Aku Dan Mantan Kekasih Suamiku

Aku Dan Mantan Kekasih Suamiku
Cemburu


__ADS_3

Raihan telah kembali ke Indonesia tetapi sampai hari ini mereka belum saling bertemu dan hanya lewat panggilan video call untuk melepas rindu. Raihan telah menyiapkan oleh-oleh untuk Raisya yang dia beli di Inggris. Tetapi besoknya setelah pulang dari Inggris badannya merasa panas dan harus beristirahat. Akhirnya Raisya mengerti akan hal itu.


Sudah 3 hari lamanya Raihan sakit di rumah nya, tetapi belum juga turun panasnya. Hari ini mami tidak masuk kerja karna dia merasa khawatir dengan anak semata wayang nya. Dia berniat untuk membawa Raihan ke rumah sakit.


Setelah sampai di rumah sakit, Raihan langsung di tanganin oleh pihak rumah sakit. Raihan melakukan konsul ke dokter dan melakukan pengecekan darah. Melihat kondisi Raihan, pihak dokter menyarankan agar Raihan di rawat di rumah sakit untuk menjalani pengecekan lebih lengkap.


Akhirnya mami menyetujui nya. Oleh perawat, Raihan langsung di bawa ke Igd. Mami langsung mendaftarkan administrasi rawat inap untuk mendapatkan ruangan inap. Tak lupa mami juga memberi kabar kepada bi Inah untuk menyiapkan semua keperluan mami dan Raihan selama di rumah sakit. Selain itu mami juga menghubungi papi untuk memberi kabar bahwa Raihan harus di rawat di rumah sakit untuk beberapa hari.


Meskipun kedua orang tua raihan sibuk, mereka selalu memberikan perhatian kepada Raihan. Terlebih lagi Raihan adalah anak satu-satunya sehingga perhatiannya semua tertuju pada Raihan.


Raihan memberi kabar ke Raisya bahwa dirinya harus di rawat di rumah sakit. Raihan telah mendapatkan ruang inap, sekarang dia akan di pindahkan ke ruang perawatan.


Raisya ingin menengok Raihan ke rumah sakit, tetapi Raihan melarangnya untuk menengok hari ini juga. Dia memberi saran kepada Raisya agar dia menengoknya nanti saja kalau Raihan sudah merasa lebih sehat, karna dia tidak mau Raisya tertular.


Sudah 2 hari lamanya Raihan di rawat di rumah sakit, kondisi Raihan sudah cukup membaik. Mami selalu setia menjaga anaknya bahkan papi pun semalam ikut bermalam di rumah sakit.


Hari ini Raisya berencana ingin menengok Raihan ke rumah sakit. Dia meminta Rani untuk menemaninya. Sebelum ke rumah sakit, Raisya terlebih dahulu pergi ke toko buah untuk membelikan Raihan buah jeruk dan apel.


Hari ini juga Maura sudah berencana akan menengok Raihan beserta keluarga nya. Papi Maura mendapat info dari papi Raihan kalau Raihan sekarang sedang di rawat di rumah sakit, karna hubungan mereka sangat dekat.


Maura datang lebih dulu di rumah sakit. Dia langsung bermanja-manja dengan Raihan. Sikap Raihan kepada nya hanya sebatas menghargai saja kedua orang tua mereka. Raihan tidak mengetahui kalau Raisya hari ini akan menengoknya. Raisya sengaja tidak memberi tahu kepada Raihan, karna dia ingin memberikan Raihan kejutan.


Raisya pergi ke rumah sakit di boncengin sepeda motor oleh Rani. Rani menjemput Raisya di rumahnya. Mereka sudah selesai dengan urusan sekolah smu nya, dan sekarang hanya menunggu waktu untuk mulai kuliah. Rani dan Raisya mengambil jurusan kuliah yang sama yaitu jurusan akuntansi.


Setelah sampai di rumah sakit mereka berjalan mencari ruangan tempat Raihan menginap. Akhirnya mereka telah sampai tepat di depan kamar Raihan yaitu kamar 331. Kemudian Raisya mengetok pintu kamar dan langsung membuka pintu.


Raisya sangat terkejut saat itu, dia melihat Maura duduk di samping Raihan di atas ranjang. Raisya sangat cemburu melihatnya, rasanya dia ingin langsung pergi dari tempat itu. Tetapi dia mengurungkan niatnya, karna dia sudah terlanjur masuk ke dalam dan semua orang sudah melihat ke arah dirinya. Dia terus menahan rasa cemburunya untuk bisa bersikap biasa.


" Assallammualaikum... " ucap Raisya sambil menghampiri mereka semua di sana dan mencium kedua tangan orang tua Raihan dan Maura. Kemudian dia meletakkan buah yang dia bawa di meja dekat ranjang Raihan.


Raihan sangat senang Raisya menengoknya. Dia memanggil Raisya untuk mendekati ranjangnya. Semua yang di sana pandangannya mengarah ke arah Raisya dan Raihan.

__ADS_1


Maura merasa kesal melihat hal itu dia langsung berbuat manja mencari perhatian ke Raihan, tetapi Raihan tidak mempedulikannya. Dia hanya fokus sama Raisya.


Mami Maura melihat perlakuan Raihan ke anaknya dia merasa tidak terima, dan dia langsung membuka omongan ke Raihan. Dia ingin melihat reaksi Raisya.


" Raihan kamu harus jaga kondisi ya... sebentar lagi kamu kan akan berangkat kuliah di Inggris. Kami juga sudah sepakat agar kamu berdua nanti kamarnya bersebelahan di sana, Jadi nanti kalian bisa saling jaga. " sahut Mami Maura.


Raisya membulatkan matanya merasa kaget mendengar ucapan mami Maura. Raihan merasa geram mendengar ucapan itu. Sedangkan Maura justru tersenyum bahagia ke arah Raisya. Raisya mencoba untuk bersikap biasa saja.


Raihan tidak menjawab ucapan itu, dia hanya memandang sinis ke arah mami Maura. Raisya tidak begitu lama di sana, karna bagi dia yang terpenting dia sudah melihat keadaan Raihan. Dia berpamitan pulang. Raihan merasa tidak enak dengan Raisya dan dia berniat untuk menjelaskan semuanya kepada Raisya nanti.


Awalnya Raihan ingin menutupi hal ini ke Raisya. Karna dia yakin Raisya pasti kecewa. Setelah berpamitan kemudian Raisya keluar untuk pulang. Setelah Raisya pulang, Raihan masih diam membisu tidak mempedulikan Maura dan orang tuanya dia lebih memilih mengambil handphone nya dan mengirimkan pesan chat ke Raisya.


" Yank aku mohon kamu jangan marah ya sama aku. Aku akan coba jelasin semuanya nanti setelah aku sembuh. Aku sayang banget sama kamu... " ucap Raihan.


Setelah sampai di rumah Raisya membuka handphonenya dan melihat ada chat dari Raihan. Dia hanya sekedar membaca tetapi tidak membalasnya. Raisya akan menunggu penjelasan Raihan langsung nanti. Jujur dia sangat merasa kesal dan sedih. Tetapi dia harus sadar kalau hubungan orang tua Raihan dan Maura sangat dekat. Jadi, jika suatu saat Raihan harus menikah dengan Maura dia harus siap terima.


Di rumah sakit Raihan sangat gelisah. Setelah selesai mengobrol, Maura dan orang tua nya berpamitan pulang. Raihan masih bersikap dingin, dia hanya sekedar menanggapi datar.


" Aku ga suka dengan tingkah Maura pi... Aku kesel juga kenapa tadi mami nya Maura bicara itu di depan Raisya. " jawab Raihan ketus.


" Kamu harus mulai buka hati kamu untuk Maura. Lupakan Raisya dia ga sebanding sama kita. " sahut papi tegas.


" Ga akan pernah sampai kapanpun. Karna Raisya orang sederhana papi begini? " sahut Raihan.


Mami yang melihat perseteruan anak dan suaminya, dia langsung memisahkan perseteruan itu. Akhirnya mereka berdua berhenti. Raihan sangat kecewa dengan sikap papi nya yang otoriter. Semua keinginan papi sejak dulu harus selalu di ikuti. Papi selalu mengatur kehidupan Raihan.


Raihan mencoba menghubungi Raisya berkali-kali tetapi Raisya tidak meresponnya. Papi memilih untuk pulang dari rumah sakit. Sekarang Raihan hanya berdua sama mami di rumah sakit.


" Mi, aku kapan bisa pulang sih?" tanya Raihan.


Raihan nengok ke arah mami yang sedang di santai di sofa bermain handphone. Mami langsung menengok ke arah Raihan mendengar anaknya berbicara.

__ADS_1


" Coba besok pas ada dokter kita tanyakan ya. Kamu sekarang harus banyak istirahat biar cepat sehat. " ucap Mami.


Raihan mengela nafasnya dan akhirnya dia memutuskan kembali mengirim pesan chat ke Raisya. Akhirnya Raisya membalas chat Raihan.


" Maaf baru bales. Aku tau kamu sayang sama aku tetapi hubungan kita ini masih sangat jauh. Kita selesaikan dulu aja kuliah kita. Kalau kita berjodoh kita bisa kembali lagi. Jaga kesehatan, semoga lekas sembuh. " jawab Raisya.


Setelah membaca pesan chat dari Raisya, dia langsung menghubungi Raisya.


Raisya mencoba menguatkan hati nya. Dan dia mengangkat panggilan telepon dari Raihan.


" Assallammualaikum,Yank..aku mohon kamu jangat buat keputusan sepihak gini. Aku sayang sama kamu. Please yank !" ucap Raihan.


" Walaikumsallam. Ya udah sekarang kita jalanin aja dulu ya biar waktu yang nanti menjawab semuanya. " jawab Raisya.


" Aku ga bisa yank...Pokoknya Aku ga mau kamu tinggalin aku." sahut Raihan.


Akhirnya Raisya mencoba mengalah. Dia mengikuti kemauan Raihan. Mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan hal ini. Biar Raihan sembuh dulu. Raisya mencari alasan untuk mengakhiri obrolan lebih dulu.


" Kamu kenapa Han..? " tanya Mami.


" Raisya mau putusin aku mi. Tapi aku ga mau. Aku ga mau kehilangan Raisya mi... " jawab Raihan sedih.


Mami sedih melihat keadaan Raihan. Dia juga merasa kesal dengan sikap papi dan orang tua Maura. Sebagai ibu dia sangat tahu perasaan anaknya. Makanya dia ga mau ikutan memaksa Raihan untuk menerima Maura. Biar berjalan seperti air. Maura dan Raihan akan kuliah bareng di sana dan pasti lama - lama mereka akan saling suka. Mami hanya bisa menasehati anaknya untuk sabar.


Mami sebenarnya bersifat netral. Bahkan dia lebih suka dengan Raisya di banding Maura. Tetapi dia juga sangat kenal sifat papi yang keras. Mami selalu berdoa agar anaknya selalu mendapatkan yang terbaik di hidupnya.


Author mengucapkan " Minal aidzin walfaizin " Mohon maaf lahir batin untuk semuanya ya..


Mohon maaf baru sempat up lagi setelah beberapa hari. Karna kesibukan yang sangat padat. Alhamdulillah hari ini di sempatkan untuk menulis.


Tinggalin jejak kalian ya..

__ADS_1


Aku butuh like dan vote kalian ya... Terima kasih😊☺


__ADS_2