Aku Dan Mantan Kekasih Suamiku

Aku Dan Mantan Kekasih Suamiku
Keberangkatan Raihan


__ADS_3

Raihan akan berangkat ke Inggris lusa. Dia sudah memberitahukan hal ini kepada Raisya. Raihan akan menemui orang tua Raisya hari ini untuk berpamitan. Keluarga Raisya sudah sangat dekat dengan Raihan, mereka sudah menganggap Raihan seperti anaknya.


Raihan memilih berkunjung ke rumah Raisya pada sore hari dengan tujuan untuk bertemu dengan papa dan kakak Raisya. Menunggu mereka pulang kerja. Raihan datang dengan membawa 2 buah loyang pizza saat berkunjung ke rumah Raisya.


Kedatangan Raihan di terima dengan baik. Saat bertemu keluarga Raisya, Raihan mengungkapkan lusa akan berangkat kuliah ke Inggris. Dia akan kuliah selama kurang lebih 5 tahun dan akan meninggalkan Raisya.


Keluarga Raisya mengerti keputusan Raihan berkuliah di sana, semua itu karna demi masa depan Raihan nanti. Masalah jodoh allah yang sudah mengatur. Orang tua Raisya tidak akan mengikat Raihan harus menikah dengan anaknya. Biar waktu yang menjawab semua nya.


Raisya berusaha menutupi kesedihannya di depan mereka. Dia berusaha kuat. Hubungan mereka masih sangat dini untuk melangkah serius. Mereka hanya baru lulus smu. Perjalanan mereka masih sangat panjang.


Setelah berpamitan kepada orang tua Raisya, Raihan berlanjut mengobrol berdua dengan Raisya di teras depan rumahnya.


" Lusa kamu berangkat jam berapa?" tanya Raisya.


" Aku take off pesawat jam 9.30. Dari rumah aku akan berangkat jam 5.30. Kamu mau antar aku sampai Bandara? Nanti kita ketemu di damri aja. " ucap Raihan.


" Memang papi mami kamu ga antar kamu berangkat? " sahut Raisya.


" Ga...mereka sibuk. Lagi pula aku kan da besar. " jawab Raihan menghibur dirinya.


" Kasihan Raihan... anaknya mau berangkat, orang tua nya ga peduli gitu. " ucap Raisya dalam hati.


" Baik... aku yang antar kamu. Nanti aku minta antar papa, kita ketemu di sana. " Ucap Raisya.


" Lusa aku akan berangkat. Aku mohon tolong jaga diri kamu ya ! Jaga cinta kita ! Meskipun kita jauh, jangan pernah lupakan aku ! " sahut Raihan.

__ADS_1


Raihan beberapa kali mengucap kata-kata seperti itu terus dari kemarin saat bersama. Dia sebenarnya belum bisa melepas Raisya. Berat rasa hati nya untuk berpisah dari nya. Ingin rasanya Raihan memeluk Raisya.


Jam menunjukkan sudah hampir magrib. Raihan berpamitan untuk pulang kepada Raisya dan keluarganya.


*******


Raihan telah sampai di rumah dan menunggu kedua orang tua nya pulang. Dia ingin berpamitan kepadanya.


Mami pulang lebih awal dari papi. Dia sudah belanja cemilan, mie instant buat Raihan di sana. Dia juga meminta Bi Inah untuk membuat rendang untuk Raihan bawa ke sana.


Raihan tidur-tiduran di kamar mami, dia bermanja-manja dengan mami nya. Mami tidak dapat menahan sedihnya, dia memeluk Raihan untuk melepas kepergiannya. Karna kecapean, Raihan dan mami akhirnya tertidur berdua.


Papi pulang dan masuk ke dalam kamarnya. Dia melihat Raihan yang tidur di kamar mami. Papi menghampiri wajah Raihan. Dia Mencium anak semata wayangnya. Papi pun merasa berat melepas anak satu-satunya, tetapi dia harus kuat demi kebaikan Raihan nanti.


*****


Raihan mencium tangan dan memeluk kedua orang tua nya. Dia harus kuat demi semuanya. Kemudian Raihan dan Raisya masuk ke dalam bis damri. Orang tua Raihan pergi setelah bis damri anaknya jalan.


Raisya terus memeluk tubuh Raihan menaruh kepalanya di dada Raihan. Sepanjang perjalanan tidak dia lepas. Raihan merasakan kasih sayang Raisya yang sangat dalam terhadapnya.


Mereka sempat tertidur di dalam bis karna merasa masih mengantuk. Setelah masuk ke dalam bandara mereka terbangun, karna bis yang mereka tumpangi menuju terminal yang mereka akan tuju.


Setelah sampai di terminal penurunan, mereka turun. Raihan meninggalkan Raisya untuk mengurus kelengkapan sebelum keberangkatan. Raisya memilih mencari tempat duduk. Dari jauh Maura sudah teriak memanggil nama Raihan sambil berlari menghampiri Raihan. Maura di antar dengan orang tua nya. Raisya terkaget melihat pemandangan itu, sedangkan Maura tidak mengetahui kalau Raisya ikut mengantarkan Raihan.


Raihan berbincang sebentar bersama orang tua Maura dan Maura. Dari jauh Raisya merasa cemburu melihat Maura yang menarik-narik tangan Raihan dengan manja. Raihan tersadar bahwa ada Raisya di sana. Dia berpamitan untuk menemui Raisya.

__ADS_1


Maura langsung memasang wajah cemberut menoleh ke arah Raisya. Maura dan orang tua nya mengikuti langkah Raihan. Raisya menghormati orang yang lebih tua, di bersalaman dengan orang tua Maura. Meskipun dia kecewa, dia tetap sabar.


Raihan memilih mengobrol dengan Raisya sambil menunggu saatnya bording pass. Dia tidak menghiraukan Maura dan orang tua nya. Mereka berdua tetap bermanja-manja. Maura sangat kesal melihat mereka berdua, akhirnya dia menghampiri mereka berdua.


" Owh kamu ikut nganterin Raihan juga ? Kasihan ya kamu mau di tinggal Raihan bertahun-tahun. Kita lihat nanti Raihan bisa bertahan sama kamu apa ga ? " ucap Maura sinis.


"Jaga ucapan lo ya Ra.. Ini bukan urusan lo. " sahut Raihan marah.


Maura diam dan meninggalkan mereka dengan kesal.


Akhirnya ada pengumuman bahwa penumpang tujuan Inggris harus melakukan bording pass untuk naik pesawat.


Raihan dan Raisya bangkit dari tempat duduknya. Raihan menggenggam tangan Raisya, kemudian dia mencium kening dan pipi Raisya. Dia juga memeluknya Raisya erat.


" Jaga diri kamu ya sayang...! Aku akan selalu menyayangi mu. Aku akan kembali. Tunggu aku ! " ucap Raihan.


Raisya menganggukan kepala nya. Air mata nya mengalir deras. Raihan menghapus air mata Raisya yang menetes di wajahnya. Dia mencium tangan Raisya memberi salam perpisahan dan saat sudah di dalam dia melambaikan tangannya. Raihan dan Maura berjalan berdampingan masuk ke dalam. Hati Raisya seperti di iris-iris. Dia merasa takut kalau suatu saat Raihan akan tergoda dengan Maura. Karena mereka akan selalu bersama di sana. Mami Maura merasa bahagia melihat Raisya menangis memandang Raihan dan Maura.


" Lebih baik kamu lupakan Raihan. Cepat atau lambat kalian akan berpisah. Setelah lulus kuliah nanti, mereka akan menikah. " ucap mami Maura.


Raisya tidak menanggapi ucapan mami Maura. Meskipun hati nya sangat luka mendengar ucapan itu. Dia tetap berusaha untuk memberi kepercayaan terhadap Raihan. Raisya tidak menanggapi ucapan mami Maura, dia memilih berpamitan pulang ke orang tua Maura. Dia tetap sopan menghargai orang yang lebih tua, mencium tangan kedua orang tua Maura. Setelah itu dia berjalan memesan bis damri untuk pulang.


Sambil menunggu bis datang, dia membeli minuman dan mencari tempat duduk untuk menenangkan dirinya. Baru saja di tinggal sebentar oleh Raihan, dia sudah merasa hampa. Karna Raihan selalu menemani hari-hari nya dan kini tidak akan ada lagi dirinya selama lima tahun lamanya. Dia akan menjalani kehidupan baru tanpa sosok seorang Raihan.


" Aku ga boleh lemah ! Aku harus kuat melanjutkan hidupku ! Sebentar lagi aku juga akan kuliah pasti aku akan sibuk dan aku akan terbiasa dengan kehidupan baru. Semangat Raisya ! Kamu pasti bisa Raisya ! " ucap Raisya dalam hati menguatkan diri sendiri.

__ADS_1


__ADS_2