Aku Dan Mantan Kekasih Suamiku

Aku Dan Mantan Kekasih Suamiku
Makan malam ataukah kencan


__ADS_3

Hati Raisya merasa berbunga-bunga kala mengingat Raihan menatap wajahnya. Dia sangat yakin Raihan masih memiliki rasa. Lalu bagaimana dengan perasaan Raisya sekarang. Pasti saja dirinya merasa bahagia. Dalam sekejap dia melupakan kecewanya dulu pada Raihan, melupakan Raihan yang telah memiliki istri dan anak, dan melupakan dirinya yang telah memiliki suami dan juga anak.


Kini Raisya telah sampai di kamar hotelnya, dia memilih untuk merebahkan diri dulu sebentar sebelum dirinya bersiap-siap untuk bertemu Raihan. Kemudian dia mengambil handphone nya yang dia taro di atas meja samping ranjang dia tiduri, lalu membukanya. Ternyata banyak pesan yang masuk di handphonenya, dari suaminya Nando, mama nya, dan juga Raihan.


Orang pertama yang dia hubungi adalah mama nya, dia jadi teringat dengan Clarissa. Dia merasa kangen dengan anaknya meskipun baru sebentar tidak bertemu, karena seharian ini dia belum menghubungi mama nya untuk bicara dengan anaknya. Dia senang bisa melihat wajah anaknya di video call, Clarissa adalah penyemangat dirinya untuk bertahan dengan Nando. Setelah menghubungi anaknya, dia langsung membalas pesan suaminya. Meminta maaf kalau dia sibuk banget hari ini sehingga baru sempat membalas. Dan untuk pesan Raihan dia tidak membalasnya, karena Raihan tadi hanya mengirim pesan untuk menanyakan kapan Raisya pulang dari kantor. Dia mengurungkan niat untuk membalasnya, karena pesan itu harusnya dia jawab tadi.


Dan saat ingin memejamkan mata sebentar, dia jadi teringat sosok temannya yaitu Rani. Raisya langsung menghubungi Rani, menceritakan pertemuan dirinya dengan Raihan. Mereka mengobrol sangat seru, tertawa seperti tidak ada beban. Rani adalah teman dekat Raisya sejak SMA hingga sekarang. Raisya memutuskan panggilan telpon dengan Rani, karena Nando menghubungi dirinya.


" Assalamualaikum. Lagi apa yank ? " Ucap Nando.


" Walaikumsallam. Baru sampe hotel, lagi tiduran aja. " Jawab Raisya.


" Kamu sendiri di sana ? Ya udah hati-hati ya...Aku kangen banget sama kamu, baru sebentar aja ga ada kamu udah ngerasa kehilangan banget aku. " Ungkap Nando.


" Iya...Ya udah ya aku mandi dulu, lengket banget. " Ucap Raisya.


Akhirnya mereka menyudahi obrolannya. Karena Raisya memang benar ingin mandi karena dia teringat bahwa dirinya sudah janjian sama Raihan jam 18.30 di Lobby dan sekarang jam menunjukkan sudah jam 18.20. Raihan sudah menunggu Raisya di bawah, dan dia juga sudah menginformasikan kepada Raisya bahwa dirinya sudah menunggu.


Setelah mandi dan siap, Raisya langsung turun ke bawah dengan naik lift. Dia mencari keberadaan Raihan, dan akhirnya mereka bertemu. Raihan dan Raisya sama-sama saling terpesona satu sama lain melihat penampilan keduanya, Tak dapat di pungkiri saat ini mereka seperti anak ABG yang sedang jatuh cinta.


Setelah saling menatap, akhirnya Raisya terlebih dahulu yang menyadarkan lamunan mereka. Kemudian akhirnya mereka pergi berjalan-jalan di kota Surabaya. Raihan menawarkan aneka macam kuliner di Surabaya. Karena Raihan memang sudah sering bolak balik ke kota ini , sedangkan Raisya baru kali ini dirinya menginjakan kaki di kota Surabaya.

__ADS_1


Akhirnya mereka sepakat untuk makan di Alun-alun kota Surabaya. Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, akhirnya mereka sampai di tempat makan yang cukup nyaman untuk mengobrol. Raihan menawarkan semua jajanan di sana, dan akhirnya mereka sepakat untuk makan soto ayam Suroboyo. Raihan memesan dua buah soto ayam lengkap, setelah itu dia duduk mengikuti di tempat Raisya duduk. Karena Raihan melakukan hal seperti biasa saat mereka pacaran dulu, Raisya merasa tidak enak. Dari dulu Raihan selalu memilih untuk yang memesan dan Raisya yang di suruh untuk duduk mencari tempat duduk. Raisya selalu merasa kagum dengan Raihan, meskipun Raihan dari keluarga orang ada tapi dirinya tidak pernah sombong. Seperti saat ini, dia mau di ajak makan di pinggir jln mengikuti kemauan Raisya.


" Makasih ya...Kamu selalu melakukan hal ini dari dulu ke aku. Kamu ga pernah berubah, selalu saja memilih kamu yang memesan dan aku mencari tempat duduk. " Ucap Raisya memulai pembicaraan.


" Owh...Karena aku ga mau melihat wanitaku melakukan hal ini. " Sahut Raihan sambil tersenyum.


" Wanitaku ? Ingat aku ini teman kamu. " Ujar Raisya sambil tertawa kecil. Dan akhirnya membuat Raihan ikut menyengir sambil menggaruk-garukan kepalanya yang tidak merasa gatal.


" It's ok. " Jawab Raisya singkat.


Akhirnya percakapan mereka terhenti, karna makanan yang mereka pesan sudah datang. Dan setelah itu mereka melanjutkan obrolannya kembali sambil menikmati makanan. Dan saat itu tiba-tiba saja suara handphone mereka berdua sama-sama berbunyi. Mereka berhenti makan, dan langsung melihat siapa yang melakukan panggilan. Dan sangat kompak sekali akhirnya mereka berdua mengabaikannya karna dengan alasan keduanya sedang makan. Ada perasaan cemburu di antar mereka karna mengetahui pasangan mereka masing-masing yang menghubunginya. Ternyata kedua pasangan mereka sama-sama tak berhenti menelpon, akhirnya mereka memilih untuk mengangkat.


" Sa...maafin aku ya atas kesalahan yang aku perbuat dulu sama kamu. Aku yakin kamu sangat terluka saat itu kepada ku. Aku terpaksa melakukan hal itu. Meskipun aku....." Ucap Raihan dan akhirnya terhenti untuk memilih tidak melanjutkan.


" Ya Han aku ngerti dan aku sudah memaafkan kamu dari dulu...Memang sih dulu aku sempat berat menerima semuanya. Tapi ya udahlah, mau apa lagi kalau kita memang tidak berjodoh. Allah kan sudah mengatur semuanya yang terbaik untuk diri kita. " Jawab Raisya.


" Tapi kamu bahagia sama pernikahan kamu ? Kamu mencintai suami kamu ? " Tanya Raihan yang membuat Raisya terdiam kaku mendengar ucapan Raihan.


Jantung Raihan merasa deg degan, dia mencoba mengatur nafasnya dan baru bisa mengungkapkan.


" Bahagia atau tidak bahagia, itu sudah menjadi pilihan aku. " Ucap Raisya.

__ADS_1


Raihan melihat wajah Raisya yang menjadi sendu, hal ini yang membuat Raihan menganggap bahwa Raisya tidak bahagia menjalani pernikahannya.


" Andai aja dulu papi merestui kita, pasti kita udah bahagia banget Sa..." Ucap Raihan sambil memandang ke arah Raisya.


" Jangan sesali yang sudah jalannya seperti itu. " Jawab Raisya mencoba bersikap datar.


Raisya menyadari betul, bahwa memang ini yang terbaik untuk mereka berdua. Dirinya sangat sadar karna semua tidak mungkin bersama. Karena kini mereka sudah menikah dan memiliki anak. Tiba-tiba saja Raihan memegang tangan Raisya erat. Raisya terkaget melihat Raihan menggenggam tangannya, dan akhirnya dirinya memilih berusaha untuk melepaskan secepatnya.


" Please sebentar aja Sa...Aku ingin menikmati kebersamaan kit. " Ucap Raihan memelas.


" Han kita ga boleh seperti ini. Ingat masing-masing kita sudah memiliki pasangan dan juga anak. Kita ga boleh terlena seperti ini. " Sahut Raisya sambil melepaskan genggaman tangan Raisya.


Sebenarnya Raisya sudah mengajak Raihan untuk pulang, tetapi Raihan belum mau pulang. Meminta waktu sebentar lagi. Akhirnya mereka melanjutkan untuk mengobrol. Mereka kini sekarang sedang mengobrol tentang keberadaan mereka di sini dan obrolan lainnya yang Raihan ingin ketahui dari sosok Raisya. Raihan selalu menampilkan wajah bahagia, saat melihat senyum manis Raisya yang selalu membuat candu untuk dirinya.


Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang, dan memilih untuk melanjutkan besok mengobrolnya. Karena mereka masih ada waktu untuk beberapa hari ke depannya. Raisya tidak menaruh curiga, mengapa Raihan masih ada di Surabaya belum pulang.


Mereka telah sampai di hotel, mereka berpamitan untuk kembali ke kamar mereka masing-masing. Setelah masuk kamar hotel, mereka langsung memilih untuk menghempaskan tubuhnya ke ranjang dan saling membayangkan wajah pasangannya masing-masing. Hingga akhirnya mereka tertidur pulas, masih memakai pakaian yang tadi mereka pakai belum berganti. Bahkan mereka tidak menghubungi pasangan mereka masing-masing. Mereka sudah berada di alam mimpi, mereka merasa sangat bahagia hingga tertidur sampai pagi. Mereka seperti anak muda yang sangat menikmati moment kebersamaannya. Bagi mereka ini seperti kencan bukan sekedar makan malam.


Akankah mereka bertahan dengan pasangannya masing-masing???


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian untuk mendukung karyaku...terima kasih..

__ADS_1


__ADS_2