Aku Dan Mantan Kekasih Suamiku

Aku Dan Mantan Kekasih Suamiku
Penyesalan


__ADS_3

" Aku ga mau kehilangan kamu...Sa...Aku bodoh banget harus mengkhianati kamu. " Ucap Nando sambil menangis.


Dia merasa frustasi memikirkan apa yang terjadi dengan dirinya sekarang. Perceraian sudah di depan mata. Mau ga mau di harus siap. Air mata terus mengalir di wajahnya. Penyesalan yang dia rasakan saat ini. Dia yakin keputusan Raisya tidak bisa di ganggu gugat. Nando terus merutuki nasibnya.


Sedangkan di sebuah mol, Raisya hanya duduk terus memandang ke arah anak-anaknya dengan tatapan kosong. Pikirannya melayang memikirkan nasib pernikahan. Selama sepuluh tahun lebih dirinya berusaha bertahan dengan pernikahan nya. Dia selalu menghilangkan ego nya hingga akhirnya selalu memaafkan Nando.


Berat memang berat yang Raisya rasakan saat ini. Bagi nya, bagaimana pun mereka telah menikah sudah 10 tahun lamanya, kenangan bersama pasti ada. Mereka pernah menjalani kehidupan bersama bahagia, meskipun hanya sesaat dirinya merasakan nya. Memang dalam beberapa tahun belakangan ini mereka sudah pisah ranjang.


Raisya dan Rani memilih untuk melanjutkan untuk makan dan setelah itu pulang. Rencananya Raisya akan menitipkan sementara di kedua orang tua nya, agar tidak melihat pertengkaran orang tuanya. Dirinya akan di dampingi Rani untuk pulang ke rumah, mereka yakin jika Nando saat ini pulang ke rumah. Rani sengaja akan mendampingi Raisya, khawatir Nando berbuat nekat atau membuat Raisya memaafkannya kembali.


Menurut Rani, Nando sosok laki-laki yang pintar berkelit sedangkan Raisya adalah sosok yang tidak tega. Rani menyarankan Raisya agar tidak terpengaruh lagi dengan Nando. Rani mengingatkan, untuk masalah anak - anak, Raisya harus yakin mereka akan mengerti apalagi anak - anak mereka dulu sempat lihat perbuatan jahat ayahnya.


Rani menepuk pundak Raisya, dan menyadarkan dari lamunan Raisya. Rani berusaha terus memotivasi Raisya, bahwa perceraian yang terbaik. Dia tidak mau melihat Raisya sahabatnya di sakiti terus.


" Sa...Lo harus sabar ya ! Mungkin ini jalan yang terbaik buat pernikahan lo. Pernikahan Lo udah ga sehat, masa Lo mau terus-terusan di sakiti. Gw yakin Lo masih bisa bahagia, meskipun bukan dengan Nando. Lo lupain si Nando breng***, buka lembaran baru Lo. Gw akan selalu ada buat Lo, Lo jangan sungkan untuk meminta tolong pada gw. Lo lihat sekarang anak-anak Lo, mereka ga berdosa. Lo harus semangat demi mereka. " Ucap Rani mencoba menasehati Raisya.


" Iya Ran...gw sadar mungkin ini yang terbaik rencana Allah. Selama ini gw memang bodoh selalu menutup hati dan pikiran pernikahan gw sama Nando. Berkali - kali gw maafin dirinya, tapi nyatanya dia ga pernah berubah. Dia selalu hadirkan mantan kekasih nya dulu di hidupnya. Yang Lo bilang benar, gw ga boleh terpuruk seperti ini. Gw harus bangkit demi anak - anak. Memang semua ini butuh proses untuk menjelaskan kepada mereka. " Sahut Raisya.


Akhirnya mereka sepakat untuk pulang, sebelumnya mereka akan menitipkan anak - anak Raisya dulu ke rumah orang tua nya. Baru setelah itu mereka pulang ke rumah mengusir Nando. Karna Raisya tidak mau pergi dari rumah itu, anak - anak mereka sekolah di sana, dan rumah itu menjadi milik dirinya dan anak - anak nya. Karna selama ini Raisya yang membayarnya, terlebih lagi kini Nando sudah tidak bekerja.

__ADS_1


Mereka sudah sampai di rumah orang tua Raisya, Raisya menitipkan anaknya dan beralasan ada urusan yang mau dia urus dulu. Setelah itu dia melanjutkan perjalanan, selama di perjalanan dirinya berusaha menyiapkan mentalnya untuk bertemu Nando. Dia terus berdoa agar pendirian nya tidak goyah lagi untuk berpisah. Untungnya Rani selalu setia mendampingi dirinya untuk memberi semangat.


Lama sudah ku pendam ini , lama sudah ku makan hati menghadapimu


Ini semua tentang dirimu , tentang caramu memperlakukan ku


Tak sadarkah kau selama ini , bukan cuma hati yang kau sakiti juga hidupku


Diriku ini pasanganmu , bukannya musuhmu tak perlu kau siksa aku


Aku berhenti sayang , ku tak bisa lanjutkan


Kisah ini bersamamu , aku takkan mampu


Aku minta bebaskan diriku.....


Setelah menempuh perjalanan 1 jam akhirnya mereka sampai. Benar seperti yang mereka duga, Nando benar pulang ke rumah. Raisya menarik nafas panjang untuk bersikap kuat di depan Nando. Raisya merasa miris juga melihat Nando yang sedang duduk di luar dengan pandangan kosong dan masih menggunakan pakaian tadi.


Perlahan Raisya dan Rani masuk membuka pagar. Membuat Nando tersadar dari lamunannya. Tanpa basa basi Raisya langsung masuk ke dalam rumah dan mengemasi baju - baju dan keperluan Nando. Nando mengikuti langkah Raisya untuk masuk ke dalam kamar. Dia tidak peduli dengan tatapan Rani yang tajam kepada nya. Rani memilih untuk duduk di sofa di ruang tv.

__ADS_1


" Yank...please maafin aku. Asal kamu tahu aku sudah lama tidak berhubungan lagi sama dirinya, aku hanya berteman sama dia. Tadi kita lagi membahas masalah reuni, kamu lihat kan kita ga hanya berdua yank di sana. Meskipun kita sudah pisah ranjang lama , tapi aku selalu berusaha menjaga kepercayaan kamu. Aku sudah lama tidak bertemu dengan dirinya. Please tolong urungkan niat kamu untuk berpisah. Aku janji ga akan pernah lagi berhubungan dengannya meskipun cuma sekedar teman. " Ucap Nando mengiba.


" Udah ngomongnya ? Kamu pikir aku akan mempercayai kamu lagi seperti sebelum - belumnya ? Sahut Raisya yang menatap tajam ke arah Nando.


" Lebih baik kamu pergi dari sini sebelum kesabaran habis ! Keputusan aku sudah bulat. Kalau kamu ga mau mengurus perceraian kita, aku yang akan mengurusnya kamu tinggal tunggu aja. Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi , masalah anak - anak kita urus bareng dan untuk hak asuh biar jatuh ke aku . " Ujar Raisya sambil memberikan koper yang sudah di siapkan untuk Nando.


Nando bersujud memegang kaki Raisya, terus memohon agar Raisya memaafkan dirinya dan membatalkan perceraian mereka. Tapi saat ini perasaan Raisya sudah membeku, rasa cinta nya sudah terhenti untuk suami yang hidup bertahun - tahun dengan ya. Hatinya sudah terlalu sakit. Raisya tetap pada pendiriannya mengusir Nando dari rumah yang mereka tempati bertahun - tahun. Sudah tidak ada kata maaf lagi untuk Nando. Dia tidak peduli melihat Nando yang menangis memohon iba padanya. Sebenarnya Raisya juga sudah mulai rapuh, tapi dia berusaha untuk menahannya. Dia tidak mau menunjukkannya pada Nando. Rani yang melihat sahabatnya yang mulai rapuh dirinya langsung bangkit menghadang Nando.


" Udah pergi Lo dari sini, orang kaya Lo ga pantas di maafkan. Dasar laki - laki ga tau diri Lo. Sahabat gw kurang apa coba ke Lo ? Syukur Lo sekarang nyesel , udah sana Lo sama wanita ja**** aja. Pergi dari hidup sahabat gw , kesian kalau dia harus menanggung dosa zina Lo. " Ucap Rani mencoba melerai Nando dari Raisya.


" Ok gw sekarang akan pergi, tapi ingat sampai kapan pun gw ga akan setuju dengan perpisahan ini. Gw ga akan pernah mau pisah sama sama sahabat Lo , camkan itu ! " Ucap Nando geram.


" Ok kita lihat nanti , siapa yang akan menang. Tapi akan gw pastiin Lo akan cerai sama sahabat gw. " Sahut Rani yang tak kalah geram.


" Lo bawa motor Lo, jangan bawa mobil yang gw bayar ! " Ucap Raisya.


Dengan perasaan kesal akhirnya Nando pergi membawa koper dengan naik motor. Dia merasa tidak terima di perlakukan Raisya seperti ini. Dia berjanji dalam hati akan selalu mempertahankan rumah tangganya. Terlebih dirinya sekarang sudah tidak bekerja, di tambah dirinya sekarang harus pergi meninggalkan mobil dan rumah mereka. Memang selama ini Raisya lah yang mencicil rumah dan mobil, meskipun dirinya ada andil juga untuk membelinya.


" Aaaaaaaahhhh..." Teriak Nando sambil menyapu wajah nya dengan kasar.

__ADS_1


Tetap dukung karyaku...Ikutin terus episode berikutnya, kita lihat penderitaan dan penyesalan Nando selanjutnya.


Terima kasih yang selalu sudah mendukungku...😃😘🙏😍


__ADS_2