
Selama ini setelah Raisya memaafkan Nando, dia selalu mempercayai dirinya kembali. Meskipun ada perasaan curiga yang menghampirinya, dia selalu berusaha menepisnya. Baginya mungkin ini karna dirinya pernah merasakan pengkhianatan Nando.
Akhirnya setelah sekian lama dia tidak peduli dengan apa yang di perbuat Nando. Di hari ini dia menemukan bukti Perselingkuhan Nando dengan Viona yang bisa di jadikan untuk memperkuat perselingkuhan Nando.
Semua ini memang sengaja Raisya lakukan untuk memeriksa isi handphone Nando, karna pada saat ini Nando sedang tertidur pulas. Raisya merasakan ada firasat dalam hati nya yang kuat menunjukkan dirinya untuk mencari tahu semuanya. Dia merasa kalau Nando masih berhubungan dengan Viona.
Baru kali ini jantungnya berdegup sangat kencang dan tangan nya gemetar hebat kala mengambil handphone Nando. Perlahan dia buka handphone itu satu persatu. Selama ini Nando selalu menghapus pesan chat percakapan dengan Viona dan menghapus jejak-jejak. Kali ini Nando sedang lupa menghapus pesan dan bukti Perselingkuhan dengan Viona.
Raisya tidak bisa membendung lagi perasaan lukanya. Air mata yang dia tahan sejak tadi akhirnya menetes juga. Ternyata apa yang dia takutkan terjadi juga. Nando benar-benar masih berhubungan dengan Viona. Bukan hanya sekedar teman biasa, tetapi ini hubungannya lebih. Ada bukti pesan chat Nando dan Viona yang berjanjian di sebuah hotel untuk check in malam tadi.
Ternyata Nando saat ini tertidur pulas karna baru pulang habis check in dengan Viona. Di handphone itu juga terdapat beberapa foto Nando sedang berciuman dan Selfi mesra. Selain itu ada juga beberapa video pada saat mereka berhubungan intim. Mulai mereka berciuman hingga melakukannya dengan durasi yang lumayan.
Keputusan dirinya sudah bulat dia akan menceraikan Nando. Air mata yang menetes di pipinya, dia bersihkan. Kini ada hanya rasa kebencian dan kemarahan. Dia langsung meminta tolong kepada pembantunya untuk membawa kedua anaknya. Saat itu Clarissa berusia empat tahun dan anak keduanya berusia satu tahun.
Setelah pembantunya pergi membawa anak-anaknya. Dia langsung mentransfer foto dan video nya ke handphone nya. Dan dia juga langsung menyimpan handphone nya di tempat yang aman. Rencana nya dia akan mengusir Nando dari rumah yang mereka tempati dan Raisya akan mengurus perceraiannya dengan Nando.
Tanpa menunggu sangat lama Raisya langsung membangunkan Nando yang masih tertidur pulas. Sepertinya semalaman suntuk Nando tidak tidur menghabiskan malam indah bersama Viona, hingga akhirnya sekarang dirinya mengantuk berat.
Raisya langsung mengguncang tubuh Nando agar Nando bangun. Nando tersentak kaget terbangun. Karna tidurnya terganggu, justru dia yang marah lebih dulu. Tidak terima dengan perlakuan Raisya.
" Apa sih...kasar banget banguninnya. " Ucap Nando.
__ADS_1
" Bangun Lo sekarang juga, pergi dari sini ! Sahut Raisya dengan emosi.
Mungkin karna Nando merasa kaget dan nyawa nya masih setengah sadar, justru Nando malah lebih kasar. Padahal selama ini setelah dia minta maaf karna dulu pernah berbuat kasar dengan Raisya, dia tidak pernah lagi melakukannya. Karna sangat menyesal berbuat itu dulu.
Dan hari ini terulang lagi. Emosinya meledak. Tidak terima di bangunin dengan kasar dengan Raisya. Atau mungkin ada sesuatu yang membuat dirinya kambuh.
" Bisa ga sih Lo ngomong baik-baik ? Kenapa Lo tiba-tiba kaya orang kesetanan gitu ? " Ujar Nando sedikit membentak Raisya.
Raisya menatap Nando dengan tatapan tajam. Kebenciannya semakin menjadi. Dia tidak terima di perlakukan Nando seperti ini.
" Dengar ya laki-laki baj*****, gw udah tau kelakuan Lo sekarang. " Ucap Raisya sambil melempar handphone Nando menunjukan bukti Perselingkuhan Nando dengan Viona.
" Lo jaga mulut Lo ! Lo jangan ikutin emosi Lo, ga kesian Lo sama anak-anak. Tega Lo ngelihat orang tua nya bertengkar dan berpisah ? Lo jangan ikutin ego Lo ! " Ucap Nando.
" Pinter banget Lo sekarang semuanya Lo balikin ke gw ! Bertahun-tahun Lo selingkuh sama ja**** mikir anak ga ? " Sahut Raisya geram.
" Gw masih punya otak ! Kalo gw ga mikir gw ga akan nafkahin Lo, gw ninggalin Lo ! " Ujar Nando.
Tanpa basa basi lagi, Raisya langsung mengambil koper dan memasukkan baju-baju Nando ke dalam koper. Nando yang melihat itu langsung berjalan ke arah Viona.
" Lo mau apa ? " Tanya Nando.
__ADS_1
" Gw ingin Lo cepet pergi dari sini sebelum anak-anak datang ! Kita ketemu di pengadilan, gw akan urus perceraian ! ".
" Gw ga akan pergi sampai kapan pun ! Dan jangan pernah mimpi. Karna sampai kapan pun gw ga akan ngelepas Lo ! " Ucap Nando.
" Lo gila ya...Harusnya Lo seneng sana bisa kumpul sama ja**** Lo ! Gw da cape sama permainan Lo berdua, lepasin gw ! Jangan libatkan gw lagi ! Gw mau hidup tenang ! " Ucap Raisya dengan emosi yang memuncak.
" Sampai kapan pun gw ga akan pernah ngelepas Lo ! " Ungkap Nando.
" Ok kalau gitu, gw yang akan pergi dari hidup Lo ! " Jawab Raisya sambil berjalan ke arah tempat koper dan lemari pakaian kemudian dia memasukkan ke dalam koper semua miliknya.
Nando menarik paksa Raisya. Menarik ke arah ranjang. Nando langsung mengukung Raisya dengan tubuhnya. Kemudian langsung menarik paksa pakaian Raisya. Nando seperti kehilangan kesadaran, Raisya melawan dan berteriak. Tapi tidak ada yang mendengarnya. Karna pembantu dan anak-anaknya belum sampai. Nando membungkam mulut mulut Raisya dengan tangannya. Nando terus melakukan apa yang dia inginkan. Raisya tidak bisa membendung perasaannya lagi. Hingga akhirnya air mata yang sejak tadi dia tahan, mengalir deras. Dia tidak menyangka laki-laki yang dulu begitu mencintai berubah menjadi sosok yang kasar dan kejam. Nando tidak peduli dengan Raisya yang saat ini sedang menangis, dia tetap melakukan aktivitas hingga akhirnya sampai lah pelepasan. Nando masih ada di atas tubuh Raisya dan enggan melepasnya.
" Dengar ya ! Sampai kapan pun aku ga akan melepas kamu ! Sampai kapan pun kamu adalah istriku ! Jangan pernah berpikir untuk pergi dari hidupku ! Sekali kamu melangkah, kamu tidak akan pernah lagi bertemu dengan anak-anak sampai kapan pun ! " Ucap Nando.
Raisya terus mendorong Nando sekuat tenaga. Sudah tidak ada rasa lagi bagi Raisya, justru saat itu dia merasa jijik karna harus berhubungan intim dengan Nando. Akhirnya Nando melepas Raisya, dia tidur di samping tubuh Raisya. Nando tetap menggenggam tangan Raisya.
" Asal kamu tahu, aku sayang banget sama kamu ! Aku ingin kamu selalu jadi milikku ! " Ucap Nando sambil mengelus wajah Raisya.
Raisya langsung menepisnya. Dan berusaha untuk bangkit. Dan tiba-tiba saja...
" Aaaaaaahhh...."
__ADS_1