
Hari ini adalah hari ulang tahun Raihan. Raisya telah menyiapkan sebuah kado untuk Raihan. Dia membelikan sebuah topi untuknya, karna Raihan seneng sekali memakai topi dan selain itu Raisya juga sangat suka melihat Raihan memakai topi.
Raisya sengaja tidak menyuruh Raihan untuk menjemput nya, dia akan berangkat bersama Rani dengan naik taksi online. Sore ini Raisya sudah berdandan sangat cantik dengan riasan yang natural dan memakai dress tangan pendek berwarna pink warna kesukaannya. Acara ulang tahun Raihan akan di mulai jam 16.00. Oleh karena itu, jam 15.00 Rani sudah sampai di rumah Raisya. Dia menitipkan sepeda motornya di rumah Raisya.
Raihan merasa gelisah karna Raisya belum juga datang. Dia mencoba menghubungi Raisya sudah sampai mana.
" Assalamualaikum, yank. Kamu udah di mana? " ucap Raihan di panggilan telepon.
" Walaikumsallam. Aku lagi di jalan baru keluar gerbang rumah aku. Tunggu ya yank ! " jawab Raisya.
" Ya udah kamu hati-hati ya. Tenang aja aku akan mulai acara kalau kamu udah datang ko. " sahut Raihan.
*****
Acara pesta ulang tahun Raihan di rayakan sangat mewah. Rumah Raihan di sulap seperti acara pernikahan. Dekorasi yang sangat indah dan banyak bunga-bunga di sekelilingnya. Pesta ini di beri tema pesta kebun. Oleh karena itu, acara ini di adakan di taman belakang, meja prasmanan sudah terisi dengan hidangan beraneka macam makanan, bangku-bangku di susun rapi di sekitar kolam renang untuk para tamu yang hadir dalam menikmati hidangan yang ada. Pesta ini bukan hanya di hadiri teman-teman Raihan saja, tetapi papi juga mengundang teman-teman bisnis dan sahabatnya. Mami pun mengundang teman-teman kantor dan juga sahabat-sahabatnya.
" Raihan... " panggil papi.
Raihan berjalan menghampiri mami papi nya meninggalkan teman-temannya yang sudah datang. Mami papi terlihat sedang mengobrol akrab dengan temannya.
" Raihan, kenalkan ini teman bisnis papi dan ini anaknya. " ucap papi sambil menunjukkan ke arah teman dan anaknya.
Raihan memberikan senyuman dan mencium tangan teman papi nya dan dia juga berjabat tangan dengan anaknya. Terlihat jelas anak teman papi sudah mulai ada rasa dengan Raihan.
" Hai... Aku Raihan. " ucap Raihan sambil mengulurkan tangannya dan memberi senyum kepada anak teman papinya.
" Hai juga... Senang bisa kenal kamu. Aku Maura. " ucap Maura dengan menampilkan wajah senyum bahagia.
Di sela-sela obrolan, ayah Raihan bertanya kepada Maura mau melanjutkan kuliah di mana mengingat maura baru lulus juga seperti Raihan. Ayah Raihan mengajak maura untuk kuliah bareng bersama Raihan, agar Raihan ada yang menemani di sana. Dari dulu sepertinya papi Raihan dan papi Maura menginginkan untuk menjodohkan mereka, namun karna usia mereka masih sangat muda dan harus melanjutkan kuliah jadi perjodohan mereka di tunda.
__ADS_1
"Raihan ajak maura ngobrol sana ! " ucap papi.
Kemudian Raihan mengajak Maura untuk duduk di dekat kolam renang untuk berbincang. Obrolan mereka sangat seru. Raihan memang orang yang supel mudah bergaul ramah kepada siapa pun, wajar kalau dengan Maura pun dia bisa langsung akrab. Maura terlihat sudah menaruh hati pada Raihan, dia terus memperhatikan wajah Raihan.
" Ganteng banget si kamu Han. " ucap Maura dalam hati.
Raisya telah sampai di rumah Raihan. Raihan tidak menyadari kedatangan Raisya sejak dari tadi. Raisya sangat kecewa melihat Raihan duduk berdua mengobrol akrab bersama wanita lain. Tanpa mereka sadari ada 4 pasang mata yang melihat keakraban mereka dengan bahagia, ya siapa lagi kalau papi mami Raihan dan papi mami Maura.
Sejak masuk ke dalam taman, sebenarnya Raisya sudah langsung melihat Raihan, tetapi dia berpura-pura tidak melihat. Dan sampai akhirnya Rani yang melihat keberadaan Raihan.
" Sa, itu kan Raihan. Kamu mau ke sana ga nyamperin ? " tanya Rani.
Raisya tidak mengucapkan kata dia hanya menggelengkan kepalanya. Wajahnya tampak sedih. Dia sangat cemburu melihat Raihan bersama wanita lain.
" Perhatian semuanya... Jam sudah menunjukan jam 16.00 acara akan di mulai. Di mohon bapa dan ibu wibowo beserta Raihan untuk hadir berkumpul di sini karna acara akan di mulai. " ucap pembawa acara memanggil lewat pengeras suara.
Papi mami Raihan dan juga papi mami Maura berjalan menuju ke tempat acara. Begitu juga dengan Raihan dan Maura yang berjalan berdampingan. Setelah melihat Raisya, Raihan baru sadar kalau dirinya tadi malah asyik mengobrol dengan Maura bukan menunggu Raisya datang. Melihat wajah Raisya yang kecewa, rasanya dia ingin menemui Raisya untuk meminta maaf padanya. Tetapi Raihan tidak bisa melakukan hal itu karna mami menarik tangan Raihan untuk ke tempat acara.
Berbagai macam acara telah di lakukan dari pembukaan, pembacaan doa, sambutan dari orang tua raihan dan kini acara inti yaitu meniup lilin, menyanyikan lagu ulang tahun dan pemotongan kue. Saatnya pemberian kue kepada orang yang tersayang. Raihan memberikan kepada mami dan papinya. Setelah itu, pembawa acara menanyakan kepada Raihan apakah Raihan sudah mempunyai pacar apa belum, kalau sudah pacar Raihan di mohon untuk maju.
" Aku punya pacar kak... Dia wanita yangsangat spesial buat aku, namanya Raisya Putri dan saat ini dia hadir di sini. " ucap Raihan dengan percaya diri kepada pembawa acara di depan semua orang.
Semua teman-teman Raihan bersorak gembira karna Raihan sangat percaya diri menyebutkan hal seperti itu di depan semua orang. Maura sangat kesal melihat Raihan memperlakukan Raisya sangat istimewa. Raihan menemui Raisya, menarik tangannya dan mengajak maju ke depan bersamanya. Kemudian Raihan langsung menyuapin Raisya kue. Mami Raihan sangat senang Melihat Raisya, tetapi berbanding terbalik dengan papi Raihan yang memandang tidak suka ke arah Raisya.
Raihan terus menampilkan wajah senyum bahagia, sedangkan Raisya saat itu lebih banyak diam. Setelah selesai acara pemberian kue, kemudian di lanjutkan dengan acara bebas. Para tamu di persilahkan bebas untuk menyicipi semua makanan yang tersedia.
Sepanjang acara Maura terus memasang wajah cemberut, dan dia juga memperhatikan Raisya dan Raihan terus tanpa sedikit pun terlewat. Papi dan Mami Maura sangat tahu karakter anaknya, Maura pasti sudah menaruh rasa terhadap Raihan. Oleh karena itu, Maura terlihat sangat cemburu.
Setelah semua acara selesai dan sekarang adalah acara bebas. Raihan menggandeng tangan Raisya dan membawa Raisya bertemu orang tua nya. Dia ingin mengenalkan Raisya pada kedua orang tuanya.
__ADS_1
" Mi, pi, kenalin ini Raisya. Raisya pacar Raihan. " ucap Raihan.
" Kamu masih kecil udah pacar-pacaran. Udah kuliah aja dulu yang benar. " jawab papi ketus.
Papi terlihat tidak suka dengan Raisya. Karna dia sudah berniat menjodohkan Raihan dengan Maura. Berbeda dengan mami yang menerima Raisya. Mami tersenyum tulus kepada Raisya dan dia juga mengajak Raisya mengobrol. Karna bagi nya kebahagiaan Raihan sangat penting. Mami melihat Raihan sangat menyayangi Raisya.
Setelah berkenalan dengan Raisya, papi pergi meninggalkan mereka dan menemui teman-teman nya. Begitu juga mami, mereka langsung menemui sahabat dan teman-teman kantornya. Sedangkan Raihan mengajak Raisya untuk mencari tempat duduk yang nyaman untuk mereka duduk. Akhirnya dia memilih duduk di taman dekat tempat acara.
" Sayang... Maaf ya tadi kamu datang aku ga tau. " ucap Raihan.
Raihan tahu Raisya pasti marah dan salah paham. Dia sangat yakin tadi Raisya melihat dia mengobrol dengan Maura. Raihan sudah sangat tahu sifat Raisya, Raisya kalau kesel atau kecewa sama orang kelihatan banget dan dia lebih banyak diam.
" Iya ga apa-apa tadi kamu kan lagi asyik ngobrol. " jawab Raisya datar.
Raihan meminta maaf kepada Raisya. Dia menjelaskan bahwa tadi papi nya menyuruhnya mengajak ngobrol Maura. Raihan hanya menghormati papi dan teman papi nya saja. Raihan mencoba menjelaskan semuanya agar Raisya tidak salah paham. Obrolan mereka pun hanya sebatas obrolan seorang teman. Raihan minta maaf juga atas sikap papi nya tadi kepada Raisya. Raihan terus memegang tangan Raisya dan dia ingin rasanya memeluk Raisya. Tetapi dia mencoba melawan perasaan itu di depan banyak orang. Hubungan mereka termasuk hubungan pacaran yang datar hanya sekedar berpegangan tangan saja.
Setelah penjelasanan Raihan semuanya, Raisya mencoba mengerti. Meskipun masih ada perasaan kecewa tetapi dia berusaha yakin dengan apa yang di ucapkan Raihan.
"Selamat Ulang Tahun ya sayang... Semoga panjang umur, di berikan kesehatan, dan di wujudkan cita-cita kamu. Aku sayang kamu. " ucap Raisya sambil menjulurkan tangan ke arah Raihan.
" Makasih y sayang atas doa kamu, semoga apa yang kamu inginkan bisa tecapai.. Amin. " jawab Raihan bahagia.
Jam menunjukkan hampir magrib, acara semua telah selesai. Semua tamu berpamitan pulang, begitu juga Raisya dan Rani. Raisya menyuruh Raihan untuk tidak mengantarkannya pulang karna dia merasa tidak enak dengan orang tua nya. Raisya mencari keberadaan Rani dan mengajaknya pulang. Raisya, Rani dan Raihan berjalan ke arah mami papi Raihan yang sedang duduk bersama papi mami Maura dan juga Maura. Raisya berpamitan pulang dan mencium tangan kedua orang tua Raihan dan papi mami Maura dan juga dia berjabat tangan dengan Maura. Raihan mengantarkan Raisya dan Rani sampai depan rumah dan menemani Raisya sampai taksi online datang. Berat rasanya Raisya meninggalkan Raihan mengingat Maura masih ada di sana, dia tahu Maura sudah ada rasa dengan Raihan karna terlihat sangat jelas dari wajah Maura yg tidak bersahabat.
Di tempat lain, papi mami Maura menanyakan masalah hubungan Raisya kepada papi Raihan. Papi Raihan menjawab kalau mereka hanya cinta monyet yang sewaktu-waktu akan putus dan menyakinkan nanti Raihan pun akan lupa kalau sudah kuliah di luar negeri. Papi Raihan dan Papi Maura sudah sepakat untuk mengkuliahkan mereka berdua di tempat yang sama. Maura sangat bahagia mendengarnya dengan begitu dia bisa dekat dengan Raihan dan Raihan bisa melupakan Raisya.
Taksi Online datang, Raisya dan Rani berjalan menaiki mobil. Dari dalam mobil Raisya melambaikan tangannya kepada Raihan. Setelah mobil berlalu Raihan berjalan masuk kembali ke dalam rumah. Dia tidak menemui orang tua nya, Maura beserta keluarga nya lagi. Dia memilih untuk masuk ke dalam kamar untuk mandi. Maura dan keluarga berpamitan untuk pulang mengingat sudah magrib. Maura tampak kecewa karna Raihan tidak menemuinya lagi dan justru malah meninggalkannya mengantar Raisya pulang.
" Lihat saja Raihan... Aku akan buat kamu suka sama aku. Aku akan minta papi menjodohkan aku sama kamu!" ucap Maura dalam hati..
__ADS_1
Wow... Belum apa-apa udah ada orang ketiga ya??
Raisya harus sabar ni.. Sudah mulai ada konflik hati hubungan percintaan Raisya...