Awas aja kalau berani dekatin suami gw , hidup Lo akan gw buat ga akan pernah tenang. Benci gw suasana kaya gini. Lagi - lagi gw harus mengalah , nurutin kemauan dia. " Ucap Viona geram.
__ADS_1
Tak ada bermesraan atau berbuat lebih selama perjalanan. Fikri murni tak ada perasaan apapun , dan Risna pun merasa sadar diri bahwa Fikri telah mempunyai istri dia tidak mau menjadi pelakor di hubungan pernikahan mereka.
Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam , akhirnya mereka telah sampai di perusahaan tempat Risna akan bekerja. Jam menunjukkan pukul 07.00 pagi. Akhirnya mereka memutuskan untuk sarapan dulu sambil menunggu jadwal interview jam 07.30 pagi.
Mereka memutuskan berjalan mencari tempat makan dulu untuk mereka sarapan. Selama menunggu waktu , mereka gunakan mengobrol. Terjadilah kedekatan di antara mereka.
Viona terlihat sangat gelisah memikirkan suaminya yang dekat dengan wanita lain. Pikiran tentang hal jauh pun akhirnya terlintas masuk ke pikirannya. Akhirnya dia mencoba menghubungi Fikri.
Dret...Dret...Dret...
Saat handphone Fikri bunyi , Fikri saat itu sedang makan. Akhirnya dia memilih untuk menyelesaikan sarapannya. Mendapat perlakuan seperti itu dirinya merasa kesal. Karna dia sudah memperhitungkan waktu tempuh menuju Sudirman dan Menara BRI yang jarak nya tidak terlalu jauh. Dan seharusnya Fikri sudah sampai di tempat kerjanya.
Dan setelah makan , dengan santai nya Fikri menghubungi balik ke Viona. Viona yang saat itu sedang menunggu telpon dari Fikri , mendengar handphone nya berbunyi dia langsung meraih dan mengangkatnya. Dan dengan santai nya Fikri mengungkapkan baru selesai sarapan dan tadi tidak di angkat karna tanggung lagi makan.
Viona saat itu juga menanyakan Fikri ada di mana. Dengan santai nya lagi dia menjawab sedang sarapan dulu bersama Risna. Kecemburuan Viona sudah benar - benar berada di puncak. Dia merasa kecewa dengan sikap Fikri yang tidak menghargai dirinya. Perlakuan Fikri kepada Risna benar - benar membuat Viona merasa tidak tenang.
Sabar ya Viona...ini belum seberapa balasan untuk kamu. Penderitaan kamu masih otw yang author buat. Di tunggu ya jangan coba mengelak. Cepat atau lambat kamu akan merasakan karma dari perbuatan yang kamu lakukan.
Terus dukung karyaku ya ! Tunggu episode berikutnya. Beri dukungan untuk author biar tambah semangat..😄🤣🙏😍😘
__ADS_1