
Setelah dirinya merasa puas mengobrol dengan Lala, akhirnya Viona memutuskan untuk pulang ke kosannya. Keesokan harinya, dia melakukan aktivitas bekerja seperti biasa. Saat ini dia berusaha untuk tenang menjalani kehidupan, dia sudah mulai fokus untuk bekerja. Tetapi di lubuk hatinya, dia masih sangat berharap agar Nando bisa kembali padanya.
Di tempat yang berbeda, Nando saat ini sedang melihat nomor Viona di kontak handphonenya. Ada pikiran terlintas di dirinya untuk menghubungi Viona. Dia ingin meskipun sudah putus, dia masih ingin berteman saja. Dia pandangin terus nomor kontak yang telah di blokir oleh Viona. Ada perasaan rindunya untuk berbicara hanya sekedar mendengar suara Viona.
Setelah kepergian Viona di hidupnya, dia berusaha untuk menjalani kehidupan normal bersama istrinya. Setiap hari waktunya dipakai untuk menikmati kebersamaannya bersama istri dan anaknya. Dan saat ini Dia sedang menikmati perannya sebagai seorang ayah. Perkembangan Baby Cla sangat luar biasa, di usianya yang baru 2,5 bulan dia sudah pandai tengkurap meskipun terkadang dia belum bisa membalikkan badannya. Baby Cla sangat menggemaskan, pipi nya sangat chubby, badannya pun gemuk, dan murah senyum.
Hari senin besok Raisya sudah mulai masuk kerja kembali. Sebenarnya sangat berat baginya untuk meninggalkan anaknya di rumah. Tetapi dia melakukan semua ini untuk menjaga segala kemungkinan yang akan terjadi di hidupnya. Karna meskipun Nando sudah tidak berhubungan lagi dengan Viona, dia masih belum percaya 100% terhadapa Nando kembali. Dia masih ingin melihat perkembangan sikap Nando ke depannya.
" Ndo... ini gw Lala. Lo sibuk ga ? " Tulis Lala di pesan chat kepada Nando.
Lamunan Nando terhenti, ketika ada pesan chat yang masuk ke dalam handphonenya. Kemudian dia membuka handphone itu, dan ternyata pesan itu dari Lala teman dia di SMP sekaligus sahabat dari Viona. Ada perasaan penasarannya ada apa Lala menghubunginya. Dia sangat yakin ini pasti ada hubungannya dengan Viona. Ada perasaan senang, tapi ada juga perasaan bimbang yang kini Nando rasakan.
" Ada apa La ? Nanti jam istirahat gw tlp lo ya. " Ucap Nando.
Lala menghentikan niatnya untuk melanjutkan misinya mengobrol dengan Nando. Dia menyetujui permintaan Nando untuk menunggu Nando untuk menghubunginya, karna dia tidak mau mengganggu pekerjaan Nando.
Saatnya jam istirahat, Nando langsung keluar ruangan dan mencari tempat yang enak untuk bisa menghubungi Lala membicarakan apa yang Lala ingin bicarakan tadi.
Setelah melakukan 3x panggilan telpon kepada Lala, akhirnya di panggilan ketiga Lala mengangkat telpon darinya.
" Hai... La. Kenapa lo tadi ngubungin gw. Ada yang penting mau di omongin ? " Tanya Nando.
Lala mulai menekan tombol rekam, karna dia berniat akan merekam semua percakapannya dengan Nando sebagai bukti untuk Viona.
__ADS_1
" Sorry ya gw ganggu waktu lo, gw denger lo mutusin hubungan lo sama Viona ? Emang kenapa, Ndo ? " Sahut Lala.
Nando sudah berpikir sejak tadi, pasti Lala akan membicarakan permasalahannya dengan Viona. Sebenarnya dia masih ingin bersama Viona, tetapi dia ga mungkin mengecewakan dan membohongi istrinya lagi.
" Gini ya La gw pengen jelasin semuanya lo. Emang bener gw da mengambil inisiatif untuk memutuskan hubungan ini. Ini yang terbaik buat gw, Viona, dan bini gw. Karna gw ga mau terus-terusan menyakiti keduanya. Gw ingin Viona melupakan gw. Gw da memilih istri dan anak gw. Tolong lupain gw, anggap aja ga pernah ada apa-apa yang terjadi di antara kita. Tolang sampaikan permintaan maaf gw sama Viona ya, Gw berharaf semoga dia menemukan pengganti gw. " Sahut Nando dengan tegas.
" Owh gitu ya... ok deh ndo. Gw juga berharap Viona bisa mengerti keputusan dari lo. Biar dia bisa menjalani kehidupan selanjutnya. Karna gw yakin ini memang yang terbaik buat kalian. " Ucap Lala.
Akhirnya mereka memutuskan hubungan telponnya, setelah berbicara sangat jelas. Entah ada ilham apa hingga Nando bisa berbicara selancar itu kepada Lala. Padahal dalam hatinya masih saja berteriak memanggil nama Viona. Mungkin ini keputusan yang terbaik untuk mereka berdua. Dan sekarang Nando menjadi melamun memikirkan Viona, setelah dia berbicara tadi dengan Lala. Dia berinisiatif untuk menanyakan keadaan Lala saat ini, dia sangat khawatir dengan sifat Viona yang mudah banget terpuruk dan berbuat nekat.
Waktu itu saat Nando menikah, Viona menginginkan kedatangan dia dan mengancam apabila Nando tidak datang dia akan bunuh diri. Dia ingin mengakhiri hidupnya karna ga mau kehilangan Nando. Viona itu terlihat kuat dan keras dalam menghadapi orang, tetapi kenyataan di belakangnya lebih mudah rapuh di bandingkan Raisya. Sedangkan berbeda dengan Raisya, dia tidak bisa berbuat keras sama orang, dia bahkan terlihat lemah tetapi kenyataan di belakangnya dia sangat kuat. Raisya bisa menutupi permasalahn hidupnya dengan rapat dan kuat dalam menjalani kehidupan. Dia lebih pasrah dan terima dengan apa yang dia alami, di bandingkan dengan sifat Viona yang selalu berusaha untuk mendapatkan keinginannya.
Nando memutuskan untuk mengirimkan pesan chat ke Lala.
" Enggak... Dia sekarang udah pindah kosan dekat kantornya. Dia katanya ingin berusaha ngelupain lo. Kalau dia masih di sana terus katanya sulit untuk ngelupain lo. Ya begitu deh kaya lo ga kenal Viona aja kemarin aja dia nangis kejer banget pas ketemu gw dan cerita tentang lo. Ya udah lah, nanti juga lama-lama terbiasa hidup tanpa lo. " Ucap Lala.
" Owh... Viona udah pindah kosan. Dia juga udah blokir nomor gw. Pasti dia udah marah banget sama gw. " Ucap Nando dalam hati.
Rumah tangga Nando dan Raisya kini menjadi tenang, damai, dan tentram setelah kepergian Viona di hidup mereka. Nando sudah menunjukkan rasa sayangnya terhadap keluarga kecilnya. Mereka tidak pernah berantem sedikit pun seperti dulu. Setelah kepergian Viona, hubungan Nando dan istrinya sangat mesra. Meskipun Raisya belum bisa memaafkan Nando sepenuhnya. Tetapi dia berusaha untuk menikmatin kebersamaannya bersama Nando.
*****
" Hallo Na... Malam ini lo bisa ketemu sama gw ga ? Ada yang mau gw omongin sama lo ! " Tulis pesan Lala untuk Viona.
__ADS_1
Viona yang saat itu sedang santai langsung membalas pesan itu.
" Ok , nanti malam kita ketemu di mana ? " Tanya Viona.
" Malam ini lo datang ke Liverpool ya, gw ngisi acara di sana. "
Akhirnya mereka berdua sudah sepakat berjanji untuk bertemu. Viona sudah sampai di sana, dia mencari tempat untuk santai. Dia sudah memesan dua botol minuman alkohol. Malam ini dia benar-benar ingin melupakan semuanya.
Dia sudah menenggak dikit-dikit minuman yang tadi dia pesan sambil menunggu Lala.
" Gini Na... Sorry sebelumnya gw minta maaf sama lo. Gw da berusaha untuk menghubungi Nando, menanyakan masalah percintaan dia sama lo. Dan ternyata... Lo bawa handspree ga ? Lo denger sendiri aja ni rekaman ini ! Lo dengerin aja sendiri ya. Gw mau lanjut ngisi acara lagi. " Ucap Lala sambil menyerahkan handphone nya ke Viona.
Lala kembali ke band nya, dan Viona mulai mendengarkan percakapan Nando dengan Lala. Dia dengarkan dengan serius, dia simak perlahan demi perlahan sambil terus menegak minumannya.
Hatinya merasa hancur berkeping-keping, sudah tidak ada lagi cela untuk mereka bersama. Nando serius benar-benar ingin pisah dengannya, dan memilih istrinya. Dirinya sangat geram mendengar ucapan Nando.
" Dasar laki-laki ba******, ga tau di untung. Aaaaahhhh... Benci kenapa si gw harus ngerasain kecewa terus... " Ucap Viona sambil terus menenggak minuman, tanpa dia sadar sudah dua botol dia minum sampai dia mabok meracuh apa aja. Dia pun tidak bisa menutupi perasaan kecewanya, dia terus menangis meratapin nasibnya.
Setelah Lala selesai mengisi acara, Lala langsung berjalan menemui Viona kembali. Viona sudah mabok karna pengaruh minuman alkohol yang dia tenggak.
" Na...Lo harus kuat jangan lemah seperti ini. Gw ga mau lihat lo sedih kaya gini. Inget masih banyak laki-laki baik di luar sana. Lo harus berusaha untuk ikhlasin Nando, dia ga baik buat lo ! " Lala mencoba menenangkan Viona.
Viona sudah tidak bisa mengucap apapun lagi, dia sudah dalam keadaan mabok parah. Viona hanya menangis terus di pundak Lala. Hatinya merasa sangat sakit, hingga tak sanggup lagi berkata-kata.
__ADS_1