
Berdamai
Kini hubungan Tyar, Raisya , dan juga Raihan semakin membaik. Tyar berusaha untuk berdamai dengan Raihan. Bagaimanapun kisah cinta sang istri hanya lah sebuah masa lalu. Bukan itu saja, tidak mungkin baginya jika Raihan akan merebut istrinya dari nya. Terlebih Raihan sudah berjanji padanya, bahwa kehadiran nya saat ini hanya sebagai papi dari kekasih anaknya yaitu Clarissa.
" Sayang...jika aku pergi meninggalkan dunia lebih dulu, apa kau akan kembali pada Raihan ? " Tanya Tyar di sela - sela kebersamaan nya bersama sang istri sambil menikmati secangkir teh hangat yang di buatkan istri tercintanya.
" Mengapa kamu bicara seperti itu ? Aku tak suka jika kau bicara seperti itu ! Jangan pernah bicara kematian padaku, karna aku tak ingin memikirkan hal itu. Bagiku begitu menyakitkan. " Sahut Raisya kesal.
" Kau bilang, hati mu sudah berdamai dengan Raihan. Tak akan pernah lagi mengungkit tentang masa lalu ku padanya. Karna bagiku itu semua hanya masa lalu, dan kau itu adalah masa sekarang dan masa depan bagiku. Ku mohon jangan membahas hal itu lagi. " Ujar Raisya.
" Eeeehhhhhmmmm.... baiklah jika mau mu seperti itu. Entah mengapa tiba - tiba saja pikiran untuk menari di otak ku. " Ungkap Tyar dengan mimik serius.
Entah ini sebuah pertanda atau hanya karna dirinya masih merasa takut jika suatu saat dirinya akan meninggalkan dirinya dan kembali kepada Raihan.
__ADS_1
Namun Tyar lebih memilih untuk tidak melanjutkan percakapan tentang itu. Dirinya tak ingin momen kebersamaan dengan sang istri harus berakhir dengan situasi yang tidak menyenangkan.
Di tempat berbeda, saat ini Raihan sedang duduk terpaku sendiri di balkon kamar nya. Tatapan kosong dan pikiran entah melayang ke mana. Namun yang dia sadari bayangan sosok Raisya hadir menari di lamunannya kini.
Mungkin dirinya masih sangat menyesal dengan apa yang terjadi pada kehidupan nya. Bagaimana tidak, pastinya ada rasa iri yang dia rasa saat melihat kemesraan Tyar dan Raisya. Terlebih sampai saat ini dirinya masih betah menyandang status duda, lebih pas nya dengan sebutan duren, duda keren.
Bagaimana tidak, bahkan semakin tua wajah Raihan semakin terlihat lebih berkarisma dan juga tampan. Raihan dengan Daren seperti seorang adik dan kakak.
" Ya....mungkin saja berdamai lebih baik. Hati lebih lega..." Sahut Raihan bicara pada hatinya.
Meski sering kali dirinya mengucap seperti itu, namun nyatanya benteng keteguhan Raihan sering kali jebol. Berkali- kali dirinya merelakan Raisya, berkali - kali dirinya mengucap kata ikhlas dan berusaha melupakan Raisya, tapi nyatanya masih aja memikirkan Raisya meskipun sejak Raisya menolaknya dirinya memilih untuk tidak bermimpi untuk menjadikan Raisya sebagai istrinya.
Dapat Raihan rasakan, bagaimana Daren merasa sangat senang. Karna pada akhirnya kedua orangtuanya menyetujui hubungan mereka. Hubungannya dengan Clarissa. Tentunya dirinya tak akan mau menghancurkan kebahagiaan anaknya.
__ADS_1
Raihan berharap jika hubungan mereka langgeng dan berjalan lancar. Baginya, Raisya dan Tyar bisa menerima Daren saja, Raihan sudah sangat bersyukur. Dirinya merasa salut pada Raisya dan Tyar yang mau memaafkan dirinya dan mau menerima Daren sebagai calon menantunya.
Padahal dirinya sempat membuat hubungan pernikahan Raisya dan Tyar terganggu karna ulahnya. Yang masih terus mengganggu meskipun Raisya telah menikah dengan Tyar, bahkan mereka saling mencintai dan hidup bahagia....
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya🙏🙏🤗😍😄
Mampir juga di karya author lainnya
Berbagi cinta : Madu dalam pernikahan ku
Kisah Aluna
My Kids My Hero
__ADS_1