
Tak terasa Raisya dan Raihan sudah lima hari di Surabaya. Mereka selalu menyempatkan waktu untuk bersama. Rasanya ingin sekali mereka mengulang masa-masa yang indah saat mereka berpacaran, tetapi mereka selalu menahan untuk melakukan hal itu. Ada ruang penyesalan di antara mereka, mereka selalu berandai-andai jika saja semua itu tidak terjadi mereka pasti sudah sangat bahagia sekali saat ini.
Andai saja papi nya Raihan setuju, andai saja Raihan bisa menahan nafsu nya dari Maura, andai saja Raihan tidak kuliah di luar negeri mungkin saja mereka saat ini masih bersama menikmati kebahagiaan. Tetapi semua itu hanyalah khayalan semata mereka, apapun yang terjadi dalam hidup mereka saat ini harus mereka terima.
Dua hari lagi mereka akan berpisah, mereka akan menjalani kehidupan seperti biasa. Sungguh rasanya mereka tidak mau semua ini berlalu. Dia menginginkan untuk kembali bersama. Tapi rasanya tidak mungkin. Karna mereka tidak mau menyakiti pasangannya. Raihan kini sudah mencintai Maura, meskipun dia pun ingin selalu bersama Raisya. Sedangkan Raisya tidak terlalu mencintai Nando bahkan Nando telah berkali-kali menyakitinya hingga cintanya semakin memudar, tapi bayangan anaknya selalu terlintas. Raisya tidak tega bila anaknya harus berpisah dengan ayahnya.
Nando di sana merasa gelisah, karna selama Raisya ke Surabaya mereka jarang berkomunikasi. Raisya jarang memberi kabar kegiatannya di Surabaya, karna dia lebih sibuk menikmati kebersamaannya bersama Raihan. Memang mereka tidak berbuat lebih jauh di luar batas kewajaran. Raisya selalu menolak ketika Raihan ingin menciumnya, Raihan sebagai lelaki ingin sekali berbuat lebih mengingat sudah hampir satu minggu dirinya tidak berhubungan badan dengan Maura di tambah lagi dari dulu dia merasa penasaran dengan Raisya tetapi belum pernah terkabulkan.
Entah apakah perasaan ini yang mereka rasakan, tetapi yang pasti mereka benar-benar telah melupakan pasangannya. Mereka sangat bahagia bisa bersama. Raihan selalu setia menunggu Raisya yang selalu sibuk dengan pekerjaannya. Saat bersama Raisya, Raihan memilih untuk tidak menerima telpon atau membalas chat dari Maura. Dia tidak ingin merusak momen kebersamaan dengan Raisya.
Nando sudah menyadari, dia tidak mungkin sanggup jika harus berpisah dari Raisya. Baru beberapa hari di tinggal saja dirinya sangat merasa hampa. Akhirnya dia memutuskan untuk bermain api lagi dengan Viona. Dia membuat akun baru Facebook dan mengirim inbox ke facebook milik , Viona membalasnya dan dirinya akhirnya memberi nomor baru nya kepada Nando. Selama Raisya tidak ada, mereka berkomunikasi kembali. Viona yang terpisah dari Fikri pun merasa kesepian. Memang sampai saat ini mereka belum bertemu hanya berkomunikasi lewat telpon.
Nando tidak pernah berubah, di tinggal Raisya baru beberapa hari saja keisengannya menghampiri dirinya. Dia mencari teman untuk mengobrol yang bisa menemaninya, karna Raisya selalu sibuk.
Kangen...Itu pasti. Itulah yang Nando rasakan kepada Raisya. Raisya adalah wanita yang sangat dia cintai saat ini. Dengan Viona dirinya hanya menganggap sebagai teman mengobrol.
Raisya dan Raihan kini sedang duduk santai di tempat duduk di dekat kolam renang. Raihan terus memandang wajah Raisya, hingga membuat Raisya merasa malu hingga wajahnya memerah.
" Apakah perasaan aku ini kepadanya ? Mengapa aku tidak ingin berpisah dengannya. " Ucap Raisya dalam hati sambil membalas pandangan Raihan.
" Sa...Apa kamu masih memiliki rasa ke aku ? Kalau aku sendiri, masih sangat menyayangi kamu. Bisa ga kita menjalin hubungan lagi ? " Ucap Raihan sambil memegang tangan Raisya.
" Entahlah aku ga mengerti perasaan ini apa ke kamu ? Maaf aku ga bisa kalau harus menjalin hubungan lagi. Aku ga mau menyakiti mereka berdua. Kita sudah memiliki pasangan, sebaiknya jangan sampai kita berbuat lebih. Apalagi anak kamu sudah dua dengan Maura. Aku mau ngucapin terima kasih, kalau selama ini kamu selalu menemani aku selama di sini. " Jawab Raisya dengan jelas.
" Enak aja cuma ucapan terima kasih, ini semua ada imbalannya donk. " Sahut Raihan sambil mengelus wajah Raisya.
" Maksudnya ? Aku ga ngerti. " Ujar Raisya merasa bingung.
Akhirnya Raihan menarik tangan Raisya lalu menggandengnya. Raisya mengikuti langkah Raihan yang terus menggenggam tangannya. Raisya merasa bingung dengan apa yang sebenarnya Raihan ingin lakukan. Dan ternyata Raihan mengajak Raisya ke kamarnya. Awalnya Raisya ragu untuk masuk ke dalam, tetapi Raihan menariknya paksa. Raisya menampilkan wajah panik berpikir macam-macam. Setelah masuk Raisya duduk di kursi dekat jendela kamar. Dirinya merasa kagum dengan kamar yang di tempati Raihan, sangat mewah berbeda dengan yang Raisya tempati. Raihan langsung me***** bibir Raisya yang selalu menjadi candunya dulu. Raisya berusaha untuk melepaskan ya tetapi Raihan tidak memberikan kesempatan, hingga akhirnya Raisya menggigit bibir bawah Raihan yang membuat Raihan akhirnya melepasnya.
__ADS_1
" Apa yang kamu perbuat sama aku ? Ingat aku ini istri orang dan kamu suami orang. Lupakan aku ! " Ucap Raisya marah.
" Maafin aku. Aku ga bisa melupakan kamu. Aku akan menceraikan Maura, aku ingin kembali sama kamu. " Ujar Raihan sambil memeluk Raisya.
Raisya menangis mendengar ucapan Raihan. Andai dirinya punya keberanian mungkin dia akan menerima Raihan. Pernikahannya dengan suaminya Nando sebenarnya banyak menguras air mata. Tetapi dia juga masih memikirkan nasib anaknya, dan dia lihat Nando juga sudah banyak berubah. Nando seperti kebakaran jenggot, setiap hari selalu menghubungi Raisya dan mengungkapkan perasaan gundahnya.
" Maaf aku ga bisa. Kita ga boleh menyakiti pasangan kita. Masa lalu biarlah masa lalu, kita harus melupakannya. " Ucap Raisya sambil berjalan untuk keluar dari kamar.
Sebelum Raisya keluar, Raihan langsung menarik tangan Raisya dan menggendongnya ke atas ranjang. Raihan tidak peduli jika Raisya akan marah besar setelah ini. Dia ingin terakhir kalinya untuk melepaskan keinginannya untuk bersama Raisya. Dia ingin melakukannya bersama Raisya. Sejak dulu dia selalu menahan perasaannya, tetapi untuk hari ini dia tidak mau lagi menahan perasaan itu.
Raisya merasa kaget, karna selama dia menikah dengan Nando dia tidak pernah di spesialkan seperti dengan Raihan. Akhirnya tubuh Raisya pun merespon, dia juga menginginkan belaian dari Raihan. Raihan sangat berbeda dengan Nando. Meskipun Raihan tidak memiliki hubungan yang sangat jauh, dia selalu memberikan perhatian lebih dan juga selalu berbuat romantis. Sedangkan Nando selalu bersikap datar termasuk saat sedang melakukannya.
Raihan yang merasa tubuh Raisya merespon, hak itu membuat dirinya menjadi semangat. Dia menanyakan dulu kepada Raisya apakah saat ini Raisya KB. Dan setelah mendengar jawaban dari Raisya, Raihan langsung tancap gas. Malam ini mereka telah melupakan pasangannya, meskipun kedua pasangannya terus menghubunginya.
Raihan merasakan candu setiap inti yang di miliki Raisya. Dia merasa bahagia akhirnya bisa merasakan lebih dari Raisya, meskipun bukan orang pertama yang merasakan. Raisya dan Raihan sangat menikmati permainan mereka, hingga mereka melakukannya berkali-kali hingga akhirnya mereka merasa lelah.
Setelah pergulatan panas telah selesai, Raihan langsung mencium kening dan memeluk tubuh Raisya erat.
Raisya tidak menjawab ucapan dari Raihan. Raisya terus menangis tidak ada henti. Dia sedih mengapa dirinya seperti ini, melakukan hal bodoh seperti ini. Sebenarnya dia ingin kembali sama Raihan, tapi dia ga mau jadi pelakor di pernikahan Raihan dan Maura dan dia juga berat harus berpisah dengan Nando. Akhirnya karna merasa sudah sangat lelah, Raihan dan Raisya tertidur pulas. Sedangkan Nando merasa gelisah di sana, dia merasakan seperti ada sesuatu yang terjadi.
Keesokan harinya, saat jam alarm di handphonenya berbunyi, Raisya membuka matanya dan melihat Raihan yang masih tertidur pulas. Karna dirinya harus bersiap-siap untuk kerja, dia langsung melepas pelukan Raihan. Raisya terus merutuki dirinya yang berbuat bodoh. Karna adanya gerakan dari Raisya, Raihan langsung ikut terbangun. Dia menarik tangan Raisya hingga akhirnya Raisya kembali jatuh ke pelukannya. Raihan langsung mencium kening Raisya dan mengucapkan terima kasih dan dia juga langsung me***** bibir Raisya. Raisya langsung berusaha melepaskannya, karna dia yakin Raihan pasti menginginkannya lagi. Raisya langsung cepat-cepat berusaha bangun. Raihan langsung mengejarnya dan memeluknya dari belakang. Tubuh mereka sama-sama masih dalam keadaan polos. Raisya langsung berusaha melepaskan pelukan Raihan
" Lepaskan aku ! Aku benci sama kamu. " Ucap Raisya sambil menatap Raihan sangat mematikan.
" Iya aku akan lepasin kamu. Tapi please kamu jangan pernah pergi dari ku lagi. " Sahut Raihan dengan tetap tidak mau melepaskan Raisya.
Akhirnya Raisya memberontak sangat keras, hingga benteng pertahanan Raihan terlepas. Raisya langsung menampar wajah Raihan.
" Kamu itu sadar ga sih posisi kita sekarang ? Kamu sudah gila ya ? Sadar...wahai Raihan Wibowo. Kenapa kamu dulu lebih memilih perempuan itu di banding aku ? " Ujar Raisya sangat marah.
__ADS_1
" Iya...memang aku udah gila. Aku mencintai dan ingin memiliki istri orang. Aku tau kamu tidak bahagia kan ? Aku janji aku akan buat kamu bahagia. " Ucap Raihan memelas.
" Kita lanjut nanti ya. Aku harus siap-siap berangkat kerja. Nanti malam kita lanjutkan pembicaraan kita. " Ujar Raisya.
Akhirnya Raihan menyetujui ucapan Raisya. Raihan langsung melepaskan Raisya dari genggamannya. Raisya langsung memakai pakaiannya dan keluar dari kamar Raihan. Dan Raihan memilih untuk tidur kembali, sambil membayangkan permainan dirinya dan Raisya semalam.
Kalau harus ku mengingatmu lagi
Aku takkan sanggup
Dengan yang terjadi pada kita
Jika melupakanmu hal yang mudah, ini takkan berat
Takkan membuat hatiku kalah
Kalah ku akui aku kalah
Cinta ini pahit
Dan tak harus memiliki
Jika aku bisa ku akan kembali
Ku akan merubah takdir cinta yang ku pilih
Meskipun tak mungkin
Walaupun ku mau, membawa kamu lewat mesin waktu
__ADS_1
😢☹️😩😨😫