
" Aaaaaaahhh... " Ucap Raisya teriak sambil menangis.
Saat itu Nando menariknya dengan kasar menghadang Raisya yang akan pergi dari kamar mereka. Saat itu juga beruntungnya Sari pembantu nya dan anak-anaknya datang.
Tok...tok...tok...
" Bu...Bu...ibu baik-baik kenapa ? " Tanya Sari dengan penuh cemas.
" Mba, tol..." Ucap Raisya terhenti karna mulutnya di bungkam dengan tangan Nando.
" Udah kamu jaga anak-anak aja ya, ibu baik-baik aja lagi sama saya. " Ucap Nando menyakinkan Sari.
Tetapi Sari tidak percaya begitu saja, karna dia tau sifat Nando. Dia tetap waspada di depan pintu kamar. Dalam keadaan lengah Nando, akhirnya Raisya bisa mendorong tubuh Nando dan langsung membuka kunci pintu kamar. Dia mencoba untuk melarikan diri, tapi Nando dengan cepat menyeret Raisya ke dalam kamar. Raisya mencoba berontak dan Sari juga yang melihat itu mencoba menolong. Tetapi Nando berbicara semua ini tidak akan terjadi jika Raisya bisa di ajak bicara baik.
" Mba tolong ibu panggil tetangga, bapak udah gila. ". Ucap Raisya sambil menangis.
__ADS_1
Saat Sari ingin berlari, Nando mengancamnya jika dia memanggil tetangga. Entah mengapa Sari justru malah takut dengan ancaman Nando. Nando juga janji tidak akan terjadi apa-apa dengan Raisya. Raisya rasa nya sudah tidak tahan hidup dengan Nando. Nando yang dulu benar-benar mencintainya kini sudah berubah. Cuma selama ini dia selalu berat dengan anak-anaknya. Dia merasa tidak tega jika melihat anak- anaknya harus menghadapi perpisahan kedua orang tuanya. Makanya dia selalu memaafkan kesalahan Nando, mencoba selalu bertahan dengan dirinya.
" Maaf aku lakuin ini ke kamu, aku lakuin ini karna aku ga mau kamu pergi ninggalin aku. " Ucap Nando sambil mengusap air mata Raisya yang mengalir di pipi nya.
" Please lepasin aku ! Aku lelah hidup dengan pengkhianat. Aku ingin pisah sama kamu. " Ujar Raisya sambil memukuli tubuh Nando.
" Tolong jangan buat kesabaran aku habis ya. Aku sudah berusaha untuk bicara baik-baik, tapi kamu yang minta aku seperti ini ! Aku sudah pernah bilang sama kamu, sampai kapan pun aku ga akan pernah melepaskan kamu. " Ucap Nando dengan tatapan bengis.
" Kenapa sih kamu tega banget sama aku ? Apa salah aku ke kamu ? Sampai kamu begitu jahat banget sama aku. Bukankan kamu bisa lebih bebas berhubungan sama Viona ? Kamu ga perlu lagi bermain di belakang aku, aku ikhlas melepas kamu. Silahkan lanjutkan hubungan kamu sama Viona, tapi tolong lepaskan aku. Jangan libatkan aku dalam hubungan kalian. Aku ingin hidup tenang. " Ucap Raisya sampai melemas. Karna Nando terus mengukungnya.
Dengan kekuatan tenaga yang dia miliki, dia menendang Nando. Nando tersungkur ke tempat tidur. Tapi dengan cepat Nando langsung meraih tangan Raisya dan langsung menampar wajah Raisya kiri dan kanan. Hingga wajah Raisya merasa panas. Setelah menampar Nando langsung memeluk Raisya erat dan meminta maaf. Nando seperti orang gila yang tidak memiliki kesadaran, berbuat kasar kepada Raisya.
Mengapa dirinya seperti ini. Selalu mendapatkan kekecewaan atas percintaan. Apa mungkinkan tidak akan pernah ada cinta yang tulus untuk dirinya. Hingga dirinya tidak pernah mendapatkan kebahagian. Kebahagiaan hanya datang sesaat dan akhirnya dia mendapatkan kekecewaan yang mendalam. Lukanya teramat dalam. Hingga dirinya merasa sangat frustasi. Dia hanya duduk terbengong dengan pandangan yang kosong. Nando menangis melihat Raisya yang seperti itu. Di lubuk hatinya yang paling dalam dia sangat mencintai Raisya. Dan dia tidak mau kehilangan Raisya, dia ga mau melepaskan Raisya sampai kapan pun. Dia tidak akan mau bila ada pria lain yang memiliki Raisya.
Nando meniduri Raisya di ranjang. Kemudian dia menyuruh Sari untuk membuatkan teh manis. Nando terus menghapus air mata Raisya dan terus-menerus mengucapkan maaf. Setelah teh manis datang dia langsung menyuruh Sari keluar dan berusaha memberikan Raisya minum. Setelah meminum teh manis Raisya langsung membuka omongan kembali. Sepertinya Nando tidak bisa berbicara dengan kekerasaan, yang membuat diri Nando semakin brutal.
__ADS_1
" Please aku mohon lepasin aku ! Aku ingin cerai sama kamu ! Aku janji kita bisa berteman baik, bisa sama-sama mengurus anak-anak bareng-bareng. Kalau kamu memang sayang aku, lepaskan aku biar aku bahagia ! " Ungkap Raisya sambil memandang Nando yang terus menggelengkan kepala.
" Aku ga bisa hidup tanpa kamu. Aku ingin hanya kamu yang jadi istriku selamanya ! Kita ini berjodoh sampai kapan pun kamu adalah istriku. " Sahut Nando.
Akhirnya melihat pintu yang tidak terkunci tadi karna Sari habis mengantarkan minuman. Raisya langsung berlari ke dapur Nando pun mengikutinya. Dia langsung meraih pisau yang ada di dapur langsung mengarahkan pisau itu ke nadi nya. Dia mengancam akan bunuh diri bila Nando tidak mau melepasnya. Sari berteriak histeris mengingatkan Raisya untuk tidak berbuat nekat, anak-anaknya pun menangis melihat ibu nya seperti itu seperti mereka mengerti apa yang terjadi pada ibunya.
" Apa kamu tega ninggalin anak-anak ? Mereka itu sangat membutuhkan kamu. Apa kamu tega melihat kalau kita harus berpisah ? Aku aja yang gila masih mikir. Apapun yang terjadi aku lebih memilih kamu sama anak-anak. Jujur sejak dulu kalau aku mau, aku dari dulu pasti udah ninggalin kalian. Tapi apa ? Aku lebih memilih kalian. Memang aku ga ngerti mengapa aku selalu saja ga bisa terlepas dari dia. " Ucap Nando sambil berjalan ke arah Raisya.
Dia berusaha merebut pisau yang ada di tangan Raisya. Mereka saling berebut hingga tangan Nando terluka. Tapi dia tidak mempedulikan tangannya sudah mengeluarkan darah. Darah terus mengalir. Tetapi Nando tidak mempedulikannya. Karna yang terpenting orang yang dia sayang tidak terluka. Melihat darah yang mengalir dan Sari yang berteriak terus melihat darah Nando yang terus mengucur, Raisya menjadi tidak tega dan akhirnya melepaskan pisau itu. Sari langsung mencari Betadine, kapas, alkohol dan perban dan menyerahkannya kepada Raisya.
Raisya langsung mengobati tangan Nando, meskipun dia masih sangat marah tapi dia masih merasa tidak tega jika terjadi sesuatu dengan Nando. Bagaimanapun Nando adalah ayah dari anak-anaknya. Nando merasa sangat lemas karna darah yang di keluarkan sangat banyak. Raisya membopong Nando untuk menduduki dan bangku, dan dia langsung memberi minum Nando teh manis yang telah di buat Sari.
*****
Author mau mengucapkan terima kasih atas. dukungannya untuk karyaku, dan yang untuk yang kecewa dengan karya ku mohon maaf. Aku mau klarifikasi di sini. Cerita ini murni kisah nyata yang ada di dunia yang di ceritakan dengan ringan. Author pun merasa kesal dengan teman author yang kisahnya seperti ini. Saran dari aku dan saran dari kalian yang sudah comment, telah aku sampaikan ke dirinya. Tetapi sampai saat ini dirinya masih tetap mempertahankan pernikahannya. Semoga dengan kisah ini di muat dan mendapatkan masukan dari banyak orang hatinya mendapatkan pencerahan.
__ADS_1
Tetap dukung karyaku ku, agar aku tetap semangat menulis...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ! Aku butuh like,comment positif, vote, hadiah agar tetap semangat...