Aku Dan Mantan Kekasih Suamiku

Aku Dan Mantan Kekasih Suamiku
Apa aku sudah menyayangimu


__ADS_3

Penyakit Paru Viona mendadak kambuh, kini dirinya terpaksa harus di rawat di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Viona merasakan sesak yang luar biasa, hingga dirinya sempat pingsan tak sadarkan diri.


Viona terpaksa harus di larikan ke rumah sakit swasta di daerah Bekasi. Kedua orang tua nya sangat panik melihat kondisi anaknya, untungnya saat itu kakaknya sedang ada di rumah orang tuanya. Sudah beberapa hari ini Viona menginap di rumah orang tua nya. Dan dalam beberapa hari ini Fikri ikut juga menginap di rumah orang tua Viona. Setelah pulang kerja dia langsung pulang ke rumah orang tua Viona.


Entah mengapa Viona tiba-tiba merasakan sangat sesak. Memang bukan hanya penyakit Paru yang di derita Viona, dia juga mempunyai masalah di jantungnya.


Saat ini Viona telah sadar dari pingsannya. Tapi dirinya kini masih menggunakan oksigen untuk membantu dirinya dalam pernafasan. Kondisinya masih sangat lemah. Fikri kini telah sampai di rumah sakit. Ibu Viona langsung menghubungi FIkri saat Viona pingsan.


Kondisi Viona kini sudah sedikit membaik. Fikri terus setia mendampingi Viona. Meskipun dirinya sibuk, dia rela meninggalkan pekerjaan nya demi istrinya. Fikri sangat menyayangi Viona.


Viona tersenyum manis, saat dirinya membuka mata Fikri sudah ada di sampingnya. Dia merasakan rasa sayang Fikri yang begitu besar padanya. Fikri dengan setia mendampingi Viona. Viona merasakan hal yang berbeda saat ini. Memang setelah hampir empat tahun menikah dirinya terus berusaha untuk menyayangi Fikri, namun dia belum bisa sepenuhnya menyayangi Fikri karna kini hatinya masih ada nama Nando.


Dengan telaten Fikri mengurus Viona. Fikri sudah mengambil cuti dari pekerjaannya selama tiga hari untuk mengurus istrinya.


Viona harusnya merasa bersyukur karna memiliki suami yang tetap baik pada dirinya meskipun dirinya belum bisa memberikan keturunan di pernikahannya. Meskipun sudah hampir empat tahun dirinya menikah, Fikri tidak pernah menuntut dirinya untuk segera memiliki anak.


Namun terkadang Ibu nya Fikri lah yang suka menyindir Viona yang terkadang ucapannya membuat Viona sakit hati. Orang tua Fikri mulai tidak menyukai Viona, karna Viona belum memberikan keturunan pada anaknya.

__ADS_1


Saat keheningan malam Viona terbangun dari tidurnya, malam itu sudah menunjukkan pukul 01.00 pagi. Fikri sudah tertidur lelap di sofa dekat ranjang Viona tidur. Viona terus memandang wajah Fikri dari ranjang dirinya tidur. Ada penyesalan di dirinya saat dirinya berselingkuh dari suaminya.


" Apakah aku sudah menyayangimu ? " Ucap Viona lirih dalam hati.


Tiba-tiba saja air mata Viona menetes ke pipinya. Dia merasakan sesak di dada nya, saat dirinya mengingat hubungan intimnya bersama Nando. Karna obsesi memiliki Nando membuat dirinya menjadi seperti ini.


" Kenapa aku seperti ini ? Terus mempertahankan hubungan yang tak mungkin bersama. Bahkan saat dirinya sakit, Nando tidak pernah ada untuk dirinya. Nando tidak pernah memperjuangkan dirinya. " Ujar Viona dalam hati.


Akhirnya Viona merasakan kantuk kembali, hingga dirinya kini tertidur pulas kembali. Fikri bangun dari tidurnya saat alarm di handphone nya berbunyi untuk mengingatkan dirinya untuk sholat shubuh. Fikri terbangun dan melihat Viona yang tertidur pulas.


Ibu nya Fikri yang mendengar Viona masuk ke rumah sakit bukan nya dirinya menengok justru dia malah tambah kecewa dengan Viona. Baginya Viona hanya membuat susah anaknya saja dia juga mencap Viona sebagai perempuan penyakitan. Dirinya merasa menyesal karna dulu telah menjodohi anaknya dengan Viona. Viona juga adalah seorang janda yang mendapatkan Fikri yang perjaka.


Bagaimanapun tetap Viona yang salah di mata ibunya. Dia tidak pernah mengetahui kekurangan anaknya. Saat berhubungan intim, Fikri tidak pernah bisa di ajak sharing. Fikri selalu bersikap egois. Dia selalu lebih dulu mencapai pelepasan dan tidak peduli dengan Viona. Mungkin ini juga yang membuat dirinya dan Viona belum memiliki anak.


Sebenarnya Viona pernah mengajak Fikri untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan. Tapi Fikri tidak mau. Karna dia selalu menganggap dirinya benar. Dan mau tak mau Viona mengurungkan niatnya untuk mengikuti apa yang Fikri inginkan.


Fikri kini sudah menenteng dua bungkus nasi uduk lengkap dengan gorengan. Dia menyuruh Viona untuk sarapan terlebih dahulu sebelum minum obat. Saat Fikri pergi membeli makanan, Viona terbangun dari tidur. Dia melihat sekeliling ruangan, tapi tidak menemukan keberadaan Fikri. Tetapi setelah beberapa menit kemudian, Fikri telah kembali.

__ADS_1


Fikri membantu Viona untuk memudahkan Viona makan. Fikri telah menyiapkan semua keperluan Viona makan. Fikri termasuk siaga yang mengurus istrinya. Biasanya banyak suami di luaran sana yang bersikap cuek terhadap istri, biasanya mereka hanya bersikap biasa bahkan terkadang mereka lebih banyak tertidur pulas sedangkan yang di rawatnya tidak bisa tertidur.


*******


Sudah tiga hari Fikri menemani Viona, dan hari ini dirinya harus masuk kerja. Karna kerjaannya sudah menumpuk. Meskipun dirinya sempat mengerjakan pekerjaannya di rumah sakit. Viona tidak keberatan Fikri harus pergi bekerja. Hari ini Viona akan di temani kakak nya di rumah sakit.


Fikri kini sudah sampai di kantornya, dia mulai mengerjakan satu persatu pekerjaannya. Sedangkan Viona baru beberapa menit Fikri pergi merasakan dirinya kangen dengan suaminya, biasanya hal ini tidak dia rasakan. Perlahan dia sedikit melupakan Nando. Karna Nando tetap saja seperti tidak mempedulikan dirinya. Nando hanya sekedar mengucapkan semoga lekas sembuh dan kata maaf belum bisa menengok.


Saat dirinya sendiri dan kakaknya belum sampai, dirinya sempat merenung semua kebaikan Fikri padanya. Mungkin sebaiknya dirinya fokus pada suaminya, karna bagaimanapun suaminya lah yang selalu ada untuknya. Memang terkadang dirinya suka merasa malas jika harus tinggal di rumah mertuanya saat dirinya di Bandung. Viona mulai merasa tidak nyaman dengan keadaan di rumah mertuanya.


Viona saat ini merasa sangat kecewa dengan Nando, setelah perjuangan dirinya yang luar biasa terhadap Nando tapi kini dirinya harus menerima semua perlakuan Nando. Dia selalu merasa cemburu dengan Raisya yang selalu di pilih oleh Nando. Dia merasa jika Nando selama ini hanya membohongi dirinya saja. Dulu Nando selalu mengharap iba dari Viona untuk tidak meninggalkannya. Dan kini justru Nando yang meninggalkannya.


Selama tiga hari Viona terus di temani oleh Fikri, kini dirinya sudah merasa sangat nyaman. Memang bukan hari ini saja dirinya merasakan hal seperti ini. Sudah dua hari dirinya masuk rumah sakit dan Fikri lah yang selalu hadir menemaninya. Namun berbeda untuk saat ini, sepertinya dia sudah sangat menyayangi Fikri. Setelah hampir empat tahun menikah, baru hari ini Viona merasakan seperti dirinya baru merasakan jatuh cinta.


Semoga Viona di bukakan hatinya untuk menyayangi Fikri seutuhnya dan bisa merelakan Nando bersama Raisya. Mungkin hal ini adalah yang terbaik.😄😁


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya...Beri dukungan terus untuk author...😘😍🤗😄

__ADS_1


__ADS_2