
Hari ini hari minggu. Jadwalnya Papi libur dan berkumpul bersama keluarganya. Mereka memiliki jadwal rutin saat semua anggota keluarga kumpul yaitu sarapan pagi bersama. Semenjak peseteruannya dengan Papi di rumah sakit, Raihan memilih untuk lebih banyak diam. Raihan masih sangat kecewa dengan sikap papinya yang selalu memaksakan kehendaknya untuk kehidupan dirinya.
Seperti biasa papi akan memulai pembicaraan tentang Raihan, dia selalu menanyakan tentang kegiatan Raihan atau apapun. Karna hanya hari minggu dia bisa lebih dekat dengan anaknya.
" Persiapan kamu sudah selesai semua untuk keperluan kamu di sana? " ucap papi membuka pembicaraan.
" Sudah semua. " jawab Raihan singkat.
" Bagus kalau gitu. Sekarang kamu tinggal siapkan mental kamu di sana. Kamu nanti berangkat sama Maura ya, kami tidak bisa mengantar kalian. Jaga Maura baik-baik di sana. Papi mami nya juga sudah menitipkan dia sama kamu. " ucap papi tegas.
Raihan merasa jengkel mendengarnya. Selalu saja dirinya di libatkan untuk berurusan dengan Maura.
" Kenapa sih papi ga bisa mengerti sedikit pun perasaan ku ? " ucap Raihan dalam hati.
Setelah selesai Raihan langsung meninggalkan papi dan mami menuju kamarnya. Dia tidak menjawab pembicaraan papi nya yang terakhir. Mami yang melihat wajah anaknya yang kesal langsung bicara ke papi.
" Mas.. kenapa sih kamu berlebihan gitu. Ga sepantasnya Raihan harus menanggung beban menjaga Maura. Raihan kan punya kebebasan di sana untuk melakukan apapun. Lagi pula Maura kan sudah besar ya dia jaga diri aja sendiri. Lagian orang tua nya gimana sih seenaknya nitip-nitip anaknya ke anak kita. " sahut mami kesal.
" Biarin mi biar Raihan punya tanggungjawab. Toh nanti juga kan mereka akan jadi suami istri. " jawab papi santai.
Mami melotot mendengar ucapan papi yang selalu ingin menjodohkan Raihan dengan Maura. Sebenarnya mami ga setuju dengan sikap papi yang seperti orang zaman dulu aja yang melakukan perjodohan. Apalagi Maura anak orang kaya yang manja mana bisa dia mengurus Raihan nanti. Mami justru ingin mencari sosok menantu yang bisa mengurus semua keperluan anak semata wayangnya nanti. Tetapi papi sifat nya keras ga bisa di nego, jadi biar berjalan aja seperti air mengalir.
Raihan di dalam kamar sedang sibuk memasukkan semua barang yang mau dia bawa nanti ke dalam koper. Tak terasa air mata Raihan menetes. Berat rasanya dia akan meninggalkan orang yang dia cinta di sini selama bertahun-tahun lamanya. Tetapi ini pilihan untuk dia bisa menjadi orang sukses nanti. Meskipun ini hanya sementara namun terasa sangat berat.
Kring... Kring... Kring...
Raihan berjalan mencari keberadaan handphonenya . Di lihat nya nama " Sayangku" yang melakukan panggilan video call. Dia hapus air mata di wajahnya dan dia langsung mengangkat panggilan itu.
" Assallammualaikum." ucap Raisya
" Walaikumsallam. " jawab Raihan.
__ADS_1
" Lagi apa kamu? " tanya Raisya.
" Lagi packing-packing barang yang mau di bawa. " ucap Raihan sambil mengedarkan handphone ke arah koper-koper yang berjejer.
Deg...
Hati Raisya seperti tertusuk, kepala nya seperti di lempar batu. Teringat lagi akan waktu. Perpisahan semakin dekat. Raisya mencoba tersenyum meskipun hati nya sedih.
Mereka sudah berjanji untuk tidak bersedih lagi. Mereka akan mencoba menjalani kehidupan dengan bahagia. Menikmati detik demi detik kebersamaan.
" Udah selesai semua? Ada yang perlu aku bantu? " tanya Raisya.
" Udah ko. Aku cuma bawa keperluan pribadi. Pakaian dan kosmetik. Cemilan dan makanan lain aku ga bawa banyak nanti selanjutnya beli di sana. Cuma aku masih bingung sama yang 1 ga bisa aku bawa ke sana. " jawab Raihan.
" Apaan? " ucap Raisya serius.
" Hati kamu Raisya Putri. " jawab Raihan.
Raisya malah tertawa mendengar rayuan gombal Raihan. Dia sudah mikir serius, di mengira apaan. Akhirnya mereka tertawa bareng melepas kesedihan yang sebenarnya.
" Ceile... udah kaya apa aja sih makan tinggal makan segala dinner aja. " ucap Raisya sambil ngeledek Raihan.
" Aku mau ngasih kejutan buat kamu lihat aja besok. Izin ke mama ya. Insyaallah jam 21.00 udah pulang ko ga lama. " jawab Raihan.
Raisya mengedipkan mata nya menandakan ok. Gemes banget Raihan lihat wajah Raisya. Itu yang di namakan cinta. Sebenarnya sosok Maura lebih sempurna secara penampilan. Tetapi ini semua masalah kenyamanan dan cinta yang membuat Raihan bertahan sama Raisya.
Sejak mengenal Raisya, Raisya bisa membuat kebahagian baru yang Raihan tidak dapatkan di rumahnya. Raisya memang tidak memiliki kulit yang putih banget seperti Maura, dia pun bukan anak dari orang kaya. Tetapi bagi Raihan wajah Raisya sangat menyenangkan untuk di pandang dan bahkan dia suka merasa gemas kalau Raisya lagi tersenyum dan tertawa. Raisya sangat sederhana dalam berpenampilan dan memiliki sifat apa adanya.
*****
Diam-diam Raihan sudah memesan cincin mas putih untuk mereka berdua. Cincin tersebut tertulis nama mereka dan tanggal mereka jadian. Cincin Raihan bertuliskan nama Raisya dan cincin Raisya bertuliskan nama Raihan. Raihan sudah merencanakan jauh-jauh hari sebelum keberangkatannya ke Inggris, dia ingin bertunangan berdua.
__ADS_1
Hari ini mereka akan dinner di sebuah restoran yang romantis yang Raihan sudah reservasi untuk memberi kejutan kepada Raisya.
Raihan meminta izin kepada mami ingin mengajak Raisya pergi makan malam. Dan mami mengizinkannya. Raihan hari ini berdadan sangat ganteng banget melebihi hari-hari sebelumnya, dia memakai kemeja kerah warna biru laut, celana jeans warna navy, topi warna navy, dan sepatu warna navy.
Terlihat rona bahagia terlintas di wajah Raihan. Mami ikut bahagia melihat wajah anaknya. Sebenarnya mami berat melepas anak semata wayang untuk jauh dari nya, tetapi dia harus merestui semua ini demi kebaikan masa depan anaknya nanti.
Raihan berpamitan mencium tangan mami nya dan kemudian meraih kunci mobilnya untuk menjemput Raisya. Raisya sudah berpakaian rapih menunggu Raihan. Dia memakai Dress selutut berwarna peach dan memakai sendal tutup berwarna putih dan membawa tas kecil berwarna putih.
Raisya sudah meminta izin ke orang tua nya bahwa Raihan ingin mengajaknya makan malam. Orang tua Raisya sudah sangat dekat dan mengenal Raihan sangat baik sehingga mereka percaya anaknya berpacaran dengan Raihan. Sehingga tentu saja dia mengizinkan Raisya untuk pergi bersama Raihan.
Memang orang tua Raisya belum bertemu langsung dengan orang tua Raihan. Ketika pengambilan raport mami Raihan dan mama Raisya belum pernah bareng mengambilnya, karna Raihan selama 3 tahun tidak pernah 1 kelas dengan Raisya.
Tepat jam 19.00 Raihan sampai di rumah Raisya. Raihan memarkir mobilnya dan mengucap salam di depan pagar. Raisya dan mama nya keluar dari rumah. Raihan mencium tangan mama Raisya dan meminta izin mengajak anaknya pergi.
Mereka berdua berangkat menuju cafe yang sudah di pesan Raihan. Hampir 20 menit lamanya mereka menempuh perjalanan hingga akhirnya sampai di sebuah cafe di daerah Kemang Bekasi. Raihan menggandeng mesra tangan Raisya masuk ke dalam cafe. Cafe ini sangat romantis untuk kawula muda yang berpacaran.
Dekorasi cafe di buat sangat romantis. Mereka terus berjalan menyusuri dalam cafe. Raihan memilih untuk duduk di lantai atas balkon cafe. Karna dia lebih suka udara bebas sambil bisa memandang pemandangan indah malam hari. Langkah mereka terhenti di sebuah meja yang di keliling lilin-lilin yang sangat indah bertuliskan I Love You Raisya Putri
Raisya sangat tekejut melihat kejutan itu, hingga menetesnya air mata nya. Dia sangat bahagia mendapatkan perlakuan istimewa dari Raihan. Di meja tempat Raisya duduk pun tertulis juga I Love You Raisya Putri. Raisya terus tersenyum bahagia. Dia tidak menyangka Raihan akan memberikan kejutan seperti ini.
" Terima kasih untuk semua nya ya sayang... Aku bahagia banget dapat surprise dari kamu. Aku sayang kamu. " ucap Raisya sambil meraih tangan Raihan.
Raihan melepas tangan Raisya. Kemudian dia meraih sebuah kotak merah di saku celananya. Kemudian dia buka kotak itu dan mengambil semua cincin dari kotak itu.
" Meskipun kita tidak melakukannya bersama orang tua kita dan hanya kita berdua aja. Tetapi aku Raihan Wibowo berniat untuk bertunangan dengan kamu Raisya Putri. Aku ikat kamu jadi pasangan aku. Aku ingin kamu menunggu aku hingga kembali. Boleh aku memasangkan cincin ini ke jari manis kamu? " ucap Raihan.
Air mata Raisya mengalir. Ini air mata kebahagian yang dia rasakan. Raisya menganggukan kepala nya memberi kode menerima pertunangan ini.
Raihan mengampiri mendekati Raisya. Dia menghapus air mata yang mengalir di wajah Raisya. Kemudian dia memasangkan cincin itu di jari manis tangan sebelah kiri Raisya, Raisya pun melakukan hal itu kepada Raihan.
Setelah di pasangkan cincin mereka. Raihan mencium kening, kedua pipi dan bibir Raisya. Kemudian mereka berpelukan sangat erat. Mereka berdua meluapkan kesedihan akan adanya perpisahan.
__ADS_1
Raihan memesan sebuah kue brownies berbetuk love, Jus strawberry kesukaan Raisya, Orange jus untuk nya, dan dua buah steak untuk mereka berdua. Mereka menikmati makan malam yang romantis berdua. Raisya memberi suapan untuk Raihan, begitu juga Raihan yang menyuapi Raisya.
Harapan mereka semoga cintanya akan abadi kekal sampai nanti. Meskipun jarak memisahkan tetapi hati mereka tetap bersama. Mereka berjanji akan selalu menjaga komunikasi setiap hari nya.