
" Mau sampai kapan si Nak Kamu bertahan sama wanita mandul seperti itu ? Udah ga bisa ngasih anak , penyakitan lagi ? Lebih baik kamu bercerai sama dia , cari wanita yang lebih muda dari dia yang bisa memberikan kamu keturunan ! " Ucap Mama nya Fikri.
" Tapi Fikri sayang sama Viona mah. Kesian kalau Fikri harus tinggal dia. Penyakitnya bisa kambuh. " Sahut Fikri.
" Emang bodoh ya kamu ini. Apa jangan - jangan dia itu bukan wanita baik - baik , suka ganti - ganti pasangan dari dulu. Bisa aja dulu dia pernah gugurin kandungannya , makanya sekarang dia susah punya anak. Kamu tuh jangan terlalu belain terus ! " Ujar Mama nya Fikri.
Deg...Jantung Fikri langsung seperti di lempar bom atom yang meledak. Ucapan mama nya langsung menari di pikirannya , tapi dia tidak mau langsung mempercayai ucapan mama nya. Fikri memilih untuk tidak melanjutkan perdebatan itu. Dia memilih untuk kembali ke kamar nya menemui Viona.
Viona mendengar percakapan Fikri dengan mama nya. Hatinya terasa panas terbakar amarah dengan ucapan Mama nya Fikri. Meskipun memang ada benarnya , tapi dia merasa tidak terima. Awalnya Viona ingin mengambil minum ke dapur , tetapi mendengar percakapan Fikri dengan mama nya di ruang tamu akhirnya dirinya mengurungkan niatnya untuk minum dan dirinya lebih memilih untuk langsung masuk ke kamar dan pura - pura tidak mendengar.
Kini Viona menjadi merasa uring - uringan sendiri di dalam kamar. Tidak lama kemudian Fikri masuk ke dalam kamar. Saat ini mereka sedang menginap di rumah orang tua Fikri di Bandung. Awalnya Viona merasa malas untuk ikut ke rumah orang tuanya , tapi karna dirinya masih menjadi menantu nya mau ga mau dia mengikuti keinginan Fikri. Sejak pertengkaran dengan ibu mertua nya , Viona memilih untuk tinggal di Bekasi di rumah orang tuanya. Terlebih lagi dirinya belum juga memberikan keturunan untuk suaminya , hal ini yang membuat mertuanya semakin membenci dirinya.
Selama ini Fikri masih terus mempertahankan nya , karna memang Fikri yakin semua ini bukan kesalahan Viona. Fikri mengidap ejakulasi dini sehingga tidak pernah bertahan lama jika sedang berhubungan intim dengan Viona. Hal ini juga yang membuat Viona selalu terobsesi dengan permainan Nando.
__ADS_1
Fikri selama ini menerima Viona apa adanya , karna Viona pun menerima dirinya apa adanya. Viona tidak pernah menuntut Fikri macam - macam. Padahal Fikri tidak pernah mengetahui sebenarnya jika Viona merasa kecewa dengan permainan ranjang Fikri dan Viona pun pernah mengungkapkannya tapi Fikri tidak pernah mau mengerti hingga akhirnya Viona memilih untuk menyimpan nya sendiri. Fikri selama ini selalu memberikan materi segalanya tapi tidak dengan perhatian dan kepuasan yang Viona dapatkan dari Nando. Andai Viona membuka hatinya mungkin hubungan dirinya dengan Fikri berjalan dengan baik. Fikri memang tidak pernah mengungkapkan secara ucapan , tapi seharusnya dia ingat saat dirinya sakit Fikri lah yang selalu menjaga nya dengan penuh kasih sayang.
Di dalam kamar Fikri bersikap biasa pada Viona. Dia memandangi Viona yang pura - pura tidur. Fikri menghela nafas panjang mencoba untuk menghilangkan pikirannya yang sempat terkontaminasi dengan ucapan mama nya. Karna pada dasarnya dia mempercayai Viona dan dia yakin memang saat ini dirinya dan Viona belum di kasih kepercayaan untuk memiliki momongan.
Akhirnya Fikri ikut tertidur pulas di samping Viona. Karna memang dirinya merasa lelah. Perjalanan ke Bandung tadi dari Jakarta sangat menguras tenaga kondisi jalanan yang sangat macet.
Melihat Fikri yang sudah tertidur , Viona beranjak dari tempat tidur. Viona merasa kesal dengan hidupnya. Dia meratapi hidupnya yang seperti ini. Dia merasa tidak pernah ada kebahagiaan. Selalu saja ada permasalahan hidupnya. Padahal harusnya dia mengerti bahwa yang dia lakukan selama ini adalah salah , seharusnya semua yang dia rasakan di jadikan untuk pelajaran hidupnya.
Viona yang memiliki sifat keras merasa tidak terima dengan perbuatan mertuanya , dia berniat untuk menemui mertuanya. Dan kini ibu mertua nya belum tertidur , dia masih menonton tv di ruang keluarga.
Melihat wajah Viona saja mertua nya menunjukkan wajah tidak bersahabat. Tapi Viona tetap saja menghampirinya.
" Maaf Bu maksudnya tadi ngomong gitu ke Fikri apa ya ? Saya memang belum memberikan anak untuk Fikri , tapi bukan berarti ibu berpikir tentang aku macam - macam. " Ucap Viona geram.
__ADS_1
" Ibu ingin kamu tinggalin Fikri. Kalian itu tidak cocok. Nyesel ibu dulu jodohin Fikri sama kamu. Ibu pikir kamu sudah punya pengalaman masa lalu tidak baik , pasti bisa lebih baik menjalani pernikahan kedua. " Sahut mama nya Fikri tegas.
" Ibu jangan asal bicara ya. Memang saya ngelakuin kesalahan apa ? Kalau saya ga benar baru ibu bisa bicara gitu ke saya ! " Ucap Viona tegas meskipun dalam hati nya dia was - was jika suatu saat semua terbongkar.
Viona kini merasa takut jika di tinggalkan Fikri. Karna hanya Fikri tempat dirinya bertumpu sekarang. Nando sekarang sudah tidak peduli padanya. Terakhir dirinya bertengkar dengan Raisya , Nando tidak pernah menghubungi dirinya. Bahkan saat dia mencoba menghubungi Nando , dirinya tidak merespon. Viona merasa kesal dengan Nando , kondisi seperti saat itu pun dia masih memilih untuk mempertahankan istrinya.
" Pokoknya sampai kapan pun ibu ga suka sama kamu. Terserah kamu mau gimana sama Fikri. Ibu yakin suatu saat nanti Fikri akan terbuka hati dan pikiran untuk ninggalin kamu. " Ucap Mama nya Fikri.
Viona merasa kesal dengan ibu mertuanya ,akhirnya dia memilih untuk kembali ke kamarnya meninggalkan ibu mertuanya. Kalau saja dia tidak menaruh harapan pada Fikri dan Nando mau menerima dirinya , mungkin dari dulu dirinya meninggalkan Fikri. Tapi kini Nando tidak peduli dengannya dan Nando saat ini tidak bekerja pendapatannya tidak jelas. Sedangkan Viona sekarang ini hanya mendapatkan uang dan fasilitas dari Fikri , mau ga mau dirinya harus bertahan meskipun dirinya tidak terima di rendahkan oleh ibu mertua nya. Dia memilih untuk mengalah dan terus memberikan perhatian lebih kepada Fikri agar Fikri selalu merasa di cintai dirinya.
Baru gitu aja Viona udah kesel aja...Tunggu penderitaan kamu selanjutnya ya Viona...Author lagi nyiapin dulu penderitaan apa yang pantas untuk kamu. 😁🤣😄
Yuk seperti biasa setelah membaca jangan lupa tinggalkan jejak kalian...🙏😄😘😍
__ADS_1