Aku Dan Mantan Kekasih Suamiku

Aku Dan Mantan Kekasih Suamiku
Bonus chapter 13


__ADS_3

Menyesakkan hati


Raisya terisak tangis nya kala harus melihat suami tercinta nya terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Dirinya tak pernah menyangka jika sang suami harus merasakan kecelakaan beruntun di tol saat pulang bekerja menuju rumah.


" Hiks...hiks....Mas bangunlah...! " Raisya terus mengguncang tubuh suami nya berharap suami nya terbangun.


" Nyonya Tyar...maaf ada yang saya ingin bicarakan pada anda mengenai kondisi pasien. " Ucap Dokter yang menangani Tyar.


" Baiklah Dok...tunggu sebentar ! " Raisya menghapus air mata yang menetes di pipinya. Dirinya bangkit dari tempat duduk dan keluar dari ruangan ICU untuk bicara dengan Dokter.


" Silahkan duduk dulu Nyonya ! " Dokter mempersilahkan duduk dan Raisya mengikuti nya.


" Jadi begini...Saya mohon kesabarannya anda ! Dan jangan putus untuk berdoa, karna hanya mukjizat saja yang bisa membuat Tuan Tyar sehat kembali. " Ucap Dokter Hansen, dokter yang menangani Tyar.

__ADS_1


Jantung Raisya terasa terhenti seketika, nafasnya terasa sesak. Sungguh hal ini sangat menyesakkan hati melebihi pengkhianatan kekasih dan mantan suaminya dulu.


" Sebenarnya saya sangat berat untuk mengungkapkan nya, namun ini adalah tugas saya untuk memberi tahu pada pasien atau pun keluar pasien saya tentang kondisi pasien. Tuan Tyar mengalami benturan sangat keras saat kejadian kecelakaan yang menimpanya , hingga akhirnya dirinya mengalami pendarahan otak yang menyebabkan saat ini Tuan Tyar mengalami koma dan bahkan kondisinya saat ini masih kritis. " Ucapan Tuan Hansen membuat tubuh Raisya terasa lemah dan akhirnya jatuh pingsan.


Dokter Hansen dan perawat yang ada di sana segera mengangkat tubuh Raisya ke brankar rumah sakit. Raisya mengalami shock hingga akhirnya tubuh nya tak bisa menahan beban.


" Kasihan Nyonya Tyar....pastinya dia sangat terpukul mengetahui kondisi suaminya saat ini. " Ucap Dokter Hansen dan perawat yang ada di sana.


Dokter Hansen melakukan pertolongan pertama hingga akhirnya Raisya cepat tersadar kembali.


" Sabar Nyonya...Terus berdoa, yakin lah atas kekuatan doa di dalam hidup kita ! " Ucap Dokter Hansen mencoba menyemangati Laura yang masih dalam keadaan lemah.


" Dokter ku mohon lakukan yang terbaik untuk suami ku, sembuh kan lah dia ! Hiks...hiks.." Raisya memohon, rasa nya tak sanggup bila dirinya harus siap menerima suami nya akan pergi meninggalkan dirinya selamanya.

__ADS_1


" Sudah menjadi tugas saya untuk melakukan yang terbaik untuk semua pasien saya ! Tapi kita kembalikan semuanya pada Tuhan. Terus lah berdoa, karna sebaik-baik nya usaha, yaitu doa yang tak pernah putus ! " Ucap Dokter Hansen terus memberi semangat.


Dokter Hansen bisa merasakan apa yang Raisya rasakan saat ini. Walaupun bukan pertama baginya melihat keluarga pasien yang mengalami hal seperti ini.


" Saya ucapkan terima kasih. Apa ada yang perlu di bicarakan lagi dok ? " Ujar Raisya.


" Sama - sama. Tidak ada Nyonya... silahkan jika anda mau ke ruangan Tuan Tyar lagi...Tapi apa anda sudah membaik? " Tanya Dokter Hansen.


Raisya memilih segera kembali ke ruangan sang suami. Meskipun saat ini tubuh nya masih terasa lemas.


" Mas, ku mohon kamu harus kuat demi anak - anak kita ! Aku akan selalu menunggu mu untuk sadar kembali ! " Ucap Raisya sambil mengelus lembut pipi suaminya.


Dirinya tak pernah menyangka jika akan terjadi seperti ini. Baru tiga jam yang lalu suami nya menelpon dirinya dan mengucapkan kata cinta padanya dan sekarang dirinya harus melihat suaminya terbaring lemah dan bahkan nyawanya pun terancam. Hubungan Raisya dengan Tyar selalu berjalan baik. Mereka hidup saling mencintai.

__ADS_1


" Ya Allah apa salah ku hingga diriku selalu merasa sedih akan sebuah cinta. Di awal aku selalu bisa merasakan kebahagiaan dan berakhir dengan kesedihan. Ku mohon selamat kan lah suami ku ! Jangan buat aku merasakan frustasi karna sebuah cinta yang mendalam. " Ucap Raisya memandang langit di luar dari dalam ruangan suaminya.


__ADS_2