
Setiap hari nya Nando selalu membuat perasaan Raisya bahagia kembali. Meskipun dirinya masih saja memberikan waktu nya untuk Viona di sela-sela kebersamaannya bersama Raisya. Nando masih saja belum bisa melepaskan Viona di hidupnya.
Nando selalu memberikan alasan kepada Raisya apabila ingin bermalam atau menemui Viona. Berbagai macam alasan sudah dia ucapkan kepada Raisya. Dan syukur nya Raisya masih saja percaya dengannya. Dia selalu memberikan kepercayaan kepada Nando, tetapi Nando selalu merusak kepercayaan itu.
Seperti hal nya hari ini, Nando malam ini akan menginap di kosan Viona. Seperti biasanya mereka akan melepaskan hasrat nafsunya dengan Viona. Meskipun dia sudah sangat puas dengan apa yang Raisya miliki dan lakukan, tetapi dia masih saja tetap menginginkan hal berbeda dari Viona.
Mereka selalu menjadi laki-laki yang serakah menginginkan kenikmatan dari dua wanita yang berbeda. Dan bodohnya sebagai wanita Viona masih saja mau di perlakukan hal itu dengan Nando. Dirinya benar-benar sudah di tutupi oleh perasaan cinta nya yang sangat besar terhadap Nando hingga dirinya mau di rendahkan sebagai wanita.
Dalam hal ini yang di bilang cukup menang yaitu Raisya. Meskipun dia di khianati oleh Nando, dia tetap mendapatkan hak penuh atas dirinya Nando. Dia tetap menjadi istri sah Nando sampai saat ini, dan dia juga tetap mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari Nando meskipun saat ini Nando sedang bersama Viona. Nando tetap mengirimkan pesan chat kepada Raisya meskipun hanya sekedar perhatian kecil.
Raisya mengira Nando benar-benar telah melupakan dan melepaskan Viona di hidupnya sehingga dia hanya fokus pada dirinya saja.
Viona yang sangat merasakan sakit hati untuk saat ini. Meskipun Nando ada di dekatnya, dan mereka sudah melakukanya lagi. Nando tetap untuk meminta waktu untuk memberi kabar kepada Raisya dan berbuat romantis kepada Raisya, karna dia tidak ingin Raisya akan curiga kembali dengan nya dan akan meninggalkannya.
Hari ini Raisya merasakan hal yang tidak enak di tubuhnya. Dia merasakan mual dan pusing di kepalanya saat dia sedang bekerja. Melihat Raisya yang seperti itu, Yuli teman satu ruangan di tempat kerjanya merasa kasihan dengan Raisya yang sejak tadi bolak balik ke kamar mandi mengeluarkan isi perutnya.
Raisya wajahnya terlihat sangat pucat, sehingga Yuli menyuruhnya untuk beristirahat. Akhirnya Raisya menyetujui saran dari Yuli. Badannya merasa sangat lemas dan akhirnya dia malah tertidur, meskipun dia hanya menyenderkan wajah nya di meja kerjanya.
Sebenarnya hari ini adalah hari Sabtu, Raisya seharusnya libur. Tetapi dia memilih untuk lembur untuk menyelesaikan tugasnya yang masih banyak belum dia selesaikan. Selain itu Nando juga sudah izin tidak pulang, dia beralasan ada tugas ke luar kota karna ada kerjaan di kantor cabang yang harus dia selesaikan. Raisya tidak mengetahui kalau Nando telah membohongi dirinya untuk kesekian kalinya.
Jam sudah menunjukkan pukul 12.00 siang, ini menandakan mereka yang saat ini lembur sudah boleh pulang. Karna bagi yang lembur waktu nya hanya bisa bekerja 1/2 hari. Meskipun lewat dari itu dia masih menginginkan untuk bekerja, pihak perusahaan tidak akan membayarnya. Perusahaan hanya membayar setengah dari gaji mereka.
Yuli membangunkan Raisya dari tidurnya, sebenarnya dia merasa tidak tega dengan Raisya yang masih tertidur nyenyak. Tetapi dia ingin pulang, karna sudah janji dengan anaknya untuk mengajak anaknya main ke mol.
Yuli membangunkan Raisya pelan-pelan agar Raisya tidak merasa kaget. Raisya mulai bangun dan perlahan untuk bangun dari tidurnya.
" Sa... sudah waktunya kita pulang. Kamu mau makan dulu ga? Apa langsung pulang aja? " ucap Yuli khawatir.
" Aku tidur pulas banget ya ? Sampai-sampai sudah waktunya pulang. " Sahut Raisya sambil menertawakan dirinya sendiri.
" Orang sampe kaya orang pingsan kamu. Suara telpon dan mesin ptinter Lx yang berisik aja kamu sampe ga denger. " Yuli menimpali ucapan Raisya.
__ADS_1
Akhirnya mereka tertawa bersama. Tepatnya menertawakan Raisya yang tertidur pulas seperti orang yang sedang pingsan.
" Semalaman kerja rodi terus si sama Nando sampai kelelahan gitu... Jadi nya giman ni kita makan dulu terus baru pulang apa kita langsung pulang ? Aku soalnya mau ngajak anak aku jalan-jalan ke mol karna sudah janjian. " jelas Raisya.
Mereka mengobrol sambil merapikan meja masing-masing yang penuh dengan tugas mereka.
" Pulang langsung aja kalo gitu. Aku juga mau ke rumah mama soalnya sambil nunggu Nando keluar kota. Biar Nando jemput aku di rumah mama aja. Aku juga masih mual ni belum nafsu makan. " ucap Raisya.
Akhirnya mereka berdua keluar dari kantor bersama. Meskipun mulut mereka masih terus mengobrol.
" Owh si Nando lagi keluar kota lagi. Oh ya mending kamu beli tespack terus check... mungkin aja itu pengaruh karna kamu lagi hamil kali. " saran Yuli kepada Raisya.
Raisya akhirnya terbuka juga pikirannya. Mungkin benar dirinya sedang hamil. Karna selama beberapa hari belakangan ini dia merasakan mual, pusing, dan merasa badannya lebih lemas mengantuk terus.
Yuli izin untuk pulang lebih dulu karna suaminya sudah datang menjemputnya. Sedangkan Raisya masih menunggu ojek online yang sudah dia pesan.
Raisya sudah memberi kabar ke mama nya, bahwa dirinya akan main ke sana dari tempat kerjanya.
Setelah menempuh perjalanan satu jam, akhirnya Raisya telah sampai di rumah mamanya. Dia masuk dengan senang sekali. Dia juga di sambut dengan keluarganya dengan senang. Karna hari ini hari sabtu, semua anggota keluar sedang libur dan berada di rumah.
Setelah dia berbasa basi dengan papa, mama, kk dan adiknya, Raisya langsung mengarah ke meja makan untuk mengambil makan. Perasaan mual dan malas makan menjadi hilang seketika, justru dia sangat lahap menyantap makanan masakan mamanya. Terkadang kalau Nando tidak pulang, dia selalu memilih untuk menginap di rumah mama untuk menikmati masakan mama nya.
Setelah merasa kenyang, seperti biasanya dia menjadi merasakan kantuk. Dan dia memilih untuk tidur siang di kamar mama nya.
Setelah bangun,makan dan mandi. Nando mengambil handphone nya dan dia melihat ada pesan chat dari Raisya yang memberitahu bahwa Raisya sedang ada di mama nya dan nanti dia ingin Nando menjemputnya di sana. Dan akhirnya Nando membalas pesan itu. Setelah sampai di Bekasi dia akan langsung menjemputnya.
Raisya tertidur sangat pulas. Mamanya terus memandangi wajah anaknya yang kini sudah menjadi istri dari laki-laki bernama Nando. Dia tiba-tiba merasa sedih. Seperti ada sesuatu yang terjadi pada Raisya. Tetapi yang dia tahu Raisya selalu menutupinya. Sejak dulu jika Raisya memiliki permasalahan hidupnya, dia lebih memilih untuk menutup rapat permasalahan itu.
Karna merasa sudah puas tidur, Raisya bangun dari tidurnya. Dia memilih untuk berbincang dengan mama, kakak, dan papa nya. Tetapi di hatinya, dia juga memikirkan Nando yang belum juga menjemputnya.
Dia mengobrol sambil meraih handphonenya. Raisya mencoba menghubungi Nando untuk menanyakan akan sampai di Bekasi jam berapa.
__ADS_1
Saat itu Nando sedang tidur bersama Viona, karna sebelumnya dia habis bertarung dengan Viona hingga dirinya merasa lelah. Di raih handphone yang ada di samping Viona. Kemudian dia melihat ada panggilan dari Raisya. Akhirnya dia bangun dari tidurnya karna dia takut Raisya menunggu terlalu lama, akhirnya dia memilih untuk pulang menjemput Raisya. Karna gerakan Nando, Viona menjadi ikut terbangun. Dan dia melihat Nando yang sedang siap-siap untuk pulang ke Raisya.
Nando berpamitan kepada Viona untuk pulang, dia memberitahu bahwa Raisya sudah menanyakan dirinya pulang jam berapa. Tanpa bisa melawan, Viona mengizinkan Nando untuk pulang ke rumahnya bertemu istrinya.
Nando sudah sampai di rumah orang tua Raisya, dan masuk ke dalam rumah orang tua Raisya. Raisya yang melihat adanya kehadiran Nando, langsung menghampirinya. Raisya memberikan Nando minum dan menawarkan Nando untuk makan. Tetapi Nando hanya memilih untuk minum, dia beralasan masih merasa kenyang. Raisya meminta izin kepada Nando untuk mandi dan bersiap-siap untuk pulang. Seperti biasa Nando lebih memilih untuk duduk di depan teras tidak masuk ke dalam rumah.
Setelah selesai bersiap-siap mereka berpamitan pulang. Di perjalanan menuju pulang Raisya merasakan ingin muntah kembali. Dia berkali-kali meminta Nando untuk berhenti di jalan. Nando mengira penyakit maag Raisya kambuh kembali dan Raisya juga sedang masuk angin.
Akhirnya Raisya di tengah jalan meminta Nando untuk berhenti dulu di Indomart. Dia membeli sebuah tespack untuk memeriksakan kecurigaannya. Dan tak lupa dia juga membeli dua minuman dingin untuk dirinya dan Nando.
Setelah minum sebentar, akhirnya mereka melanjutkan kembali. Dan akhirnya mereka telah sampai di rumahnya.
Raisya merasakan badannya sangat lemas, setelah masuk ke dalam rumah dia langsung berbaring di atas sofa di depan tv. Melihat keadaan Raisya yang pucat dan keluar dingin, Nando merasa khawatir.
Dia menghampiri Raisya, mengusap keringat Raisya dan kemudian mencoba untuk menenangkan Raisya.
" Kamu kenapa sayang..? Kamu sakit ? " ucap Nando.
" Aku ga ngerti juga kenapa akhir-akhir ini aku merasa mual, pusing, lemes seperti ga berdaya. Tadi aja aku di kantor bukannya kerja malah tidur. " jelas Raisya.
" Ya udah kamu mau berobat ga ? " tanya Nando.
Raisya menggelengkan kepalanya. Dan Raisya justru meraih tas nya dan mengambil testpack yang tadi dia beli di Indomart. Dan dia mengungkapkan kecurigaannya, kalau dirinya mungkin sedang hamil. Mengingat bulan ini dia belum juga haid.
Jedder...
Mendengar pernyataannya Raisya, Nando merasa kaget. Dia memperhatikan Raisya yang sibuk ingin menggunakan alat itu. Memang dirinya sering melakukannya kepada Raisya dan dia juga menginginkan seorang anak yang hadir di kehidupan mereka agar Raisya tidak akan pernah meninggalkannya. Hanya mungkin saja Nando saat itu baru saja pulang dari Viona dan dia juga habis melewati malam berdua. Mendengar penuturan itu, menjadi dirinya bingung harus seperti apa.
Raisya keluar dari kamar mandi membawa alat tersebut. Terpampang saat jelas muncul dua garis di alat tersebut. Mau tidak mau Nando langsung memeluk Raisya mengungkapkan kebahagiaannya. Nando harus terima saat ini sudah ada benih cinta dia di rahim Raisya dan dia harus berusaha untuk lebih fokus kepada Raisya. Mereka berdua berpelukan sangat bahagia, karna sebentar lagi akan ada makhluk kecil yang hadir tengah-tengah pernikahan mereka.
Terus dukung karya author ya... Dan terima kasih yang sudah menghargai karya author. Author tidak akan ada harganya tanpa kalian... 😍😘😘
__ADS_1