Aku Dan Mantan Kekasih Suamiku

Aku Dan Mantan Kekasih Suamiku
Menjalani Hidup tanpamu


__ADS_3

Malam ini Nando memilih untuk menginap di kosan Viona, dan Raisya memilih untuk tinggal di rumah orang tua nya untuk beberapa hari sampai dirinya merasa kuat untuk pulang ke rumah yang mereka tempati bersama suami. Rumah yang menjadi saksi bisu tentang kesedihannya menjalani kehidupan berumah tangga bersama Nando.


Raisya mencoba untuk menenangkan hati dan pikirannya. Dia akan berusaha untuk kuat menjalani kehidupannya ke depan. Mungkin bila di hadapkan dengan perceraian suatu hari pun dia sudah siap. Karna dia sudah sangat membenci Nando.


Dia yakin pasti bisa melewati permasalahannya yang dia alami saat ini. Sebenarnya Nando tak sepatutnya untuk berbuat kasar terhadap istrinya. Dia bisa membicarakan hal itu baik-baik terhadap Raisya tanpa harus bermain tangan menyakiti hati istrinya yang begitu dalam hingga membekas di hati istrinya. Semua ini murni karna perasaan bingungnya harus menghadapi wanita sekaligus di hidupnya.


Entah mengapa dirinya sampe saat ini belum bisa melepaskan Viona sepenuhnya. Dan seharusnya dia memberikan cintanya hanya untuk istrinya seorang. Bukan harus membagi kasih nya dengan dua wanita.


Raisya mencoba menjalani rutinitas seperti biasa. Dia bekerja seperti biasa, tetapi dalam beberapa hari dia memilih untuk pulang dan pergi ke rumah orang tuanya. Sedangkan Nando untuk malam ini berniat akan pulang ke rumah yang dia tempati bersama Raisya.


Ada perasaan yang berkecamuk di hati Nando saat dia sampai di rumahnya dan rumah tersebut masih dalam keadaan gelap gulita. Nando memarkirkan motornya di garasi dan dia mengambil kunci cadangan yang ada di tas kerjanya. Kemudian dia membuka kuncinya dan masuk ke dalam rumahnya.


Kemudian menyalakan semua lampu-lampu rumahnya. Sangat sepi, sunyi keadaan rumah itu. Tak ada lagi Raisya yang menunggunya pulang. Dia yakin Raisya telah meninggalkan rumah itu dari kemarin. Dia langsung masuk ke dalam kamarnya dan membuka lemari yang ada di kamarnya. Dia melihat baju-baju Raisya yang sedikit kosong.


" Aaaaaaahhhh... bodoh banget sih aku ga pedulikan dia. Sampai akhirnya dia pergi meninggalkan aku. " ucap Nando lirih dalam hatinya.


Dia langsung keluar dari kamarnya dan mencari handphone yang dia taro tadi meja ruang tamu. Dia mencob menghubungi Raisya, tetapi Raisya telah blokir nomornya.


Nando terus merutuki kesalahannya. Andai saja kemarin tidak emosi dan berbicara baik-baik, pasti Raisya tidak akan meninggalkannya. Memang sungguh aneh sifat dari seorang Nando. Kadang dia bersikap keras dan kadang dia melunak kepada Raisya. Dan saat bersama Viona perasaan egois nya muncul dan saat dirinya di rumah ini merasa kesepian dan membutuhkan Raisya di hidupnya.


Di sisi lain, Raisya masih terus merasa kangen terhadap Nando. Memang dia belum terlalu mencintai Nando, tapi dia suka merasa kangen dengan kehidupannya bersama Nando. Dia pandangi terus handphonenya, rasanya dia ingin membuka blokir nomor Nando. Tetapi di lain sisi dia ingin memberikan sedikit pelajaran terhadap Nando. Dia ingin Nando

__ADS_1


merasakan menjalani kehidupan tanpa dirinya.


Akhirnya Raisya tertidur pulas, pekerjaan yang menumpuk sudah membuat dirinya merasa sangat lelah. Di rumahnya, Nando belum juga tidur. Dia lebih memilih untuk berpikir apa yang harus dia lakukan untuk mengambil hati Raisya kembali sambil merokok dan meminum kopi yang dia buat.


Dia juga membuang rasa jenuhnya dengan terus berkomunikasi dengan Viona semalaman suntuk. Mereka melakukan video call untuk melepas rasa kangen mereka.


Laki-laki yang tidak memiliki prinsip, yang selalu saja berubah-ubah hati,pikiran, dan sikap nya. Jika dia masih terus bersikap seperti ini, cepat atau lambat akan meninggalkannya.


Setelah merasa mengantuk, akhirnya dia memilih untuk tidur. Karna besok pagi dia harus bekerja. Dia sudah menyetel alarm di hanphone agar bisa membangunkan dirinya besok pagi.


Alarm berbunyi. Nando berusaha untuk membuka matanya. Dia berusaha untuk bangkit dari tidurnya. Karna hari ini dia harus masuk kerja agar tidak bermasalah di kantornya.


Nando bersiap-siap untuk berangkat kerja. Dia merasa kehilangan dengn keadaan rumah yang sangat sepi dan sunyi.


Sebenernya dia ingin ke tempat Raisya bekerja, untuk menemui Raisya dan meminta maaf. Tetapi dia harus masuk kerja, sehingga dia mengurungkan niatnya untuk menemui Raisya.


Raisya berangkat kerja dengan semangat, dia sudah mulai terbiasa menjalani hidup tanpa Nando. Dia tidak mau peduli lagi dengan apa yang di lakukan Nando. Yang terpenting baginya yaitu memikirkan bayi yang ada di dalam perutnya agar selalu sehat dan mendapatkan gizi yang baik.


Setelah minum obat dari dokter, Raisya sudah tidak merasa mual lagi dan dia juga sudah terasa segar tidak lemas seperti biasanya. Dia memutuskan untuk tidak berhenti kerja, dan dia memilih lebih baik bercerai daripada dia harus berhenti bekerja. Lebih tidak berdaya lagi dirinya bila dia berhenti kerja dan harus terpaku terhadap Nando.


Nando telah sampai di tempat kerjanya, dia berusaha untuk fokus mengerjakan semua pekerjaannya dengan baik dan cepat. Karna dia berniat akan menjemput Raisya di rumah orang tuanya.

__ADS_1


Raisya pun berusaha untuk fokus menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Hingga tak terasa jam menunjukkan waktunya dia untuk pulang.


Baru beberapa hari merasakan hamil, tubuh Raisya terlihat sangat kurus turun secara drastis. Karna selama mau hamil banyak makanan yang tidak dia suka, seperti baso, mie ayam, dan indomie. Padahal sebelum hamil, makanan iti adalah makanan yang dia sukai.


Raisya telah sampai di rumah orang tuanya. Dia langsung melahap makanan yang ada di meja. Dia hanya merasa lahap bila makan masakan mamanya dan makan masakan padang atau makanan yang pedas. Raisya sedang makan di meja makan, tiba-tiba ada suara motor yang masuk ke halaman rumah orang tuanya. Dia sangat mengenal suara motor itu adalah suara motor Nando.


Raisya menarik nafasnya panjang, dia harus bisa berakting bersikap biasa terhadap Nando di depan keluarganya.


Dengan tidak ada perasaan malunya, Nando masuk ke dalam rumahnya dan menuju ke Raisya yang masih menyelesaikan makannya. Tanpa rasa malu dia ikut makan dengan Raisya.


Raisya terus menatap Nando dengan tatapan sinis. Tetapi Nando malah berusaha meledek Raisya di hadapan keluarganya, agar tidak bersikap kaku terhadapnya.


Sampai hari ini keluarga Raisya tidak mengetahui permasalahan anaknya. Mereka percaya kalau Nando baru saja pulang dari luar kota. Nando pun mengungkapkan bahwa kehadirannya saat ini, karna ingin menjemput Raisya. Raisya merasa tidak terima dengan ucapan Nando. Dia memberikan tatapan tajam terhadap Nando tetapi acting Nando sangat pintar, sehingga membuat Raisya menjadi tidak berkutik dan akhirnya mengikuti keinginan Nando untuk pulang bersamanya.


Setelah makan, Raisya langsung bersiap-siap untuk pulang. Setelah berpamitan akhirnya mereka berdua pulang. Selama perjalanan Raisya bersikap sangat dingin terhadap Nando, meskipun Nando berulang kali menarik tangan Raisya untuk memeluknya dari belakang.


Setelah menempuh perjalanan pulang, akhirnya mereka telah sampai di rumah. Raisya turun lebih dulu membuka pintu pagar rumahnya, membuka pintu rumah, dan menyalakan lampu rumahnya.


Kemudian dia memilih untuk masuk ke dalam kamarnya dan memakai daster untuk beristirahat. Sedangkan Nando setelah sampai memilih untuk langsung mandi dan setelah itu dia langsung masuk kamar untuk mengambil baju di lemarinya. Dan setelah itu dia naik ke atas ranjang untuk merayu Raisya.


Dia meminta maaf kepada Raisya karna kesalahan yang dia perbuat kemarin. Dia pun menyatakan merasa kehilangan sosok Raisya saat kemarin dia pulang ke rumah dan tidak ada Raisya di rumahnya.

__ADS_1


" Please... Maafin aku, aku janji ga akan melakukan hal seperti itu lagi. Aku ga bisa menjalani kehidupan tanpamu. " ucap Nando dengan memelas.


Tetapi Raisya tidak merespon permintaan maaf Nando, karna dia masih sakit hati dengan perbuatan Nando. Dan akhirnya Nando menerima semuanya. Tetapi yang terpenting baginya Raisya tidak pernah meninggalkannya kembali.


__ADS_2