Aku Dan Mantan Kekasih Suamiku

Aku Dan Mantan Kekasih Suamiku
Kangen


__ADS_3

Raisya telah pergi ke Surabaya, sayang sekali Nando hanya bisa mengantarkan Raisya sampai menaiki bis DAMRI. Karna Nando tidak bisa izin di tempat bekerjanya. Sebenarnya dia ingin sekali menemani Raisya sampai akhirnya Raisya meninggalkan Jakarta.


Setelah menempuh perjalanan hampir 1,5 jam di atas awan, akhirnya Raisya sampai di kota Surabaya. Raisya di jemput oleh supir kantor di cabang Surabaya. Entah mengapa Raisya yang di tunjuk untuk menyelesaikan pekerjaan ini, padahal dirinya juga sebenarnya hanya kerja di kantor cabang Bekasi bukan bekerja di kantor pusat yang ada di Jakarta.


Rencananya Raisya harus langsung ke kantor hari ini juga agar pekerjaan di sana cepat selesai, tetapi sebelumnya dia harus mampir ke hotel tempat dia menginap dulu untuk menyimpan barang-barang yang dia bawa terlebih dahulu. Baru setelah itu ke kantor cabang. Dia berjalan tergesa-gesa untuk cepat masuk ke kamar hotel, dan akhirnya....


Brug...


Raisya merutuki dalam hatinya kenapa dia begitu ceroboh sampe harus menabrak orang, akhirnya dia langsung mengucapkan mohon maaf yang saat itu berbarengan dengan laki-laki yang bertabrakan dengan dia.


" Ups maaf ! " Ucap Raisya sambil menoleh ke arah orang tersebut.


Mereka berdua sama-sama terkejut saling memandang kaget. Alangkah terkejutnya setelah bertahun-tahun tidak pernah bertemu, dan akhirnya saat ini mereka di pertemukan kembali. Laki-laki itu adalah Raihan Wibowo, mantan kekasih Raisya dulu. Tepatnya adalah pacar pertama Raisya waktu SMA.

__ADS_1


" Raisya....Kamu di sini sedang apa ? Apa kabar ? " Ucap Raihan sambil memandang Raisya penuh arti.


" Aku ada tugas kantor untuk membantu menyelesaikan pekerjaan di sini. Kabar aku baik. Maaf aku buru-buru. Aku minta maaf sekali lagi. Aku permisi ya. " Ujar Raisya bersikap biasa.


Raisya meninggalkan Raihan yang masih terbengong melihat dirinya. Entah apa yang di pikirannya, Raisya tidak mau berpikir macam-macam. Sebenarnya dirinya ingin mengobrol lebih lama, menanyakan ke Raihan mengapa dirinya ada di sini. Tapi dia merasakan seperti syok bertemu dengan Raihan kembali setelah beberapa tahun tidak bertemu, ada perasaan kikuk saat bertemu. Oleh karena itu, dia memilih untuk cepat meninggalkannya tanpa banyak bicara. Mengingat dirinya juga harus segera ke kantor. Raihan terus memandang Raisya tidak henti sampai Raisya sudah tidak terlihat. Menurut Raihan, Raisya tidak pernah berubah meskipun dirinya telah menikah dan memiliki anak. Tetap cantik dan tubuhnya tetap bagus bahkan kini lebih berisi dan sexy. Terakhir bertemu dirinya dengan Raisya, yaitu saat dirinya menghadiri acara pernikahan Raisya. Selama ini Raihan hanya melihat kehidupan Raisya dari Facebook. Dia sudah mengetahui Raisya telah memiliki satu orang anak dari pernikahannya.


Raihan senang bisa bertemu dengan seseorang yang sejak dulu dia cintai hingga sekarang. Dia menampilkan wajah bahagianya, tersenyum bahagia. Dia sangat yakin Raisya saat ini akan menginap di hotel ini, dan dia berniat untuk menunggu Raisya di Lobby. Dia ingin meminta nomor telpon Raisya dan ingin mengajak Raisya mengobrol nanti malam sambil makan malam. Raihan juga menginap di hotel yang sama dengan Raisya. Saat ini dia sedang audit kantor cabang perusahaan papi nya. Memang seharusnya hari ini dia harusnya pulang, karena pekerjaannya di sini telah selesai. Dia sudah menginap di Surabaya selama tiga hari. Raihan tidak pernah berkomunikasi lagi sama Raisya sejak dirinya mengakhiri hubungan dengan Raisya, karena Raisya telah mengganti nomor handphonenya setelah putus dari Raihan.


" Duh...kenapa sih ni jantung ga bisa di ajak kompromi. Untung aja tadi cuma ngobrol sebentar, kalau ga bisa copot ni jantung. Padahal ketemunya sama Raihan, gimana kalau ketemu sama Tyar. Huhf...Andai aja ke kantor besok, bisa langsung tiduran ni. " Ucap Raisya dalam hati.


Tidak dalam waktu lama setelah menaruh barang-barangnya, Raisya memilih untuk segera berangkat ke Kantor. Karena waktu sudah cukup siang. Raisya berjalan turun menaiki lift. Dan saat dia keluar Lift, Nando menghubungi dirinya menanyakan apakah dirinya telah sampai di Surabaya. Tiba-tiba langkah Raisya terhenti mendengar ada seseorang yang memanggil namanya. Saat dirinya menoleh ke sumber suara, ternyata yang memanggil dirinya adalah Raihan. Raisya terbengong melihat Raihan yang berjalan menuju dirinya. Raihan tidak pernah berubah, justru semenjak menikah dan memiliki anak dia menjadi tambah berkarisma. Raisya sering melihat wajah Raihan di Facebook miliknya, dia sangat kagum dengan sosok Raihan meskipun dirinya masih merasakan sakit hati.


" Halo...halo..halo... Yank. " Teriak Nando di panggilan telpon.

__ADS_1


Raisya yang mendengar teriakan Nando di telpon yang memanggil namanya, langsung memilih untuk mengakhiri panggilan. Entah mengapa Raihan merasa cemburu melihat Raisya yang berbicara sangat lembut mengakhiri telpon dari suaminya. Sedangkan Nando merasa ada sesuatu, karena dia sempat mendengar ada laki-laki yang memanggil nama istrinya dan menyapa istrinya. Dia berjanji dalam hatinya, sampai kapanpun dirinya tidak akan melepas istrinya. Meskipun dulu dia pernah berkhianat, tetapi dirinya tidak akan mau jika di khianati seperti yang dirinya lakukan dulu terhadap Raisya.


Sedangkan di sana, jantung Raisya berdegup sangat kencang hingga menampilkan wajah yang sangat tegang melihat Raihan yang kini sedang berhadapan dengan dirinya menantap wajahnya. Raihan mencoba meminimalisirkan keadaan, karena dia harus sadar Raisya itu sudah memiliki suami. Dia langsung memulai pembicaraan maksud tujuannya memanggilnya. Mungkin ini hal yang sangat bodoh yang dia lakukan, karena sengaja menunggu Raisya di lobby.


" Sa...kamu nginap di sini kan ? Nanti malam aku mau ngajak kamu makan malam sambil menikmati suasana malam kota Surabaya, mau ga ? " Tanya Raihan.


Raisya mencoba berpikir sejenak, karena dia bingung apakah dirinya harus menolak tawaran Raihan. Raisya yang hanya sendiri di Surabaya, justru harusnya dia merasa senang karena ada yang menemani dirinya di sana. Tapi dia juga takut kecewa merasa geer karena mengharap terlalu berlebihan, padahal Raihan hanya mengajak makan malam sambil jalan-jalan menikmati suasana kota Surabaya. Dan akhirnya dirinya menerima tawaran itu. Dan mereka berjanji akan bertemu di Lobby jam 18.30. Mereka juga saling tukar nomor telpon. Setelah selesai berbincang Raisya langsung meninggalkan Raihan, karena dirinya harus segera ke kantor. Sedangkan Raihan seperti anak remaja yang sedang merasakan jatuh cinta, bukannya dirinya langsung ke kantornya dia justru malah menunggu Raisya sampai pergi dulu.


Di kantor Nando merasakan sangat kangen terhadap istrinya. Tidak tahu mengapa dia merasa kangen yang luar biasa, seperti sudah berpisah bertahun-tahun. Dia tidak ingin kehilangan istrinya, dia membayangkan bagaimana rasanya jika dirinya di tinggal oleh istrinya. Nando perasaannya tidak tenang, dia takut Raisya selingkuh darinya. Nando mengirimkan pesan kepada istrinya, bahwa dirinya kangen. Raisya tersenyum sinis, di hatinya ingin sekali rasanya dia membalas semua perbuatan Nando tapi dirinya tidak bisa karena dia masih waras memikirkan anaknya. Dia tidak mau anaknya merasakan seperti dirinya. Raisya hanya membaca pesan chat dari Nando, tapi dia tidak membalasnya. Dia ingin mengerjai Nando dengan memilih bersikap cuek. Dia ingin tahu seberapa kangennya Nando saat dirinya tidak di sampingnya.


Setelah sampai di kantor, Raisya langsung menyelesaikan pekerjaan di sana dikit-dikit agar cepat selesai. Raihan mengabarkan kepada Maura bahwa dirinya tidak bisa pulang hari ini Karena urusan nya di sini belum selesai. Padahal dia ingin dekat dengan Raisya, menemani Raisya sampai pulang di sini. Dia ingin menikmati moment kebersamaan berdua.


" Jangan lupa nanti malam jam 18.30 kita ketemu di lobby. " Tulis Raihan di pesan chat.

__ADS_1


__ADS_2