
Setelah puas bermain-main dengan Maura. Maura memilih untuk kembali ke apartemennya dulu dan Raihan memilih untuk mandi membersihkan diri nya.
Setelah kejadian ranjangnya tadi bersama Maura, dia menjadi merasa ketagihan dan kecanduan dengan tubuh Maura. Dia merasa terhipnotis. Dia merasa bahagia mendapatkan hal baru yang belum pernah dia rasakan dulu bersama Raisya. Tetapi dia belum memikirkan caranya untuk menyelesaikan hubungannya dengan Raisya.
Di tempat berbeda, Raisya terus saja kepikiran dengan Raihan. Karna sudah tiga jam dia mencoba menghubungi Raihan tetapi tidak ada respon dari Raihan. Dia sangat yakin Pasti ada sesuatu terjadi pada Raihan. Dan bayangan Maura pun hadir terlintas di pikirannya.
" Mungkin ga ya mereka bertindak jauh di belakang aku? Secara mereka kan cewek dan cowok yang hidup bersama. Aaaaahhhh... aku benci LDR, aku benci. Ini sama aja kamu ga ada di hidup aku. " ucap Raisya dalam hati.
Sudah dua tahun lama nya Raisya memendam Rasa kangennya. Dan Masih 2 sampai 3 tahun lagi dia harus menunggu Raihan pulang. Sebenarnya dari dulu dia ingin mengakhiri saja hubungan mereka. Karna dia sadar cepat atau lambat hubungan mereka akan berakhir. Raihan pasti tidak bisa menolak perjodohannya dengan Maura. Jadi pasti akan sia-sia dia menunggunya.
Tetapi Raihan selalu menyakinkannya. Bahkan Raihan telah memasangkan cincin tunangan di jari manis Raisya dan Raisya masih terus memakainya. Berbeda dengan Raihan, setelah hubungannya dengan Maura dia telah melepasnya. Karna Maura pernah marah saat dia masih memakainya.
Memang Raihan meminta pada Maura untuk mengerti. Hingga saat ini dia belum bisa memutuskan hubungan dengan Raisya. Bagi Maura itu hal yang tidak terlalu penting, karna yang terpenting dirinya kini telah memiliki Raihan seutuhnya. Hubungan Raihan dan Raisya pun hanya sekedar lewat telpon dan lagi pula setelah lulus kuliah nanti pun Maura akan menikah dengan Raihan.
Firasat hati Raisya sangat buruk tentang Raihan. Karna memang benar kemarin malam Raihan telah mengkhianati cintanya, dia telah berhubungan intim dengan Maura. Raihan pun sudah ada niat untuk berpisah dengan Raisya nanti. Hubungan mereka sudah terasa hambar setelah Raihan berpacaran dengan Maura. Mereka pun sekarang sudah tidak terlalu sering berkomunikasi, karna perbedaan waktu dan kesibukan masing-masing yang menghambat semuanya.
Berbeda dengan Raihan, Raisya masih menjaga hati nya sampai sekarang untuk Raihan. Dia tidak pernah membuka ruang hatinya untuk cowok lain sedikit pun.
Pertunangan dan perjanjiannya dengan Raihan sebelum berangkat menjadi benteng kekuatan cinta untuk Raisya. Sebenarnya Raisya suka merasa jenuh dengan hubungan ini, tetapi dia selalu melampiaskannya dengan kesibukannya.
*******
Setelah Mandi Raihan keluar dari kamar mandinya dengan melilitkan handuk di pinggangnya. Karna dia selalu memakai baju di luar kamar mandi. Ternyata Maura telah menunggu di kamarnya.
__ADS_1
" Hei.. udah mandi kamu ? Dari kapan kamu di sini ?" tanya Raihan.
Maura menghampiri Raihan yang sedang mengambil bajunya. Niat hati setelah mandi dia ingin menghubungi Raisya, tetapi dengan kehadiran Maura dia menjadi lupa kembali. Maura terus menggoda Raihan kembali.
" Udah Ra jangan giniin aku trus. Aku masih lelah dan laper ingin makan. Oh ya... kita jangan seperti ini terus donk, aku takut nanti kamu hamil. " ucap Raihan.
Maura tersenyum mendengar ucapan Raihan. Dan dia pun tertawa.
" Lucu banget sih kamu. Ok aku akan memasak untuk kita. Dan untuk masalah itu kamu tenang aja ya, aku ga akan hamil. Aku sudah minum obat ko. " jawab Maura santai.
Raihan membulatkan bibirnya mendengar ucapan Maura. Dia tidak menyangka Maura senakal itu melebihi pikirannya. Setelah Raihan memakai baju mereka berdua keluar kamar. Maura memasak mie instant untuk mereka berdua di tambah dengan topping baso dan telor. Dan Raihan menyalakan tv dan duduk di sofa menunggu Maura yang sedang memasak.
Raihan mengambil handphone nya dan dia melihat ada banyak panggilan telpon, video dan chat dari Raisya. Raihan mencoba membalas pesan dari Raisya dengan alasan yang logis yang bisa di mengerti Raisya.
Makanan telah jadi Maura menghampiri Raihan yang sedang membalas chat dari Raisya. Dan saat yang berbarengan setelah membaca pesan dari Raihan, dia langsung melakukan panggilan video ke Raihan. Raihan bingung mau mengangkatnya karna ada Maura di situ, dia tidak mau Raisya mengetahui kejadian di sini.
Maura mencoba mengerti akhirnya dia kembali ke dapur memberi kesempatan pada Raihan untuk mengobrol dengan Raisya.
" Halo...Assallammualaikum. " ucap Raihan.
Mereka memunculkan wajah masing-masing. Akhirnya Raisya sadar bahwa firasat hati nya tadi tidak beralasan. Raihan tidak seperti yang dia pikirkan.
Mereka mengobrol mesra melepas rindu. Karna mereka sudah jarang melakukan video call. Mereka tertawa bersama. Raihan tersenyum melihat tingkah dan wajah Raisya.
__ADS_1
Rasa cinta nya hadir kembali saat melihat Raisya. Dia merasa berdosa telah mengkhianati cinta Raisya yang tulus. Nafsu dan kebodohannya telah menghancurkannya. Sekarang sudah ada Maura seutuhnya. Dia harus mempertanggungjawabkan semuanya. Dia harus menjalani bersamanya. Maura tidak akan melepas Raihan begitu saja. Perjuangan cukup panjang untuk mendapatkan hati Raihan.
Maura terus memperhatikan Raihan dari dapur, Maura merasa cemburu melihat keakraban mereka yang tanpa sadar melupakan kehadiran dirinya. Dia kesal dengan apa yang di perbuat Raihan ke Raisya. Penyatuan berkali-kali dengannya seperti tidak ada artinya.
Maura menghampiri Raihan dan memberitahu bahwa mie nya sudah matang dan dia mengajak makan. Dan saat itu juga Raisya membulatkan matanya dan mulutnya menganga kaget merasa tidak percaya.
Tampak wajah Maura di panggilan videonya. Dia melakukan say hello dengan Raisya. Saat itu Maura berpakaian sangat mini dan Maura juga berada di apartemen yang sama. Maura pun membuatkan makanan untuk Raihan seperti kehidupan suami istri.
Firasat nya ternyata terbukti. Apa yang ada di pikirannya ternyata benar, Raihan memiliki hubungan dengan Maura. Selama ini Raisya sangat tahu bahwa Raihan bersikap dingin terhadap Maura. Tetapi pada hari ini telihat jelas mereka berhubungan baik.
Raisya menyudahi sambungan telponnya. Dia sangat kecewa dengan Raihan. Tetapi dia bersikap tegar di hadapannya. Dia menyudahi panggilan karena dengan alasan menyuruh Raihan untuk makan.
Akhirnya mereka berdua mengakhiri panggilan. Raihan langsung melahap mie yang di buat Maura. Mereka tidak bicara selama makan, tidak ada yang membuka omongan duluan.
Setelah selesai makan, Raihan kembali menuju sofa untuk duduk menonton tv. Hari ini hari libur hari untuk bersantai Raihan, karna pada hari biasa dia selalu di sibukkan dengan rutinitas kuliah.
Raihan sudah hilang perasaan, dia tidak ada perasaan bersalah terhadap Raisya. Seharusnya dia mencoba klarifikasi dengan Raisya tentang dirinya yang berada satu apartemen dengan Maura. Raihan tidak bisa berbohong, karna memang benar kenyataannya. Dan mungkin ini jalannya dia harus melepas Raisya dari hidupnya.
Maura mencoba merayu Raihan. Dia tidak mau Raihan terus mendiaminya dan marah dengannya. Dia menempelkan kepalanya di dada Raihan dan mencoba memberikan rangsangan kembali. Tetapi Raihan menariknya. Raihan menatap wajah Maura sangat dalam dan akhirnya berpikir bahwa dia harus mencintai Maura seutuhnya. Kini tubuh Maura menjadi candu bagi Raihan. Mereka sudah tidak malu lagi melakukannya.Raihan yang dulu sangat menghargai dan menjaga kehormataan Raisya sebagai pacarnya kini menjadi Raihan yang liar dan candu akan sex dan semua itu karna Maura yang telah merubahnya.
****
Di tempat berbeda, Raisya masih selalu merasa sedih atas apa yang dia lihat kemarin saat menelpon Raihan. Dia sudah sangat yakin bahwa hubungan Raihan dan Maura pasti sudah sangat jauh.
__ADS_1
Dia sadar akan kehidupan bebas di sana. Raihan cowok, cepat atau lambat pasti akan tergoda dengan kesexyan Maura. Sekuatnya iman karna sering bersama pasti akan tergoda.
Raisya akhirnya berpikir untuk mengakhiri semuanya meskipun tidak dia ungkapkan ke Raihan. Dia berniat tidak akan menghubungi Raihan duluan.