
Hari ini Raihan sudah di perbolehkan untuk pulang dari rumah sakit. Mami meninggalkan Raihan sendiri dulu, karna sebelum pulang dia harus mengurus administrasi terlebih dahulu. Raihan juga sudah menghubungi Raisya lewat whatshap untuk memberi kabar bahwa dirinya sudah boleh pulang dari rumah sakit.
Setelah mami mengurus semuanya, mami kembali ke ruangan untuk membereskan barang-barang sambil menunggu Raihan di cabut infusnya. Mereka pulang dengan menaiki taksi online.
Raihan hatinya sangat gelisah karna Raisya tidak membalas chat dari nya lagi. Rasanya dia ingin langsung ke rumah Raisya bertemu dan menjelaskan semuanya.
Akhirnya selama menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam. Mereka telah sampai di rumah. Bi inah sudah menunggu dan berlari untuk membantu membawakan barang-barang yang di bawa dari rumah sakit.
Raihan langsung masuk ke dalam kamar nya berpamitan kepada mami dengan alasan ingin beristirahat. Mami pun langsung masuk ke dalam kamar membersihkan diri. Barang-barang dari rumah sakit bi Inah yang urus.
Berkali-kali Raihan mencoba menghubungi Raisya tetapi tidak ada respon. Raisya setiap melihat panggilan telepon dari Raihan menjadi teringat kembali kejadian di rumah sakit lalu.
Hati nya masih terasa sakit dan dia berusaha untuk melupakan Raihan. Raisya memutuskan untuk putus dengan Raihan. Dan dia memilih untuk mengirim pesan ke Raihan.
" Banyak istirahat, semoga lekas pulih kembali. Lupakan hubungan kita, karna sampai kapan pun kita ga akan pernah bisa bersatu. Aku ingin kita putus. " jawab Raisya lewat pesan whatshap.
" Please jangan buat keputusan seperti itu. Hanya kamu wanita yang aku cinta. Meskipun nanti aku kuliah bareng dengan nya, aku janji rasa sayang aku ga akan berubah ke kamu. " balas Raihan.
Raisya tidak membalas pesan Raihan lagi. Tidak terasa air mata nya menetes. Dia tau Raihan sangat menyayangi dia. Tapi mereka bisa berbuat apa karna papi Raihan menginginkan hubungan Raihan dengan Maura.
Di tempat berbeda Raihan pun menangis sedih. Dia ingin berontak melawan papi nya tetapi dia bisa apa.
******
Esok hari nya mami sudah memulai aktifitasnya kembali. Hari ini mami sudah masuk kerja kembali. Karna dia merasa tidak enak jika harus izin tidak masuk kerja terus.
__ADS_1
Oleh karena itu, hari ini adalah kesempatan Raihan untuk menemui Raisya. Dia langsung mandi dan bergegas pergi ke rumah Raisya. Raihan memaksakan diri nya untuk pergi meskipun masih tahap pemulihan.
Setelah menempuh perjalanan 45 menit, akhirnya Raihan sampai di depan rumah Raisya. Dia memarkirkan mobilnya di depan rumah Raisya. Setelah itu dia turun dari mobil dan mengucapkan salam dari luar pagar. Mama Raisya yang mendengar ada orang di luar pagar langsung ke luar membuka pintu rumah untuk melihat siapa yang datang.
" Oh...Raihan. Masuk Han, silahkan duduk ! Udah sehat kamu ? " ucap mama Raisya.
" Alhamdulillah sudah bu. Raisya ada bu ? Aku mau minta izin mau ngajak Raisya pergi bu . " sahut Raihan.
Mama Raisya mengizinkan Raihan untuk pergi bersama anaknya. Dia masuk ke dalam untuk memberi tahu kedatangan Raihan kepada Raisya.
" Sa... bangun ada Raihan datang. Mandi kamu, Raihan mau mengajak kamu pergi katanya. " jelas mama.
" Aku lagi ga enak badan mah suruh Raihan pulang aja. " jawab Raisya.
Mama merasa aneh dengan sikap Raisya. Raisya bersikap cuek mendengar Raihan datang. Biasanya dulu Raisya kalau mendengar Raihan datang langsung semangat menemuinya.
Dengan cemberut akhirnya dia terpaksa mengikuti ucapan mama nya untuk mandi dan menemui Raihan. Dia sebenarnya malas untuk bertemu Raihan. Tetapi mama nya menyuruhnya untuk menemui Raihan di luar.
Setelah membangunkan Raisya, mama kembali menemui Raihan di ruang tamu dan dia mengajak Raihan kembali. Mama sebenarnya sudah merasa cocok dengan Raihan. Raihan sosok yang sempurna untuk di jadikan calon menantu.
Setelah mandi, akhirnya dia memutuskan untuk menerima tawaran Raihan. Raisya bersiap-siap. Setelah selesai, Raisya keluar menemui Raihan.
Melihat Raisya sudah datang menemuinya, Raihan langsung mengungkapkan maksudnya.
" Sa.. aku mau ngajak kamu pergi keluar. Aku udah izin ke mama ko. " ucap Raihan.
__ADS_1
Dengan perasaan malas, Raisya masuk ke dalam kamarnya mengambil tas, dompet dan handphone nya.
Setelah berpamitan dengan mama, akhirnya mereka pergi. Selama perjalanan Raihan mencoba membuka lebih dulu mengajak ngobrol Raisya, tetapi Raisya menanggapinya hanya datar. Raihan senang melihat wajah judes nya Raisya. Ini wajah Raisya yang Raihan suka dari dulu yang membuat dirinya penasaran saat pertama kali bertemu dengannya. Bukan dia mundur, justru dia menjadi bersemangat menggoda Raisya.
Raihan memilih untuk pergi ke pantai ancol. Suasana di sana asyik untuk mengobrol. Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, akhirnya mereka sampai. Mereka berdua turun. Raisya masih bersikap cuek.
Saat Raihan ingin merangkulnya, Raisya menepisnya. Mereka berdua mencari tempat duduk yang adem di dekat pantai. Kemudian Raihan memesan minuman untuk mereka berdua.
Raihan memulai obrolan. Dia meminta maaf kepada Raisya atas kejadian di rumah sakit kemarin. Dia menjelaskan juga kalau dari awal dia tidak tau rencana Maura akan kuliah bareng dengannya. Dan dia juga sengaja tidak memberi tahu, waktu itu mereka berangkat bareng ke Inggris.
" Aku ga ada perasaan apa-apa ke Maura. Aku mohon agar kamu menguatkan aku untuk selalu bertahan sama kamu. " ucap Raihan.
Akhirnya Raisya memulai membuka omongannya...
" Papi kamu itu menginginkan Maura, Raihan. Cepat atau lambat kalian akan bersama. Dan aku akan merasa tambah sakit kalau semakin lama kita bersama. Aku juga kan ga tahu apa yang kalian lakukan nanti di sana. Kalian pasti akan saling jatuh cinta, karna nanti kalian akan hidup bersama di sana. " Jawab Raisya sambil meneteskan air mata.
Raihan langsung memeluk Raisya. Mereka berpelukan sambil menangis berdua.
" Sampaikan pun aku ga mau kehilangan kamu yank... Please kuatkan aku. Aku akan nekat bila suatu saat papi akan menjodohkan aku sama Maura. Aku akan tetap pertahankan kamu. Aku akan kuliah sungguh-sunguh setelah lulus nanti aku akan bekerja dan menikahi kamu. Dengan atau tanpa restu orang tua ku. " ucap Raihan.
Raihan berjanji pada Raisya. Raihan melepas pelukannya. Kemudian menghapus air mata di wajah Raisya lalu dia menggenggam tangan Raisya dan mereka saling menatap. Tatapan Raihan meyakinkan Raisya. Cinta Raihan sangat tulus terhadap Raisya.
Akhirnya Raisya luluh kembali. Dia memaafkan dan menerima Raihan kembali. Setelah sedih-sedihannya selesai. Mereka melanjutkan menikmati pantai. Meskipun cuma makan pop mie dan minum es nutrisari rasanya udah bahagia banget.
Mereka berdua tersenyum bahagia. Raisya menaruh kepala nya di pundak Raihan. Mereka berharap cinta mereka abadi.
__ADS_1
Setelah 2 jam di sana, mereka memutuskan untuk pulang. Selama perjalanan mereka mesra kembali.
Raihan selalu memperhatikan wajah Raisya dengan tersenyum, begitu juga dengan Raisya membalasnya. Mereka mencoba menjalani berdua kembali. Raisya memberi kepercayaan kepada Raihan kembali.